Kisah nyata; Hajinya Pejabat dengan Uang tidak Halal

0
1974

Ingat kisah haji pejabat dengan uang yang tidak halal ini!

“Tanya pada diri anda sendiri, dari mana anda mendapat uang sebanyak itu? “Ini adalah kisah lain lagi tentang seorang pejabat tinggi jamaah haji dari Indonesia juga, yang mendapat musibah sewaktu menjalankan ibadah tawaf” terang abah Yusuf.

Sejak dari tanah air sewaktu menjalani manasik haji, para calon jamaah haji biasanya sudah diingatkan untuk tidak membawa barang-barang berharga termasuk uang dalam jumlah yang banyak saat menjalankan ibadah tawaf. Sebaiknya barang berharga atau uang dititipkan di safe deposit box yang biasanya selalu ada di setiap hotel.

Walaupun Masjidil Haram adalah (jelas) tempat suci untuk beribadah, tapi nampaknya masih tetap saja ada orang yang berpikiran jahat untuk memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan itu. Sudah tidak terhitung banyaknya jamaah yang dari berbagai negeri di belahan bumi ini yang menjadi korban tangan jahil, kehilangan barang berharga maupun uang tunai sewaktu menjalankan ibadah tawaf utamanya.

Konon demikian pula dengan nasib sang Pejabat Tinggi dari Indonesia tersebut. Alangkah kagetnya ketika setelah melakukan ibadah tawaf ternyata tas pinggangnya telah berlubang, dan tentunya uang tunai yang ada di dalamnya ludes. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, hampir mendekati tigapuluh ribu dolar Amerika Serikat! Sang Pejabat pun berang bukan kepalang. Dengan segera dia mencari lokasi dimana Komandan Askar penjaga Masjidil Haram berada.

Disitu dia meluapkan amarah dan kekesalannya, bagaimana mungkin tempat sesuci Masjidil Haram bisa dikotori oleh tangan-tangan jahil dan jahat. Ia mempertanyakan pula sejauh mana tugas pengamanan yang dilakukan oleh Askar terhadap keamanan para jamaah. Bagaimana bisa dia kehilangan uang dalam jumlah sangat banyak yang sudah tersimpan rapi dalam tas pinggangnya.

Tak melayani debat kusir, konon Komandan Askar hanya bertanya dengan tenangnya “Coba anda bertanya pada diri sendiri, dari mana anda mendapat uang sebanyak itu?” terkuncilah mulut sang Pejabat Tinggi tersebut mendapat jawaban demikian. Dengan bukti terkuncinya mulut si pejabat itu, orang-orang yang ada disekitarnya dan kebetulan mendengar ocehan tersebut berbisik “mungkin uangnya yang segitu banyaknya itu dia dapatkan dengan cara tidak benar”.

Selain ada pejabat yang kecopetan, ternyata ada juga orang-orang yang masih sempat berbisik tentang orang lainnya. Ya…begitulah kejadian-kejadian yang unik dan tidak bisa dijangkau dengan akal.