Info untuk calon pendaftar Hji, ini daftarA�biaya Haji 2017

Ramdhan sebentar lagi, dan seusai itu akan datang masa-masa istimewa untuk umat muslim yang akan berhaji untuk melaksanakan ibadahnya. Tahukah anda sahabat ihram, pada tahun 2017 ini telah di tetapkan tarif baru yang telah di sepakati oleh kementrian agama pada rapat kerja komisi VIII DPR. A�Berapakah tariff haji untuk 2017? Berdasarkan info yang telah di himpun, jumlah yang harus dibayarkan adalah Rp 34.890.312. bagaimanakah rinciannya ?

Untuk komponen penerbangan seperti tiket, pelayanan sejenisnya sejumlah kisaran 26 juta, kemudian pemondokan makkah mencapai 4.375 real atau sekitar 3,5 juta. Besaran living allowance berkisar antara 5,4 juta, kurang lebihnya adalah untuk keperluan tersebut.

Apakah yang demikian berat? Semoga untuk niatan beribadah kepada Allah dan memenuhi panggilan baitullah tentu tidaklah tarif yang berat. Insya allah.

Sahabat ihram tujuan kenaikan tarif ini tentulah untuk pemenuhan kebutuhan sendiri dan penggaransian ibadah kita di Makkah. Mengapa ini artinya memberikan jaminan terhadap diri sendiri saat ibadah. Sementara berbicara masalah resiko, bisa terjadi dan bisa tidak terjadi. Maka yang perlu adalah memasarahkan dan bertawakkal kepada Nya. Tentunya tarif ini di gunakan untuk tujuan yang jelas dan bukan sebuah spekulasi yang tidak tentu. Karena gharar atau ketidakjelasan adalah sebuah larangan agama.

Dalam hadis dari Abu HurairahA�radhiyallahu a�?anhu,A�beliau mengatakan,

U�UZU�UZU� O�UZO?U?U?U�U? O�U�U�U�UZU�U? -O�U�U� O�U�U�U� O?U�USU� U?O?U�U�- O?UZU�U� O?UZUSU�O?U? O�U�U�O?UZO�UZO�U?

RasulullahA�shallallahu a�?alaihi wa sallamA�melarang jual beli gharar. (HR. Ahmad 7411, Muslim 3881 dan yang lainnya)

Gharar dilarang, karena mengandungA�mukhatharahA�(untung-untungan). Dan itulah alasan terbesar diharamkannya judi. Karena untung-untungan, pemicu terbesar permusuhan,

USUZO� O?UZUSU�U?U�UZO� O�U�U�UZO�U?USU�UZ O?UZU�UZU�U?U?O� O?U?U�U�UZU�UZO� O�U�U�O�UZU�U�O�U? U?UZO�U�U�U�UZUSU�O?U?O�U? U?UZO�U�U�O?UZU�U�O�UZO�O?U? U?UZO�U�U�O?UZO?U�U�UZO�U�U? O�U?O�U�O?U? U�U?U�U� O?UZU�UZU�U? O�U�O?U�UZUSU�O�UZO�U�U? U?UZO�O�U�O?UZU�U?O?U?U?U�U? U�UZO?UZU�U�UZU?U?U�U� O?U?U?U�U�U?O�U?U?U�UZ .A�O?U?U�U�UZU�UZO� USU?O�U?USO?U? O�U�O?U�UZUSU�O�UZO�U�U? O?UZU�U� USU?U?U�U?O?UZ O?UZUSU�U�UZU?U?U�U? O�U�U�O?UZO?UZO�U?UZO�UZ U?UZO�U�U�O?UZO?U�O�UZO�O?UZ U?U?US O�U�U�O�UZU�U�O�U? U?UZO�U�U�U�UZUSU�O?U?O�U? U?UZUSUZO�U?O?U�UZU?U?U�U� O?UZU�U� O�U?U?U�O�U? O�U�U�U�UZU�U? U?UZO?UZU�U? O�U�O�U�UZU�UZO�O�U? U?UZU�UZU�U� O?UZU�U�O?U?U�U� U�U?U�U�O?UZU�U?U?U�UZ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah.(QS. al-Maidah: 90-91)

Bagaimana jika harga barang dinaikkan agar bisa memberikan garansi?

Jika di sandarkan atas kenaikan tariff haji. Kembali kepada prinsip, gharar yang sifatnya mengikuti, dibolehkan. Seorang pemilik kuasa dibolehkan untuk memberikan layanan kepada masyarakat dengan harga berapapun sesuai yang dia inginkan, selama tidak terlalu jauh melebihi harga pasar. Termasuk menaikkan tariff haji karena mengikuti kebutuhan yang berkembang dan agar bisa memberi garansi untuk terbaik bagi ibadah haji.

Karena yang ditransaksikan itu barangnya dan bukan jaminan ibadahnya. Masalah ada kenaikan harga, sehingga hingga tariff ini lebih mahal, ini kembali kepada hak pilih sebagi calon jamaah haji. Karena dia punya hak khiyar (pilih) untuk menentukan apakah lanjut keinginan berhaji ataukah mundur

Jika untuk ibadah dan kenyamanan diri sendiri seyogyanya seorang muslim tidak perlulah untuk menimbang ulang dan memperlama keragu-raguan. Semoga bermanfaat sahabat ihrama��