Kematian hanyalah rahasia Allah SWT, namun ada yang istimewa pada meninggal-nyaA�Rusiah Suar ini.

Rusiah Suar adalah salah satu korban meninggal tragedi crane roboh di Masjidil Haram. Suasana pilu menyelubungi rumah jemaah haji asal Malaysia, Rusiah Suar di Felda Besout 2, Perak, Malaysia. Keluarga Rusiah mendapat kabar resmi yang menyatakan wanita berusia 57 tahun itu menjadi salah satu korban tewas dari insiden crane atau pengangkat berat roboh di Mekah pada Jumat petang lalu.jamaah ahji meninggal di makkah

“Semoga impian mak untuk meninggal di Mekah terkabul,” kata Hariyanti Ahmad Badri, anak ketiga almarhumah Rusiah Suar. Hariyanti dan keluarga besarnya merelakan kepergian Ibunya karena itu adalah ketentuan Ilahi. Hariyanti mengatakan Ibunya pernah bilang sangat berharap bisa meninggal di Mekah suatu hari nanti. Saat itu dia dan keluarga tak punya pikiran macam-macam karena itu adalah idaman bagi seluruh umat Islam.

“Saya pikir itu adalah satu gurauan. Namun sebagai anak, saya sedih atas kepergian Ibu,” katanya kepada wartawa. Dia mengatakan berita kepergian Ibunya diinformasikan kepada keluarganya oleh Tabung Haji (TH) yang datang ke rumah pada sekitar 7.45 Minggu malam waktu setempat.Korban-Tragedi-Crane

“Pihak TH memberitahu telah menemukan jasad Ibu di sebuah rumah sakit di Mekah, namun mereka tidak memberi tahu bagaimana insiden itu terjadi. “Hariyanti mengatakan pihak TH akan mengelola semua proses pemakaman ibunya di Mekah. Anak ketiga dari lima bersaudara itu mengatakan teman sekamar ibunya menginformasikan bahwa almarhumah terjatuh dan pingsan ketika insiden itu terjadi.

“Setelah menerima berita insiden itu, saya meminta suami menelepon teman Ibu saya untuk bertanya keadaan yang terjadi dan dia memberitahu bahwa ketika melakukan sai, crane jatuh dan mak saya langsung jatuh dan tergeletak tak sadarkan diri.”Ketika itu teman mak ingin menolong tapi orang di sana tidak mengizinkan, setelah itu kawan-kawan mak terputus hubungan dengan mak,” katanya.tragedi haji

Sementara itu, anak Rusiah lainnya, Nor haizan, mengatakan Ibunya bersemangat untuk menunaikan ibadah haji. “Selama di TH Kelana Jaya, mak sempat bergurau dengan kami dan dia tampak bersemangat. Selama melakukan persiapan, mak ingin semua barang-barang kebutuhan yang baru,” katanya.

Nor merasa sangat sedih karena kepergian ibunya seminggu sebelum Idul Adha. Kejadian tersebut hampir sama seperti almarhum ayahnya yang menghembuskan nafas terakhir sehari sebelum Idul Adha pada 2007. “Saya rela karena itu sudah ketentuan,” katanya sambil menambahkan salat ghaib telah dilakukan setelah maghrib.mecca-crane-grand-mosque-re

Kita doakan ya sob, semoga semua korban crane, Mina dan apapun musibah yang terjadi di Mekah pada tahun ini, semua diangkat ditempat yang baik dan meninggalkan dunia dalam keadaan khusnul khotimah. Amin.