Janji surga pada setiap gerak orang yang menunaikan haji itu seperti ini.

Jika menanyakan bagaimanakah ibadah haji dalam islam di pandang secara benar , maka kembali lagi kita mengingat hal ini. Haji adalah rukun Islam yang kelima, hal ini berdasarkan riwayat dari Abdullah bin Umar radhiyallahu a�?anhuma bahwa Rasulullah shallallahu a�?alaihi wasallam bersabda;

a�?Islam dibangun atas lima dasar: bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunuaikan zakat, haji dan puasa Ramadhana�? (HR. Bukhari dan Muslim).

Ini berarti ketika siapa saja yang meninggalkan haji dengan sengaja karena tidak mengakui kewajibannya maka sungguh ia telah kafir kepada Allah SWT.

a�?Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam) QS. Ali Imran: 97

Sahabat ihram ibadah haji disyaratkan untuk mereka yang mampu, maka kerugian bagi siapa yang diluaskan rizqinya dan tidak mengunjungi Bait Allah al-Haram, Jangan di anggap beban ibadah, tidak akan muncul pemikiran tersebut jika kita paham Beberapa Keutamaan Ibadah Haji.

  1. Tiada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.

Abu Hurairah radhiyallahu a�?anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu a�?alaihi wasallam bersabda: a�? tiada balasan bagi mereka haji yang mabrur keculai surgaa�?

  1. Ibadah haji berfungsi sebagai penghapus dosa,sehingga seakan seperti keluar dari rahim ibu, bersih tanpa dosa.

a�?Barangsiapa yang berhaji tanpa berbuat rafats (segala syahwat lelaki kepada perempuan) dan kefasikan (maksiat), maka akan kembali dalam keadaan sebagaimana dia dilahirkan ibunyaa�?. (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Ibadah haji adalah jalan bagi seseorang agar dibebaskan dari neraka.

Aisyah radhiyallahu a�?anha meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda;

a�?Tiada suatu haripun yang di situ Allah membebaskan hamba-Nya dari neraka lebih banyak dari hari Arafaha�?. (HR. Muslim)

  1. Orang yang menunaikan ibadah haji adalah tamu undangan Allah dan akan diberikan apa yang mereka minta.

Abdullah bin Umar radhiyallahu a�?anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu a�?alaihi wasallam bersabda:

O�U�U�O?UZO�O?U?US U?U?US O?UZO?U?USU�U? O�U�U�U�U?O? U?UZO�U�U�O�UZO�O�U?U�O? U?UZO�U�U�U�U?O?U�O?UZU�U?O�U? U?UZU?U�O?U? O�U�U�U�U? O?UZO?UZO�U�U?U�U� U?UZO?UZO�UZO�O?U?U?U�U?O? U?UZO?UZO?UZU�U?U?U�U? U?UZO?UZO?U�O�UZO�U�U?U�U� a�?.

Artinya: a�?Orang berperang di jalan Allah, orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah adalah tamu undangan Allah, Allah memenggil mereka lalu mereka memenuhinya dan mereka memohon kepada Allah maka Allah memberikan permintaan merekaa�?. (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah)

  1. Haji adalah jihad bagi wanita muslimah.

Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam ditanya oleh Aisyah radhiyallahu a�?anha:a�?Wahai Rasulullah, aku melihat jihad adalah amalan yang paling utama, bagaimana kalau kita berjihad?a�?, beliau menjawab:

U�UZO�, U�UZU?U?U�UZU� O?UZU?U�O�UZU�UZ O�U�U�O�U?U�UZO�O?U? O�UZO�U?U� U�UZO?U�O�U?U?O�U?

Artinya: a�?Jangan, tetapi jihad yang paling utama (bagi kalian para wanita) adalah haji mabrura�?. (HR. An Nasai dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih An Nasai)

  1. Setiap langkah kaki jamaah haji dan hewan tunggangannya bernilai 1 pahala, 1 penghapusan dosa dan 1 tingkat pengangkatan derajat.

