Amalan pelindung diri yang ke 2 dari ihram.asia ini yang paling khusus.

Sahabat ihram, medapatkan keselamatan dunia akhirat tentu cita-cita mutlak seorang muslim yang menyadari pentingnya memaknai hidup. Bukan soal kebahagiaan sesaat tetapi juga kehidupan jangka panjang. Manusia sebagai hamba yang lemah senantiasa membutuhkan kekuatan perlindungan Allah SWT setiap langkahnya. Jika sebelumnya Al Ikhlas adalah amalan pertama untuk memohon perlindungan dengan mengakui keesaan dan ketauhidan Allah maka amalan kedua adalah sebuah surat yng makna katanya berarti a�?Subuha�?. Mengapa subuh ? karena dijelaskan pada ayat selanjutnya dijelaskan Allah lah penguasa subuh yang berhak menjadi tempat memohon pertolongan dari segala bentuk kejahatan.

Nabi Muhammad SAW pun mengamalkan surat ini sebagai perantara perlindungan Allah, di riwayatkan “Aisyah menerangkan: bahwa Rasulullah SAWA�pada setiap malam apabila hendak tidur, Beliau membaca Surat Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas, ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian disapukan ke seluruh tubuh dan kepala.a�?

Sejatinya amalan ini hanya perantara dan tawakkal kepada sang maha pemberi perlindungan yakni Allah SWT adalah kuncinya.

Surat ini diambil dari ayat yang berada di depan surah tersebut yang artinya adalah penguasa subuh. Surat ini adalah golongan ayat makiyah, didalamnya Allah memerintahkan agar manusia memohon perlindungan dari segala bentuk kejahatan hanya kepada Allah SWT.

Diantara faedah surat ini sebagai perlindungan diri adalah sebagai berikut :

  • Penjagaan dari sang Maha Pelindung

Rasulullah SAW. bersabda: a�?Barangsiapa yang ingin memperoleh penjagaan Allah dari orang yang bermaksud buruk, hendaknya ketika melihat orang itu memohon perlindungan dengan kekuatan Allah Azza wa Jalla dari kekuatan makhluk-Nya, kemudian membaca surat Al-Falaq dan ayat yang difirmankan oleh Allah Azza wa Jalla kepada Nabi-Nya SAW.:

a�?Fain tawallaw faqul hasbiyallA?hu lA? ilA?ha illA? Huwa, a�?alayhi tawakkaltu wa Huwa Rabbul a�?arsyil a�?azhA�m a�? (At-Taubah: 129),

Dengan demikian niscaya Allah menyelamatkan ia dari tipu daya setiap penipu, makar setiap pemakar, dan kedengkian setiap orang yang dengki.a�? (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/717).

  • Mengkhatamkan Kitab Suci

Surat ini oleh Imam Muhammad Al-Baqir (sa) dikatakan: a�?Barangsiapa yang membaca surat Al-Falaq dan An-Nas, ia seperti membaca seluruh kitab suci yang diturunkan kepada para Nabi.a�? (Tafsir Nur Tsaqalayn 5/717)

Riwayat ini memang agak berbeda dengan konteks perlindungan diri yang dibahas, akan tetapi bukankah melindungi diri bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara psikologis dan nurani. Jika kemudian melafalkan ayat Al Quran adalah sebuah iobat hati bukankah yang demikian juga sebuah perlindungan jiwa seorang muslim.

  • Perlindungan dari godaan Syeitan

Adakalanya kita sering menjumpai anak-anak yang masih dalam gendongan tertawa sendiri, kemudian menangis tanpa sebab dan sukar berhenti. Entah mengimani atau bagaimana jiwa anak-anak adalah jiwa suci yang tidak terlepad dari godaan makhluk ghaib. Maka sebagai wujud perlindungan dalam sebuah riwayat disampaikan

Imam Musa Al-Kazhim (sa)2) berkata: a�?Tidak ada seorang pun yang membacakan pada anak kecil setiap malam: surat Al-Falaq dan An-Nas masing-masing (3 kali), dan surat Al-Ikhlash (100 kali) atau (50 kali), kecuali Allah menyingkirkan darinya setiap penyakit atau derita anak kecil: kehausan, penyakit lambung dan darah, sampai ia berusia remaja. Jika sesudah remaja ia membacanya sendiri, maka ia akan dijaga oleh Allah Azza wa Jallah sampai hari wafatnya.a�? (Tafsir Nur Tsaqalayn 5/717)

  • Perlindungan dari sakit yang di derita

Imam Ali Ar-Ridha (sa) 3) berkata bahwa beliau pernah melihat orang yang sedang pingsan. Beliau menyuruh mengambilkan gelas yang diisi air. Kemudian beliau membaca surat Al-Fatihah, surat Al-Falaq dan An-Nas, kemudian meludahi/meniup gelas itu, lalu menyuruh menyiramkan/mengusapkan air itu pada kepala dan wajahnya. Orang yang pingsan itu sadar dan bangun. Imam berkata kepadanya: a�?Insya Allah penyakit itu tidak akan kembali lagi kepadamu selamanya.a�? (Tafsir Nur Tsaqalayn 5/718)

Dalam hadist lain dijelaskan Sayyidiaha�� Ali r.a. menerangkan:A�pernah Rasulullah s.a.w. digigit kala, kemudian Beliau mengambil air garam. Dibacakan Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas lalu disapukan pada anggota badan yang digigit kala tadi.

Sahabat ihram, sekali lagi manusia hanya sanggup berupaya dan salah satu upayanya adalah dengan terus mengkaji bagian dari ayat Allah untuk kehidupan sehari-hari, pembelajarannya adalah perlindungan yang diberika Allah tidak berbatas dengan dimensi sehingga segala bentuk kejahatan yang menyerang diri jika Allah berkehendak melindungi maka tak akan sulit. Dan dalamA� Surat Al Falaq ini sarana dari perintah Allah untuk memohon perlindungan dari segala bentuk kejahatan duniawi.