Makanan sehat haram ini harus diketahui oleh kita agar tau dan waspada.

Islam mengajarkan kepada umatnya aturan-aturan yang dibutuhkan manusia dalam menjalani kehidupan termasuk tentang makanan sehat sekaligus halal. Tentu saja aturan itu agar hidup manusia menjadi lebih baik dan memberikan manfaat sendiri. Sebagai agama rahmatan lil alamin, islam dengan AlQura��an sebagai Kalamullah memberikan jawaban dan solusi sekaligus peringatan bagi umat manusia, salah satunya tentang makanan yang diharamkan. Sebagaimana yang tertera dalam Al-Qura��an, Firman Allah yang berbunyi

O�U?O�U�U?U�UZO?U� O?UZU�UZUSU�U?U?U�U? O�U�U�U�UZUSU�O?UZO�U? U?UZO�U�O?U�UZU�U? U?UZU�UZO�U�U�U? O�U�U�O�U?U�U�O?U?USO�U? U?UZU�UZO� O?U?U�U?U�U�UZ U�U?O?UZUSU�O�U? O�U�U�U�UZU�U? O?U?U�U? U?UZO�U�U�U�U?U�U�O�UZU�U?U�UZO�U? U?UZO�U�U�U�UZU?U�U�U?U?O�UZO�U? U?UZO�U�U�U�U?O?UZO�UZO?U�U?USUZO�U? U?UZO�U�U�U�UZO�U?USO�UZO�U? U?UZU�UZO� O?UZU?UZU�UZ O�U�O?U�UZO?U?O?U? O?U?U�U�UZO� U�UZO� O�UZU?U�UZUSU�O?U?U�U� U?UZU�UZO� O�U?O?U?O�UZ O?UZU�UZU� O�U�U�U�U?O�U?O?U?

a�?Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.a�? (QS. Al Maidah: 3)makanan sehat dan halal

Dalam ayat tersebut sudah dijelaskan beberapa jenis makanan atau hewan yang haram untuk di makan meskipun maknan sehat tapi haram, dan hal tersebut sudah tidak bisa ditawar atau dibantah, sebagaimana ucapan ulama;A�a�?Al ashlu fil asy-yaaa�� al hillu wa laa yahrumu illa maa harromahullahu wa rosuluhua�?.

Artinya: a�?Hukum asal segala sesuatu adalah halal dan sesuatu tidak diharamkan kecuali jika Allah dan Rasul-Nya mengharamkannyaa�?.

Apalagi seperti yang sudah diucapkan sebelumnya makanan haram dapat menimbulkan beberapa kemudharatan, selain berdampak pada kesehatan manusia juga berdampak pada terkabulnya atau tidak doa yang dipanjatkan manusia.

Melihat beberapa hal tersebut sudah sangat penting bagi umat manusia, khususnya muslim untuk menghindari dan menjauhi makanan-makanan sehat yang haram apa lagi yang tidak sehat dan haram sebagaimana klasifikasinya yang dijelaskan di ayat di atas. Dan inilah penjelasan kenapa makanan atau hewan tersebut bersifat haram secara lebih terperinci.

  1. Bangkaidead-goat,-shot-by-israelis

Sebagaimana yang dijelaskan dalam QS. Al-Maidah ayat ke-3, makanan atau hewan pertama yang diharamkan adalah Bangkai. Yang disebut Bangkai disini berarti tubuh hewan yang sudah mati atau membusuk setelah beberapa waktu lamanya. Tapi apabila hewan yang masih hidup kemudian disembelih atas nama Allah, maka bangkai binatang itu bersifat halal karena Allah berfirman:

O?U?U�U�UZO� U�UZO� O�UZU?U�UZUSU�O?U?U�U�

Artinya : a�?kecuali yang sempat kamu menyembelihnyaa�?

Matinya hewan menjadi bangkai seperti:

  • Al munkhoniqoh: hewan yang mati dalam keadaan tercekik.
  • Al mawquudzah: hewan yang mati karena dipukul dengan tongkat atau selainnya.
  • Al mutaroddiyah: hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi.
  • An nathiihah: hewan yang mati karena ditanduk.
  • Hewan yang diterkam binatang buas.

Intinya yang dimaksud dengan bangkai adalah segala sesuatu yang terpotong dari hewan yang masih hidup, meskipun termasuk makanan sehat tapi termasuk dalam golongan bangkai diatas, umat islam tidak boleh memakannya. Karena Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda:

U�UZO� U�U?O�U?O?UZ U�U?U�U� O�U�U�O?UZU�U?USU�UZO�U? U?UZU�U?USUZ O�UZUSU�UZO�U? U?UZU�U?USUZ U�UZUSU�O?UZO�U?