Ubadah bin Shamit radhiyallahu a�?anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu a�?alaihi wasallam bersabda:

O?U�UZU� U�U?UZ U�U?U� O�U�O?UZO�O�U? O?U?O�UZO� O?UZU�UZU�U�U�O?UZ O�U�O?USO?UZ O�U�O?O?USU�UZ O?UZU�U� U�O�UZ O?UZO�U?O?UZ U�O?U�O�U� U?UZU�O�UZ O?O�O?UZU�UZO� O?U�O?UZ U?O?O�O?O?U?U?UZ O?U?U�O�UZU� U?U?O?U?O?UZO? U�U?UZ O�O?U�O�U? U?O�U?U?U?O?UZO?U� U�U?UZ O?O�O�O�U?

Artinya: a�?Sesungguhnya pahala yang kamu miliki, jika berjalan menuju Rumah Suci (Kaa��bah) adalah tidaklah kamu dan hewan tungganganmu mengangkat telapak kaki atau meletakkannya, melainkan dituliskan bagimu 1 kebaikan dan diangkatkan bagimu 1 derajata�?. (HR. Ath Thabarani dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Targhib wa At Tarhib)

Dan di dalam riwayat lain dari Abdullah bin Umar radhiyallahu a�?anhuma Rasulullah shallallahu a�?alaihi wasallam bersabda yang artinya: a�?Sesungguhnya jika kamu keluar dari rumahmu menuju Rumah suci (Kaa��bah), tidaklah hewan tunggaganmu meletakkan telapak kaki dan mengangkatnya melainkan AllahA�telah menuliskan bagimu dengan satu kebaikan dan menghapuskan darimu satu kesalahana�?. (HR. Ibnu Hibban dan menurut Al Haitsamy para perawinya adalah perawi-perawi yang terpercaya, hadits ini juga dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Targhi wa At Tarhib)

  1. Wukuf di Arafah bagi jamaah haji menghapuskan dosa meskipun sebanyak butiran pasir atau rintikan hujan atau buih di lautan.

Sebuah hadist berbunyi : a�?Adapun wukufmu di Arafah, maka sesungguhnya Allah akan turun ke langit dunia, lalu membanggakan kalian di depan para malaikatnya, seray berfirman: a�?Hamba-hamba-Ku telah mendatangi-Ku dalam keadaan lusuh, dari setiap penjuru, mereka berharap surga-Ku, meskipun dosa-dosa kalian sebanyak butiran pasir atau rintikan hujan atau buih di lautan, sungguh Aku telah mengampuninya, kembalilah kalian wahai para hamba-Ku dalam keadaan sudah diampuni dosa-dosa kalian dan bagi siapa saja yang telah kalian mintakan syafaat untuknyaa�?. (HR. Ibnu Hibban dan Ath Thabrany di dalam kitab Al Mua��jam Al Awsath dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Targhib Wa At Tarhib)

  1. Sekali lemparan Jumrah menghapuskan dosa.

Abdullah bin Umar radhiyallahu a�?anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu a�?alaihi wasallam bersabda:

Artinya: a�?Adapun lemparan jumrahmu, maka setiap batu yang kamu lemparkan merupakan penebus sebuah dosa besar yang membinasakana�?. (HR. Ibnu Hibban dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Targhib Wa At Tarhib)

  1. Sekali Ucapan Talbiyah dijanjikan surga.

Abu Hurairah radhiyallahu a�?anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu a�?alaihi wasallam bersabda yang Artinya:

a�?Tidaklah seorang mengucapkan talbiyah atau mengucapkan takbir melainkan akan dijanjikan dengan kebaikana�?. Rasulullah shallallahu a�?alaihi wasallam ditanya: a�?Wahai Rasulullah, apakah dijanjikan dengan surga?a�?, beliau menjawab: a�?Iyaa�?. (HR. riwayat Ath Thabrany di dalam kitab Al Mua��jam Al Awsath dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Targhib wa At Tarhib)