11150_9409_OKE---dor-haji-(2)

Sesuai jadwal dari Kementerian Agama (Kemenag), para calon jamaah haji (CJH) reguler di wilayah Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo yang mendaftar tahun ini baru bisa berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2032 nanti. Ini berarti bahwa mereka harus bisa bersabar, menunggu hingga 17 tahun lagi untuk bisa menunaikan rukun Islam yang kelima itu.

Seperti dipaparkan oleh Farmadi, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Surabaya bahwa, jumlah pendaftar haji di Surabaya tiap tahun rata-rata sekitar 2.500 orang. a�?Yang mendaftar tahun ini baru berangkat pada 2032,a�? kata Farmadi, seperti dilansir Jawa Pos pada 7 Januari 2014 kemarin. Selain itu, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Gresik Khairuddin Usman juga menambahkan bahwa, lamanya jadwal pemberangkatan itu disebabkan adanya pemotongan kuota dari Pemerintah Arab Saudi. Hal ini tak lepas dari proyek perluasan mataf di area Masjidil Haram yang hingga kini belum selesai.

Khairuddin menjelaskan bahwa pemotongan kuota tersebut sebesar 20 persen. Hal itu berlaku di Jatim mulai 2013. Dengan demikian, jatah Jatim pada 2012 sebanyak 33.985 jamaah menyusut menjadi hanya 27 ribu jamaah per tahun. Pemotongan kuota itu pun berimbas ke Gresik. Yakni, pada 2012 Kemenag Gresik mendapatkan kuota sebanyak 1.900a��2.000 ribu jamaah setiap tahun. Namun, mulai 2013 jumlahnya hanya sekitar 1.400a��1.500 jamaah.

Bahkan lebih dari itu, menurut Khairuddin, pada tahun ini jumlah jamaah asal Gresik yang diberangkatkan diperkirakan tidak lebih dari 1.500 orang. a�?Padahal, dulu itu normalnya ya sekitar 2.000 jamaah tiap tahun,a�? ucapnya. Lamanya menunggu pemberangkatan haji tersebut juga disebabkan tingginya minat masyarakat Gresik untuk berangkat ke Tanah Suci. Di Jatim, Gresik masuk lima besar pendaftar haji paling banyak tiap tahun setelah Surabaya, Sidoarjo, Jember, dan Malang.

Walaupun antrean cukup panjang, Khairuddin mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mendaftar sesuai prosedur. Yakni, mendaftar di Kemenag dan tidak melalui calo. a�?Supaya mereka tidak gagal berangkat karena faktor dan hal yang tidak diinginkan lainnya,a�? lanjutnya. Sementara itu, di Sidoarjo antrean berangkat ke Tanah Suci juga membutuhkan waktu 17 tahun. Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo Moh. Arwani menyatakan, bagi calon jamaah haji yang mendaftar tahun ini, estimasi berangkatnya pada 2032.

Bahkan, estimasi keberangkatan pada 2032 itu tidak hanya berlaku bagi mereka yang mendaftar tahun ini. Sejak Oktober 2014, CJH yang mendaftarkan diri sudah diberi tahu bahwa kemungkinan mereka berangkat pada 2032. a�?Mungkin kalau nanti renovasi Masjidilharam selesai, kuota bertambah sehingga lama antrean bisa dipercepat,a�? ujar Arwani. Saat ini, lanjut dia, kuota para calon jamaah haji dikurangi hingga 20 persen. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat antrean haji makin panjang. Kabarnya, pengurangan 20 persen itu bisa normal lagi setelah renovasi selesai pada 2016. Dengan begitu, pada 2017 diharapkan ada penambahan kuota pemberangkatan. a�?Seperti sediakala tanpa ada pengurangan 20 persen,a�? lanjutnya.

Selain itu, Farmadi mengimbau jamaah haji yang tunda berangkat pada 2014 ke bawah agar segera melapor agar pihaknya bisa melakukan validasi data. Jika tidak melapor, ada kemungkinan mereka tidak bisa berangkat. Farmadi tidak hafal secara detail berapa CJH yang tunda berangkat pada 2014 ke bawah. Dia hanya mengetahui jumlah CJH yang gagal berangkat pada 2014, yaitu 30 orang.

Farmadi menambahkan, bagi CJH yang sudah lunas, namun gagal berangkat selama dua tahun berturut-turut, 2013 dan 2014, secara sistem mereka gugur dan kembali ke antrean awal. Jadi, mereka baru bisa berangkat 17 tahun mendatang. a�?Secara sistem memang seperti itu,a�? jelasnya. Untuk tahun ini, kata dia, pemberangkatan haji diperkirakan dilaksanakan sekitar Agustus. Namun, tanggal pastinya masih menunggu surat edaran dari Kemenag pusat.

Sementara bagi CJH yang berangkat tahun ini, Farmadi mengimbau mereka agar jauh-jauh hari menjaga kesehatan dan melatih fisik. Sebab menurut dia, haji adalah amaliyah badaniyah, yaitu ibadah fisik. Sehingga, kondisi harus prima agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar.

Sumber: Jawa Pos, edisi 07 Januari 2015