Artinya: a�?Apa yang dipotong dari binatang dalam keadaan hidup, maka sesuatu tersebut adalah bangkai.a�? (HR. Abu Daud no. 2858, At Tirmidzi no. 1480, Ibnu Majah no. 3216, Ahmad 5/218. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. LihatA�Shohihul Jaamia��A�no. 5652)

Walaupun begitu ada pula bangkai/ makanan sehat yang ternyata tetap halal, yaitu bangkai ikan dan belalang. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu UmarA�radhiyallahu a�?anhuma, RasulullahA�shallallahu a�?alaihi wa sallamA�bersabda:

O?U?O�U?U�U�UZO?U� U�UZU�UZO� U�UZUSU�O?UZO?UZO�U�U? U?UZO?UZU�UZO�U�U? U?UZO?UZU�U�UZO� O�U�U�U�UZUSU�O?UZO?UZO�U�U? U?UZO�U�U�O�U?U?O?U? U?UZO�U�U�O�UZO�UZO�O?U? U?UZO?UZU�U�UZO� O�U�O?U�UZU�UZO�U�U? U?UZO�U�U�U?UZO?U?O?U? U?UZO�U�O�U�U?O�UZO�U�U?

a�?Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.a�? (HR. Ibnu Majah no. 3218. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits iniA�shahih).

  1. Darahdarah

Selanjutnya dalam surat Al-Maidah ayat 3, makanan haram selanjutnya adalah darah. Penjelasannya karena darah berfungsi sebagai pembawa zat sisa hasil metabolisme tubuh yang akan disekresikan keluar tubuh melalui organ penyaring yakni ginjal. Jadi Jika kita memakan darah hewan berarti sejatinya kita telah mengkonsumsi sebuah makan yang substansinya banyak terkandung zat sisa hasil metabolisme tubuh. Hal tersebut beresiko besar menimbulkan berbagai macam penyakit dan gangguan bagi tubuh.

  1. Daging babibabi-guling

Selain pengharamannya dalam surat Al Maidah ayat 3 di atas, Allah Taa��ala juga berfirman,

U�U?U�U� U�UZO� O?UZO�U?O?U? U?U?US U�UZO� O?U?U?O�U?USUZ O?U?U�UZUSU�UZ U�U?O�UZO�U�UZU�U�O� O?UZU�UZU� O�UZO�O?U?U�U? USUZO�U�O?UZU�U?U�U? O?U?U�U�UZO� O?UZU�U� USUZU?U?U?U�UZ U�UZUSU�O?UZO�U� O?UZU?U� O?UZU�U�O� U�UZO?U�U?U?U?O�U�O� O?UZU?U� U�UZO�U�U�UZ O�U?U�U�O?U?USO�U? U?UZO?U?U�U�UZU�U? O�U?O�U�O?U? a��

a�?Katakanlah: a�?Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi-karena sesungguhnya semua itu kotor-atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.a�? (QS. Al Ana��am: 145)

Shidiq Hasan Khon rahimahullah mengatakan, a�?Yang diharamkan dari babi adalah seluruh bagian babi. Sedangkan di sini disebutkan dagingnya saja karena biasanya yang dimakan adalah dagingnya.a�?

  1. Hewan disembelih atas nama selain Allahsebelihan hewan

Dalil pengharamannya selain surat Al Maidah ayat 3 di atas, Allah juga berfirman:

U?UZU�UZO� O?UZO?U�U?U?U�U?U?O� U�U?U�U�UZO� U�UZU�U� USU?O�U�U?UZO�U? O�O?U�U�U? O�U�U�U�UZU�U? O?UZU�UZUSU�U�U? U?UZO?U?U�U�UZU�U? U�UZU?U?O?U�U�U?

a�?Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.a�? (QS. Al Ana��am: 121)

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang muslim untuk memakan hasil sembelihan orang musyrik meskipun maknan itu berupa makanan sehat, majusi atau orang yang murtad (non ahli kitab). Sedangkan untuk hasil sembelihan ahli kitab (yaitu Yahudi dan Nashrani) itu dibolehkan untuk dimakan selama tidak diketahui jika ia menyebut nama selain Allah. Hal ini khususnya bagi kita yang suka makanan impor. Tapi jika yang diimpor ikan, maka tetap boleh kita makan. Landasan dari hal ini adalah firman Allah:

U?UZO�UZO?UZO�U�U? O�U�U�UZO�U?USU�UZ O?U?U?O?U?U?O� O�U�U�U?U?O?UZO�O?UZ O�U?U�U�U? U�UZU?U?U�U�

a�?Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu.a�? (QS. Al Maidah: 5). Yang dimaksud dengan makanan dalam ayat di sini adalah hasil sembelihan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani). Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu a�?Abbas, Abu Umamah, Mujahid, Saa��id bin Jubair, a�?Ikrimah, a�?Athoa��, Al Hasan, Makhul, Ibrohim An Nakhoi, As Sudi, dan Muqotil bin Hayyan.

  1. Hewan disembelih untuk selain AllahKurban-Wasyi-Motong

Selanjutnya yang diharamkan untuk makan adalah makanan yang disembelih selain untuk Allah meskipun hewan itu jika diolah termasuk makanan sehat, hal ini biasanya makanan disajikan untuk keperluan, ritual atau pemujaan terhadap sesuatu (berhala) atau orang yang sudah mati. Hal ini sangat jelas tertera dalam surat Al-Maidah ayat terakhir.