Jika memang tidak mau hidup miskin, maka berhaji atau umrohlah.

Ibadah haji adalah rukun islam yang kelima.diwajibkan kepada hamba yang mampu(Istithaa��ah). Allah SWT berfirman:

a�?Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.a�? (QS. Ali a�?Imran: 97)

Dalam kitabnya al-Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil a�?Aziiz, asy-Syaikh a�?Abdul a�?Azhim Badawi berkata: a�?Kemampuan (untuk mengadakan perjalanan ke Baitullah) terwujud dengan beberapa syarat:

  1. Kesehatan jasmani.
  2. Memiliki bekal yang cukup untuk pergi dan kembali, serta mencukupi segala hajat/ kebutuhannya dan kebutuhan orang- orang yang menjadi tanggungjawabnya dalam hal nafkah.
  3. Keamanan dalam perjalanan (menuju tanah suci).

Dari pengertian tersebut seharusnya memang tidak muncul sebuah pemikiran yang salah bahwa ibadah haji dan umrah hanya membuang-buang uang saja dan termasuk pemborosan. Tentu ini pemikiran yang salah besar.

Mengapa? sahabat ihram ini adalah beberapa alasan untuk menampik pernyataan tersebut:

  1. Ibadah haji dan umrah hanya diwajibkan bagi mereka yang mampu saja

Tentu bukan pemborosan dan pemaksaan jika diwajibkan bagi yang mampu saja. Mampu dalam artian mampu dari segi harta dan fisik. Jika tidak mampu maka tidak diwajibkan.

Allah SWT A�berfirman;

a�?Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.a�? (QS. Ali Imran: 97).

  1. Ibadah Haji dan Umrah adalah perintah dari Allah, Rabb semesta Alam

Yang namanya perintah dari Allah tentu harus dilaksanakan. Karena kita seorang hamba yang harus patuh terhadap Rabb-nya. Perlu diketahui juga bahwa semua perintah dalam syariat adalah untuk kebaikan dan kemashlahatan manusia.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Saa��di rahimahullah berkata dalam risalahnya,

a�?Agama dibangun atas dasar yaitu mewujudkanA�mashlahat dan menolak berbagai keburukana�?

Kemudian beliau menjelaskan;

a�?Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara menyeluruha�?

Terkadang manusia hanya menghitung dengan logikanya saja dan terlalu berhitung secara matematika, padahal Allah lebih mengetahui apa yang terbaik baik hamba-Nya.

  1. Ibadah Haji dan umrah bisa menghilangkan kemiskinan

Meskipun ibadah haji adalah ibadah yang tergolong ibadah mahal karena membutuhkan bekal bukan hanya niat dan fisik yang kuat tetapi juga materi, tetapi persepsi ibadah ini menghabiskkan harta adalah salah. Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda,

a�?Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.a�?

Syaikh Abul a�?Ula Al-Mubarakfuri rahimahullah menjelaskan bahwa maksud menghilangkan kemiskinan di sini bisa bermakna dzahir atau makna batin.A�Beliau berkata,

a�?Haji dan umrah menghilangkan kefakiran, bisa bermakna kefakiran secara dzahir, dengan terwujudnya kecukupan harta. Bisa juga bermakna batin yaitu terwujudnya kekayaan dalam hati.a�?

Qanaa��ah adalah kekayaan terbesar dalam hidup manusia, merasa bahagia dengan apa yang Allah berikan walaupun orang lain (orang kaya) menganggapnya kurang.

  1. Ibadah ini memberi ketenangan dan kebahagiaan, sangat rasional jika seseorang mengeluarkan harta untuk mencarinya

Tentu dengan beribadah dan mengingat Allah maka hati akan tenang, bahagia dan tentram. Terlebih beribadah di depan kaa��bah dan kota yang diberkahi yaitu Mekkah dan Madinah.

Allah Taa��ala berfirman, a�?(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenterama�?. (Ar- Raa��d: 28).

Sahabat ihram banyak orang yang keluar negeri untuk berwisata, mencari kebahagiaan dan refreshing. Tentu mereka menghabiskan dana yang tidak sedikit. Tentu tidak ada yang salah jika seorang muslim juga mengeluarkan biaya ke luar negeri (Saudi) untuk mencari kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki melalui ibadah.