Galau ternyata memang bukan hanya tren, tapi benar ada khususnya buat yang belum menikah.

SahabatA� ihram taukah anda bahwa aka nada rasa cemas disetiap hati muslim yang belum menikah? Perasaan galau dan cemas karena belum menikah bisa menandakan adanya iman, tapi bisa jadi sebaliknya loh, galau karena ketiadaan iman. Hal ini seperti sebuah perumpamaan seorang muslim yang cemas karena belum menunaikan shalat saat sedang di perjalanan? Inilah galau yang disebabkan adanya iman. Khawatir tidak bisa mengerjakan shalat wajib karena kehabisan waktu di perjalanan.

Solusi dari Galau seperti ini adalah ilmu. Bagaimana maksudnya?

Ketika memahami bahwa ada keringanan shalat bagi orang yang berada dalam perjalanan, maka seharusnya tak usah lagi merasa cemas tho. Shalat bisa dijamak saat sampai di tujuan, atau bahkan bisa melaksanakan shalat di kendaraan jika sudah tahu ilmunya. Beres kan? Galau pun lenyap. In syaa Allah tetap bisa menunaikan shalat.

Kalau masih galau juga padahal sudah tahu ilmunya, ini namanya mempersulit diri sendiri atau mungkin yang bersangkutan memiliki kecemasan berlebihan, ini sejenis penyakit psikologis yang harus dihilangkan. Yang paling parah adalah galau karena ketiadaan iman. Contohnya adalah berputus asa dari rahmat Allah. Dan beranggapan Allah bersikap tidak adil pada makhluknya. Nah kembali pada kegalauan dan kecemasan karena belum menikah. Jika sahabat ihram merasakan galau karena belum punya pasangan hidup, mari merenung apa sih sebenarnya penyebab galau itu? jangan sampai penyebabnya karena ketiadaan iman.segerakan-nikah

  1. Pengen Nikah tapi Belum Sanggup

Ini yan sering dirisaukan ingin menikah tetapi merasa belum mampu. Ini yang perlu dikaji lebih jauh ketidakmampuan di bagian mana, sekadar merasa belum siap? Belum mapan ekonomi? Atau ada persoalan lainnya? Solusi sementara, perbanyak berpuasa dan segera mampukan diri. Yakin Allah akan memberi Pertolongan-Nya.

Sebagaimana Dia jelaskan:

a�?dan nikahkanlah orang-orang bujang dari kalangan kamu, dan orang-orang soleh dari hamba lelaki dan hamba perempuan kamu. Dan jika mereka orang-orang yang fakir nescaya Allah akan menjadikan mereka kaya, dan Allah sangat luas dan sangat mengetahui.a�?(QS An-Nur: 32)

  1. terbawa perasaan dan belum ikhtiar secara optimal

Berandai dan terbawa perasan. Ada seorang yang belum menikah terkadang mudah terbawa perasaan. Berandai mendapati separuh kesempurnaan agamanya. Namun alangkah baiknya menghentikan kebiasaan berandai andai

Maka memperbanyak puasa adalah jawabannya, tak hanya puasa perut, tapi juga puasa mata. Yakinlah bahwa setiap usahamu untuk menjaga hati akan mendapat pahala dahsyat dari Allah. Tapi jangan lupa usaha untuk berproses taarufnya. Jodoh itu selayaknya rezeki, sudah diatur Allah, tapi bukan berarti tidak berikhtiar, maka kita perlu ikhtiar terlebih dahulu.

Untuk perempuan, ikhtiarnya bisa dengan minta tolong ke guru ngaji atau teman terdekat, minta dikenalkan dengan laki-laki yang berakhlak baik.

Untuk laki-laki, ikhtiar yang dilakukan cukuplah panjang yakni dengan memastikan harta yang diperoleh benar-benar dari pekerjaan halal, dan kesiapan tanggung jawab terhadap istri yang dipimpinnya.tugas-satujam

Selain ikhtiar yang sifatnya langsung, perlu juga ikhtiar yang bersifat tak nyata, yakni perbanyak infaq shodaqoh. Jika sudah ikhtiar sahabat ihram tak perlu galaua�� tawakkallah. Seperti firman Nya;

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, nescaya Allah mencukupkan (keperluannya) .a�?A�(QS at-Thalaq: 3)

ikhtiar itu memang kewajiban kita sebagai hamba yang lemah. Hasil itu haknya Allah. Allah berhak untuk kabulkan seketika, atau sepuluh tahun lagi, itu hak Allah. Jadi ikhtiar pamungkas adalah dengan bertawakal.

  1. Kehilangan keyakinan pada Allah

Inilah cemas yang berbahaya. Yakni ketika seseorang tidak beriman pada Allah atau mengimani hal yang keliru tentang Allah, berprasangka buruk pada Allah. Separah-parahnya kecemasan adalah prasangka buruk kepada Allah seakan tak mampu menghadirkan seseorang yang tepat untu umatnya. Naa��udzubillah. Waspadai galau dan cemas karena tidak yakin pada keMaha Kuasaan Allah! Ingata�� Allah mengikuti prasangka hambaNya.

Jadi kita sebaiknya meyakini akan semua kuasa Allah, semua sudah direncanakan dengan indah dan akan kembali pada seberapa besar keyakinanmu padaNya. Kalau sudah yakin dengan seyakin-yakinnyaa�� Semestinya tidak ada lagi kata galau. Yang ada hanyalah keinginan untuk memaksimalkan ikhtiar. Amin…