Ayah bunda wajib paham dan mengetahui tentang keluarga islami ini.

Sahabat ihram, bagaimanakah wujud keluarga Islami itu? Ini ada beberapa gambaran yang patut diperhatikan oleh setiap pasangan seperti ayah bunda dalam upaya menumbuhkan keluarga bahagia menurut ajaran Islam dengan mengenal ciri-ciri dan cara-cara rumah tangga yang islami, diantaranya:

  1. Didirikan atas dasar ibadah

Sahabat ihram, tidaka ada tujuan utama membangun pondasi keluarga selain menyempurnakan separuh dari kewajiban agama. Maka dasar dari berjalannyaA� rumah tangga didirikan adalah rangka ibadah kepada Allah, dari proses pemilihan jodoh, pernikahan (akad nikah, walimah) sampai membina rumah tangga tidak boleh ada unsur kemaksiatan atau yang tidak islami. Sebagaimana tugas kita di muka bumi ini yang hanya untuk mengabdi/beribadah kepada Allah, maka pernikahan ini pun harus diniatkan dalam rangka tersebut.maknai-keluarga-isami-dengan-baik

2. Terjadi pemahaman nilai Islam secara sempurna

Dalam rumah tangga islami segala adab-adab islam dipelajari dan dipraktekan sebagai filter bagi penyakit moral di era globalisasi ini. Suami berkewajiban terhadap perkembangan pengetahuan keislaman dari istri, dan bersama-sama menyusun program bagi pendidikan anak-anaknya. Saling tolong-menolong dan saling mengingatkan untuk meningkatkan kefahaman dan praktek ibadah. Oleh sebab itu suami dan istri seharusnya memiliki pengetahuan yang cukup memadai tentang Islam.

Sabda Rasulullah saw: a�?Semoga Alloh merahmati suami yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula istrinya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati istri yang bangun malam hari lalu shalat dan membangunkan pula suaminya lalu shalat pula. Jika enggan maka dipercikkannya air ke wajahnya.a�? (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, an-Nasaa��i, Ibnu Majah).

3. keteladanan ayah dan bunda untuk sibuah hati

Keteladanan atau contoh mulia harus dibiasakan sahabat, sepeti melakukan apa diperintahkan dan disunnahkan agama kita dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, setiap hendak keluar atau masuk rumah anggota keluarga seperti ayah bunda membiasakan mengucapkan salam dan mencium tangan, merupakan contoh yang akan membekas pada anak-anak sehingga mereka tidak canggung mengucapkan salam ketika telah dewasa. Membiasakan mengajak A�anak-anak menegakkan shalat diawal waktu.tipskeluarga

4. Adanya keadilan pembagian tugas dan kerjasama suami istri

Islam telah memberikan hak dan kewajiban masing-masing anggota keluarga seperti ayah bunda utamanya secara tepat dan manusiawi. Firman Allah swt: a�?Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.a�? (QS an-Nisaa�� 32)

Ayah Bunda/ Suami atau istri harus faham apa kewajiban dan haknya, sehingga tidak terjadi pertengkaran karena masing-masing hanya menuntut haknya terpenuhi tanpa melakukan kewajibannya. Dengan adanya kesadaran maka kerjasama antar ayah dan bunda akan sangat membuat keluarga Nampak indah.

Firman Allah swt: a�?Dan hak-hak mereka sebanding dengan kewajiban-kewajiban mereka. Akan tetapi para suami, mempunyai satu derajat lebih tinggi dari isterinyaa�? (QS al-Baqarah 228)

5. Tercukupinya kebutuhan secara wajar

Firman Allah swt: a�?Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara maa��ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian.a�? (QS al-Baqarah 233)

Sabda Rasulullah saw: a�?Cukuplah seseorang itu berdosa apabila ia menelantarkan anggota keluarganyaa�? (HR Imam Muslim, Abu Dawud dan an-Nasaa��i)

Sahabat ihram, sudah sepatutnya seorang suami bertanggung jawabmenafkahi istri nmun perlu sikap qonaah dari istri untuk tidak boleh menuntut lebih dari pendapatan halal sebatas kemampuan sang suami.

Firman Allah swt: a�?Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.a�? (QS ath-Thalaq 7)keluarga-sakinah-islami

6. Terciptanya keharmonisan dalam hubungan keluarga

Sahabat ihram seorang suami dituntut untuk lebih bisa bersabar ketimbang istrinya, dimana istri itu lemah secara fisik atau pribadinya. Begitu juga sebaliknya. Jika salah seorang dituntut untuk melakukan segala sesuatu sendiri maka ia akan buntu. Tidak boleh terlalu keras ataupun berlebihan dalam menegur dan meluruskan yang salah, karena itu berarti membengkokkannya dan berarti menceraikannya.

Rasulullah saw bersabda: a�?Nasehatilah wanita dengan baik. Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk dan bagian yang bengkok dari rusuk adalah bagian atasnya. Seandainya kamu luruskan maka berarti akan mematahkannya. Dan seandainya kamu biarkan maka akan terus saja bengkok, untuk itu nasehatilah dengan baik.a�? (HR Imam al-Bukhari dan Muslim)

Maka dalam rumah tangga masing-masing harus menyadari dan bisa memaklumi kelemahan yang lain, dan mesti bersabar untuk menghadapi pasangannya. Seorang suami seyogyanya tidak terus-menerus mengingat apa yang menjadi bahan kesempitan keluarganya, alihkan pada beberapa sisi kekurangan mereka. Dan perhatikan sisi kebaikan niscaya akan banyak sekali. Begitupun sebaliknya.

Dalam hal ini maka berperilakulah lemah lembut. Sabda Rasulullah saw: a�?Orang mua��min yang paling sempurna imannya adalah mereka yang paling baik budi pekertinya dan paling lemah-lembut perilakunya kepada ahli keluarganyaa�? (HR Imam at-Tirmidzi, an-Nasaa��i dan al-Hakim)

Ayah Bunda;A�Bagaimana mungkin akan tercipta ketentraman, kedamaian dan cinta kasih itu: jika pemimpin keluarga itu sendiri berperangai keras, mudah marah, tak menerima kritikan, sedikit lama bertindak, jika masuk terlalu banyak mengungkit-ungkit kebaikan dan jika keluar selalu berburuk sangka. Maka perlu dimaklumi bahwa interaksi yang baik dan sumber kebahagiaan itu tidaklah tercipta kecuali dengan kelembutan dan menjauhakan diri dari prasangka yang tak beralasan. Dan kecemburuan terkadang berubah menjadi prasangka buruk yang menggiringnya untuk senantiasa menyalah tafsirkan omongan dan meragukan segala tingkah laku. Ini tentu akan membikin hidup terasa sempit dan gelisah dengan tanpa alasan yang jelas dan benar.

Bersabda Rasulullah saw: a�?Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik perlakuannya kepada ahli keluarganyaa�? (HR Imam at-Tirmidzi)

Maka demikianlah bagaimana sebuah keluarga islami dibangun, bukan hanya sebagai pelengkap dan pemenuhan perintah Allah tetpi lebih dari itu keluarga adalah kapal layar besar yang hanya dinahkodai satu imam dan seorang istri. Maka tidaklah pada siapapunA� keluarga islami itu terbentuk selain dua orang tersebut beristiqomah mengokohkannya.