78350_calon_jemaah_haji_melakukan_manasik_di_pamekasan_663_382

Seiring bergulirnya infeksi virus MERS yang terjadi di Arab Saudi bahkan di dunia, pembicaraan mulai meluas pada batasan usia orang yang akan pergi haji dan umrah. Kendati demikian, belum ada pembatasan usia secara resmi bagi orang yang ingin melakukan ibadah haji dan umrah. Hal ini seperti dikatakan oleh salah seorang pejabat di Kementerian Haji Arab Saudi Ali Al-Ghamdi bahwa jamaah haji dan umrah di atas usia 65 tahun belum ada batasan.

Seperti dilansir Arab News pada tanggal 5 Mei 2014, bahwa Kementerian Haji Arab Saudi telah memberikan berbagai saran kepada para jamaah di atas usia tertentu dan anak-anak, sebagai bagian dari tindakan pencegahan dan untuk mengendalikan penyebaran virus menular tersebut. a�?Coronavirus yang mematikan telah mengurangi jumlah jamaah domestik, tetapi tidak berdampak pada jamaah haji dan umrah yang datang dari luar negeri,a�? kata Al-Ghamdi.

Selain itu, Kementerian Haji Arab Saudi juga belum menerima pertanyaan dari misi haji tentang pembatasan usia jamaah yang disebabkan oleh coronavirus. Bahkan persiapan untuk musim haji yang akan datang sudah mulai berjalan lancar dan proses penerbitan visa telah selesai pada dua bulan yang lalu. a�?Haji dan interior ministries adalah satu-satunya entitas yang berwenang untuk mengeluarkan nasihat dan saran mengenai hal yang berkaitan dengan haji,a�? kata Al-Ghamdi.

Sementara itu, calon jamaah umrah yang datang dari luar negara Arab Saudi ke Bandar Udara Internasional King Abdulaziz tidak ada yang terlihat mengenakan masker di wajah mereka. Staf Airport juga mengatakan bahwa hampir tidak ada orang yang terlihat mengenakan masker di tempat.

Bahkan salah seorang jamaah bernama Abdul Salam Kutty mengatakan kalau dia tidak terlalu perhatian terhadap infeksi virus. a�?Coronavirus mungkin menjadi perhatian bagi warga dalam Kerajaan, tetapi tidak untuk kami,a�? kata Kutty yang berasal dari Calicut, India. Menurut jamaah lain dari India yang telah tiba dari Hyderabad bernama Nayeemullah Sharif mengatakan bahwa kabar penyebaran virus tidak mengganggu semangatnya untuk melakukan umrah. a�?Kami telah membaca tentang penyebaran virus ini di Jeddah, tetapi ini tidak menghalangi kami untuk melakukan ziarah,a�? kata Sharif kepada wartawan.

Lebih dari itu, seorang praktisi medis Mesir bernama Samah Al-Ezz yang tiba di Kairo untuk melakukan umrah menyatakan pandangan yang serupa. a�?Saya berniat untuk mengunjungi Mekkah minggu depan,a�? pungkasnya. Para pegawai maskapai penerbangan mengatakan bahwa bisnis penerbangan tetap berjalan dan belum terpengaruh, bahkan tidak ada pembatalan penerbangan dan pembatalan hotel.