Muslim Harus Baca, Ini Cara Hindari Penyakit Meningitis Saat Umrah Dan Haji

0
216

Hindari Meningitis dengan beberapa cara ini

Pada musim haji dan umroh, manusia dari seluruh penjuru datang ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah, termasuk negara-negara di Afrika, endemis meningitis. Hal ini diduga memicu menjangkitnya meningitis pada jemaah dan petugas yang melayani jemaah.

Sahabat ihram, Meningitis Meningokokus merupakan infeksi menular yang menyerang selaput otak. Penyebabnya Neisseria Meningitidis. Penularan dari manusia ke manusia melalui sekret saluran pernafasan atau droplet ataupun air liur alias saliva. Masa inkubasinya 3-4 hari.

Untuk memahami bagaimana infeksi meningitis berikut Gejala-gejala mengingitis, yakni demam tinggi, mual,muntah, sakit kepala, kaku kuduk, photofobio, ketahanan fisik melemah. Gejala awalnya flu biasa, namun bertambah berat dengan panas tinggi dalam waktu singkat, 12-24 jam sejak awal gejala.

Timur Tengah secara umum, khususnya Arab Saudi adalah tempat kita akan melaksanakan ibadah haji atau umrah merupakanendemis Meningitis Meningokokus sehingga untuk mencegahnya, setiap muslim yang ingin pergi ke Arab Saudi perlu melakukan suntik vaksin, biasanya di laksanakan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta.

Pemberian vaksin Meningitis Meningokokus merupakan syarat mutlak bagi semua calon jemaah haji dan umrah. Ketentuan ini dibahas dalam Nota Diplomatik Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta Nomor 211/94/71/577 tanggal 1 Juni 2006. Disebutkan, setiap pendatang ke Arab Saudi, termasuk jemaah haji dan umroh diwajibkan melakukan vaksinasi meningitis quadrivalent (ACWY135). Pemberian vaksin dilakukan maksimal dua minggu sebelum keberangkatan, karena efektifitas vaksin mulai terbentuk 10-14 hari setelah pemberian. Setelah memperoleh vaksinasi Meningitis Meningokokus, barulah calon jemaah umrah akan diberikan kartu International Certificate of Vaccination (ICV) sebagai syarat memperoleh izin visa dari Pemerintah Arab Saudi.

Tetapi jamaah haji harus tau ini ternyata perlu adanya penyadaran bersama bagi jemaah haji umroh untuk tidak menerima ICV palsu tanpa di vaksin. sesungguhnya untuk dapat mengetahui ciri-ciri ICV asli, yaitu dengan cara merawang tiap lembar ICV, di lembar yang asli akan tampak burung garuda, sama halnya seperti memeriksa uang palsu. Selain itu, setiap KKP di berbagai wilayah memiliki nomor seri yang berbeda.

ICV memiliki 2 seri, yaitu seri A dan seri B. Untuk ICV seri A, 3 digit barcode tidak terlihat mata, namun bila dipindai huruf-huruf tersebut akan tampak. Sedangkan barcode untuk seri B, 3 digit huruf barcode dapat dilihat jelas oleh mata maupun melalui pemindaian.

Menurut Kepala KKP Bandara Soekarno Hatta, dr. Imam Triyantoro, MPH, masyarakat dengan tujuan ke Arab Saudi akan mendapatkan buku I Sertifikat Suntik Meningitis jika sudah di suntik vaksin. Dengan demikian vaksinasi ini dilakukan untuk melindungi dirinya dan orang lain dari bahaya Meningitis Meningokokus. Inilah yang menjadi perhatian Kementerian Kesehatan melalui KKP Bandara Soekarno Hatta untuk melakukan pengawasan kepada masyarakat terkait pemberian vaksinasi kepada seluruh warga negara Indonesia yang akan ke Arab Saudi. Maka di perlukan kesadaran dimulai dari diri sendiri bahwa vaksin tersebut untuk kebaikan kita sendiri, mengingat bahaya meningitis yang sangat mengancam, semoga Allah melindungi kita. Amin