mudik_cuy_by_bedorgraph-d6fzoe1

Musim liburan Ramadhan pada tahun ini kembali diwarnai dengan kemacetan berjam-jam di Pantura atau Negreg, dan beberapa daerah lain. Kemacetan ini sudah menjadi cerita klise yang tiap tahun terjadi kala musim mudik Lebaran. Hal itu disebabkan karena selain meningkatnya pemudik yang memilih menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum yang ada kurang memberikan pelayanan yang baik.

Pada berita yang dirilis Harian Jawa Pos edisi 22 Juli 2014, pemudik yang menggunakan mobil pribadi diperkirakan naik 5,6 persen. Jika tahun lalu sekitar 1,69 juta kini menjadi 1,79 juta mobil pribadi bakal tumpah ke jalan mulai pertengahan pekan ini. Hal ini akan menyebabkan kemacetan panjang. Menurut Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Kemenhub J.A. Barata, memanfaatkan kendaraan umum saat mudik dapat mencegah kemacetan.

Dalam pemaparannya, memang ada beberapa mode transportasi yang tiketnya sudah sold out. Walaupun pemerintah sudah berusaha menambah armada dan seat, namun tetap saja tiket langsung habis. Karena itu, Barata menganjurkan agar pemudik dapat menggunakan kendaraan lain seperti bus. Karena tahun ini, jelasnya, Kemenhub telah mengoptimalkan bus umum sebagai angkutan mudik.

Selain menggunakan bus, pemudik setidaknya masih punya opsi pulang kampung naik pesawat. Karena tahun ini, kesiapan armada pesawat ditingkatkan hingga 11,5 persen daripada tahun lalu. Jika tahun lalu armada mencapai 3,680 juta, kini jumlahnya menjadi 4,1 juta. Barata juga mengungkapkan, angkutan udara itu melayani 29 jurusan secara merata di seluruh Indonesia. a�?Slot waktu tambahan diberikan saat dini hari hingga subuh agar tidak mengganggu waktu penerbangan lain,a�? katanya.

Sementara menurut pemaparan Ketua Umum Association of The Indonesia Tour & Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar, berbagai mode transportasi saat ini berbondong-bondong memberikan pelayanan lebih nyaman bagi pemudik. Bersamaan dengan itu, pola mudik belakangan ini memang tidak lagi mempersoalkan harga tiket. Bagi pemudik, angkutan umum yang memberikan pelayanan maksimal dalam kenyamanan menjadi pilihan utama.

Kendati demikian, jika kendaraan umum benar-benar tidak available, pilihan terakhir yang harus diambil adalah naik mobil pribadi. Memakai kendaraan pribadi memang dinilai lebih fleksibel, tetapi butuh persiapan yang matang. Menurut 4W Marketing & DND Director Suzuki Indomobil Sales Davy J. Tulian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada kendaraan.

Pertama, periksa kendaraan mobil, mulai ban, kondisi mesin, air karburator, pedal rem, sampai aki. Kedua, menghitung beban maksimal yang dibawa. Ketiga, pilih jalur yang aman dan nyaman. Keempat, beristirahatlah saat tubuh merasa lelah. Selain itu, hal yang lebih penting lagi adalah menjaga kestabilan emosi. Terutama ketika menghadapi kemacetan yang parah, keluarga harus tetap menikmati perjalanan, bisa dengan distel musik ataupun dengan candaan yang riang.