Beberapa shalat sunnah rawatib ini akan menjadikan kita pemilik istana megah di surga.

Shalat sunnah rawatib; siapa yang tidak ingin kelak menjadi penghuni surga? apalagi menjadi pemilik sebuah istana di tempat yang keindahannya tak sekalipun mata mampu menerawang dan mampu melukiskan.A� Dalam firman-Nya dalamA�haditsA�qudsi,A�Allah menjelaskan surga yaitu apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati semua manusia (QS. As-Sajdah: 17)

Subhanallah bukankah yang demikian sungguh janji yang teramat indah bagi seorang hamba.

Sahabat Ihrom, mendambakan bahkan meraih surga Allah ternyata sangat mudah. Bukankah Allah telah menuntun kita dengan agama islam yang penuh rahmat, juga Rasul yang sangat pemurah akan syafaat (pertolongan) bagi umat. Dengan menjalankan syariat dan sunnah serta menjauhkan diri dari larangan agama sudah barang tentu kita adalah golongan yang di rindukan surga. Bahkan ada janji Allah bagi hambanya akan sebuah Istana di surga bagi penjaga ibadah ini. Taukah engkau ibadah apa yang kelak di janjikan istana sebagai gantinya di surga? Hadist inilah yang akan menjawabnya:

Ummi Habibah rodhiyallahu ‘anha pernah mendengar Rasulullah bersabda: Allah SWTA�pasti membangun sebuah istana di surga bagi orang yang shalat sunnah tulus karena Allah-sebanyak dua belas rakaat setiap hari. (HR. Muslim). At-Tirmidzi.sholat sunnah rawatib

Maha Suci Alllah, bukan sebuah ibadah wajib. Empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya dan dua rakaat sebelum Shubuh. Shalat sunnah rawatib yang seringkali disebut sholat sunnah Rowatib ini adalah ibadah yang digantikan sebuah istana di surga kelak. Ibarat kata mengambil sebuah cicilan, inilah rangkaian sholat sunnah rawatib baa��diyah dan qobliyah yang hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang dikukuhkan ini memiliki keutaman yang sangat besar. Berikut ulasan lengkapnya :

  1. Sunnah qobliyah subuh

Shalat sunnah rawatib dua rokaat sebelum sholat fardhu subuh ini selain sebagai pemanasan ibadah kita juga sungguh memiliki faedah yang luar biasa. Aisyah rodhiyallahu ‘anha meriwayatkan Rasulullah bersabda:A�Salat dua rakaat sebelum subuh, itu lebih baik daripada dunia dan segala isinya. (HR. Muslim).

Di dalam riwayat lain,A�Rasul teramat mencintai suatu hal jika dibandingkan dunia dan isinya yakni Dua rakaat itu (dua rokaat sebelum subuh) karena amalan itu banyak manfaatnya mengandung banyak keistimewaan dan rahasia. Dan dalam mengerjakan shalat tersebut, Beliau selalu meringankannya. Tentu saja jika shalatnya ringan atau cepat, ayat atau surat yang dibaca pun pasti pendek. Dalam hadist yang di riwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anha disebutkan;

a�?Aku mengamati Nabi Shallallahu a�?Alaihi wa Sallam selama sebulan, beliau membaca dalam dua rakaat sebelum fajar: Qul ya ayyuhal kaafirun dan Qul huwallaahu Ahad.a�? (HR. At-Tirmidzi, dia berkata bahwa ini adalah hadist hasan)

Dalam hadist di atas dijelaskan bahwa Rasulullah membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam shalat fajarnya. Sesuai dengan urutan surat-surat Al-Qura��an dan bunyi hadist, surat Al-Kafirun beliau baca pada rakaat pertama. Sedangkan surat Al-Ikhlas dibaca pada rakaat kedua.Muslims_perfom_sunnah

  1. Sunnah qobliyah dan baa��diyah dzuhur

Seperti shalat sunnah rawatib qobliyah subuh, shalat sunnah rawatib selajutnya adalah sholr qobliyah dan baa��diyah dzuhur yang memiliki faedah yang luar biasa. Ummi Habibah rodhiyallahu ‘anha berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda: Allah SWTA�pasti mengharamkan api neraka bagi orang yang menjaga empat rakaat sebelum dan setelah Dzuhur. (HR. Ahmad).

Saat Qobliyah Dzuhur adalah saat pintu langit sedang dibuka, Rasulullah senang sekali bila amal shalehnya diangkat saat terbaik itu Abdullah bin as-Saib meriwayatkan, Rasulullah pernah shalat empat rakaat setelah matahari tergelincir sebelum Dzuhur, kemudian beliau bersabda:A�Saat ini pintu langit sedang dibuka, aku lebih suka agar amal salehku diangkat pada saat itu. (HR. At-Tirmidzi).

  1. Sholat qobliyah ashar

Berbeda dengan dzuhur, dalam sholat ashar hanya ada 4 Raka’at sebelum Ashar. Mengapa tidak terdapat sholat baa��diyah atau sholat sunah sesudahnya, karena dalam keyakinan beberaa ulama mengharamkan shalat sunnah rawatibA�apapun setelah sholat ashar.A� Dalam sebuah hadist berikut disebutkan keutamaan sholat sunnah qobliyah ashar

a�?Allah akan menyayangi kita dengan rahmat-Nya Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan, Rasulullah bersabda: AllahA�Menyayangi orang yang shalat sunnah empat rakaat sebelum Ashar.a�? (HR. Abu Dawud).sholat-dhuha

  1. Qobliyah dan baa��diyah maghrib dan isyaa��

sholatA�qabliyahA�danA�ba’diyahA�maghrib dan isya’, diantara shalat sunnah yang dianjurkan (sunnah muakkadah) adalah dua rakaat sebelum shalat magrib sebagai Sholat Sunnah rawatib Qabliyah dan dua rekaat setelahnya sebagai Sunnah Baa��diyah. Begitu pula dengan shalat isya (dua rakaaa��t sebelumnya dan sesudahnya). Hal ini berdasar pada hadits riwayat bukhari muslim. Bahwasannya Rasulullah saw shalat dua rakaat sebelum dan sesudah dhuhur,dua rakaat sesudah magrib dan dua rakaat sesudah isya dan dua rakaat setelah shalat juma��ah.

a�?Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat sunnah rawatib.a�? Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, a�?Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.

Dalam kitab nIhayatuz zain dijelaskan secara mendetail bacaan yang disunnahkan untuk baa��diyah magrib. Yaitu pada rakaat pertama setelah al-fatihah membaca suratA�al-KafirunA�dan pada rakaat keduaA�al-Ikhlash.

Terkadang prioritas ibadah kita hanya pada suatu yang bersifak keharusan atau wajib saja, Padahal Alah senantiasa membuka pintu pahala yang teramat lapang termasuk dalam ibadah-ibadah sunnah Nya. Semoga kita tergolong kaum yang menegakkan sunnah dan senantiasa mejaga ibadah.