makanan babi

Telah menjadi aturan syaria��at Islam, makanan yang mengandung babi haram untuk dikonsumsi. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparringa meminta kepada masyarakat Muslim agar lebih waspada sekaligus selektif dalam memilih makanan hal dan yang tidak. Seperti dilansir Harian Republika pada 28 Januari 2015 kemarin, Roy mengungkapkan bahwa banyak makanan olahan yang belum mendapat izin dari BPOM.

Roy menilai bahwa makanan-makanan olahan tersebut, menurut BPOM, merupakan makanan yang ilegal. a�?Masyarakat harus memperhatikan dalam memilih makanan olahan, status halal, dan memperhatikan izin peredaran makanan olahan tersebut,a�? kata Roy Sparringa pada Rabu (28/1). Berkenaan dengan makanan yang mengandung babi, lanjut Roy, BPOM sejauh ini masih memberikan izin, tetapi dengan syarat harus melampirkan zat tersebut ke logo komposisi makanan.

Roy menuturkan bahwa pada tahun ini, jumlah yang terdaftar di BPOM berkisar 816 produk, dan suplemen makanan berkisar 11 produk. Sebagian dari produk itu memang ada yang terdaftar sebagai produk non-halal. Kendati demikian, produk non-halal itu memiliki logo babi dan mencantumkan kandungan babi dalam komposisi makanannya. Selain itu, BPOM bekerjasama dengan MUI dalam hal penetapan halal ataupun non-halal. Sebelumnya, beredar siomay babi di mall, tetapi siomay ini tidak menampilkan logo babi padahal non-halal. Jadi harus hati-hati!

Sumber: Harian Republika