risti

Dalam rangka mengantisipasi adanya calon jamaah yang meninggal karena menderita risiko tinggi (Risti), Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar muzakkarah nasional. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa dalam muzakarrah nasional ini akan menggunakan tiga aspek tinjauan, yaitu aspek agama, aspek kesehatan dan perbandingan dengan negara lain. Maka dari itu, muzakkarah nasional ini bukan hanya akan dihadiri oleh pakar kesehatan, melainkan juga menghadirkan tokoh agama seperti kyai dan ulama.

Lukman juga menjelaskan bahwa, untuk aspek kesehatan terlebih dahulu akan disepakati jenis penyakit apakah yang termasuk penyakit Risti, sehingga dengan ini dapat diketahui penyakit yang dimungkinkan seseorang tidak dapat melaksanakan ibadah haji. Sementara itu, keikutsertaan tokoh agama adalah untuk mengetahui apakah jamaah secara ilmu Fiqih itu istithaa��ah atau tidak. Sehingga dengan demikian pemerintah bisa mengambil sikap apakah jamaah risti jadi berangkat atau malah gugur kewajibannya dalam berhaji.

Dengan muzakkarah nasional ini Kemenag berharap calon jamaah haji yang berangkat dapat terjamin kesehatannya. a�?Jadi intinya kita ingin menegaskanangka kematian jamaah haji indonesia yang meningkat lebih karena apa penyebabnya. Karena sebagian ada yang bilang Indonesia nggak care dengan kesehatan jamaahnya,” kata Menag di kantor Kementerian Agama pada Jumat (20/2).Selain itu, dalam muzakkarah nasional ini Kemenag juga akan melakukan perbandingan dengan negara lain terkait perlakuan yang diberikan kepada jamaah risti.

Sumber: Republika