Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) hingga 21 September 2014 telah memberangkatkan 273 kloter jamaah haji. 273 kloter ini terdiri dari 114.166 jamaah haji dan 1.365 petugas dan telah tiba di Arab Saudi.

Gelombang pertama (kloter pemberangkatan dari tanggal 01-14 September) telah diberangkatkan dari Madinah ke Mekkah sejak Selasa (09/09) lalu.

Jamaah Haji setibanya di Mekkah akan menjalankan umrah wajib dan mengambil miqat di Bir Ali Madinah. Setelah itu, jamaah akan menjalankan rangkaian ibadah haji lainnya. Jamaah haji dihimbau untuk selalu menjaga kesehatan dengan makanan yang bergizi, perbanyak mium air putih, dan istirahat yang cukup.

Sementara jamaah yang tercatat meninggal dunia di Tanah suci hingga 23 September 2014 sebanyak 34 jamaah. Berikut data yang dapat dihimpun (21 jamaah haji yang meninggal dunia) :

1.Kisworo Bin Munadji (kloter 30 embarkasi Solo)
2.Warsian Bin Naib (kloter 12 embarkasi Solo)
3.Herawati Binti Sukarna (kloter 3 embarkasi Palembang)
4.Duri Binti Suryadi (kloter 6 embarkasi Solo)
5.Sutriamin Binti Amad Muhari ( kloter 30 embarkasi Bekasi)
6.Bahrum Harahap Bin Jahincat Harahap (kloter 13 embarkasi Medan
7.Machtub Idris Kasmirah Bin Idris (kloter 39 embarkasi Solo)
8.Ngadimin Amat Kariyo Bin Amat Kariyo (kloter 27 embarkasi Solo)
9.Temenggung Husin Hasan Bin Hasan (kloter 5 embarkasi Jakarta)
10.Yakub A Supriati Bin Jafar (kloter 9 embarkasiA�Lombok)
11.Martius Bin Nurdin Imam (kloter 3 embarkasi Batam)
12.Zainuddin.u Bin Umar J (kloter 8 embarkasi Batam)
13.Miseran Budi Harsoyo Bin Karso Kromo (kloter 14 embarkasi Surabaya)
14.Wardi Idris Bin Idris (kloter 9 embarkasi Padang)
15.Lotong Binti Tambah (kloter 5 embarkasi Balikpapan)
16.Yansuri.za Bin Zainal AbidinA�PoseA�(kloter 7 embarkasi Palembang)
17.Irwan Janin Harahap Bin M. Janin (kloter 5 embarkasi JAkarta)
18.Masrukah Binti Sajidin (kloter 7 embarkasi Surabaya)
19.Ipati Binti Tapa (kloter 3 embarkasi Balikpapan)
20.Musdalifa Binti Muh Saleng (kloter 1 embarkasi Ujung Pandang)
21.Rusdi Bin Said 04-09-2014 (kloter 7 embarkasi Solo)

Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan mencatat banyak jamaah haji yang berusia lanjut dan beresiko tinggi mendominasi hampir semua kelompok terbang yang tiba di Tanah Suci. Sekitar 80% berusia di atas 60 tahun.

Untuk itu pemerintah berupaya akan memperhatikan calon jamaah usia lanjut. Dirjen PHU juga meminta ke depan agar calon jamaah haji yang benar-benar boleh berhaji saja yang diberangkatkan. Guna usia lanjut tidak terlalu lama menunggu bertahun-tahun pemberangkatan. “Saya rasaA� banyak yang memahami, haji kan wajibnya sekali seumur hidup. Jadi yang sudah haji kasihlah kesempatan untuk yang belum haji karena antrean begitu panjang,” ujar Dirjen PHU.

*dari himpunan berita.