Potret Nabi Muhammad SAW selain sebagai Nabi, Kepala Negara, kepala rumah tangga, juga dapat kita acungi jepol untuk beliau dalam kepiawaiannya menjadi seorang pedagang. Saat itulah beliau mengajarkan kepada kita bagaimana kita harus berbisnis.

Orang yang berdagangNabi Muhammad SAW berbisnis dengan melakukan transaksi yang baik, jujur, adil, dan tidak pembuat pelanggannya kecewa. Selalu menepati janji dan mengantarkan barang dagangan pelanggan dengan standar kualitas yang sesuai dengan permintaannya. Selain itu reputasi beliau dalam dunia perdaganan dikenal amat baik. Tidak lain yakni dikenal sebagai pedagang yang benar, jujur, terbuka serta memperlihatkan rasa tanggung jawab di setiap transaksi yang dilakukannya.

Berikut ini beberapa sabda Nabi Muhammad SAWA�yang dapat kita jadikan panduan dalam berbisnis:

a�?Tidak ada satupunA� makanan yang lebih baik dari pada yang dimakan dari hasil keringat sendiri.a�? (HR. Bukhari)

“Padagang yang jujur dan dapat dipercaya termasuk dalam para golongan nabi, orang-orang yang benar-benar tulus, dan para syuhada.a�? (HR. Tirmidzi, al-Darimi, al-Daruqutni)

Selain itu dalam buku yang ditulis oleh Hermawan K. danA� M. Syakir Sula, ada sembilan etika berbisnis yang tercermin dariA�Nabi Muhammad SAW , diantaranya;

  1. Memiliki kepribadian spiritual (taqwa)
  2. Berperilaku bai dan simpatik (sidiq)
  3. Berperilaku adil dalam bisnis (al-adl)
  4. Bersikap A�melayani dan rendah hati (khidmah)
  5. Menepati janji dan tidak curang
  6. Jujur dan terpercaya (al-amanah)
  7. Tidak suka berburuk sangka (sua��udzan)
  8. Tidak suka menjelek-jelekkanA� (ghibah)
  9. Tidak suka melakukan sogok (riswah)

Nah, dengan demikian kita dapat belajar bagaimana menjadi seorang pembisnis santun tanpa meninggalkan etika agama Islam bukan? Menjadi pembisnis santun, berbisnis dengan baik, beradap, bermoral, tidak menipu pelanggan, tidak dzalim, serta tidak mengekploitasi kelemahan oarng lain untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya.