Hutang Ternyata Bisa Membuat Roh Tidak Tenang Jika Tidak Lunas!

0
537

Bacalah kisah yang sangat memilukan karena hutang ini.

Sahabat ihram setiap manusia pasti akan menemui akhir dari kehidupannya, yakni kematian. Dalm Firman Nya allah sebutkan:

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS Ali Imran : 185)

Maka benarlah tidak ada satu makhluk pun yang kuasa menangguhkan datangnya kematian, walau hanya sedetik, karena takdir kematian adalah hak mutlak Allah SWT. Setiap manusia, sesungguhnya selalu diburu kematian. Jaraknya pun semakin dekat dari waktu ke waktu dan meninggal. Fenomena seperti ini terjadi ketika seseorang meninggal dan harta waris telah diterima dengan semestinya.

Di dalam agama islam, tatacara pembagian harta waris yang sesuai ialah harta waris tidak boleh diwariskan kepada yang berhak sebelum hutang-hutang dari mayit telah lunas. Kenyataan yang terjadi ialah harta waris terlebih dahulu dibagikan sebelum membayarkan hutang si mayit, hingga akhirnya terjadi penundaan dalam membayarkan utang sampai akhirnya hutang dilupakan. Bagaimanakah islam memandang hal ini dan apa ganjaran yang mungkin akan diterima oleh si mayit akibat hutangnya tidak terbayarkan? Berikut pemaparannya.

“Roh orang berhutang tidak dapat temui Allah S.W.T selagi hutang tak dibayar. Bahkan Rasulullah tidak akan bersolat ke atas mayat yang hutang belum dijelaskan – ada hadis. Sabdanya “Sesungguhnya roh orang mukmin itu tergantung dengan sebab hutangnya. Sehinggalah hutangnya dijelaskan.” (Bukhari Adn At-Tarmizi)

Hadis lain pula meriwayatkan Abu Qatadah pernah menjamin membayar hutang seorang mati sebanyak dua dinar. Setelah dijelaskan, Rasulullah bersabda “Sekarang telah sejuk kulitnya” (Al-Hakim, Ail-Baihaki, At-Tayalisi dan Ahmad).”

Na’udzubillah, akan sangat kasihan jika seorang roh tak juga tenang dan menemui kedamaiannya karena ahli waris belum melunasi urusan hutang. Padahal utang adalah kewajiban yang harusnya di tunaikan setiap manusia  di hubungan bermuamalah dan urusan sosial masyarakat. maka apabila memang anda sering terlibat dalam transaksi ini perlu juga memahami adab sederhana berhutang, diantaranya:

1) Hutang yang diberi mestilah ditulis dan disaksikan.

2) Pemberi hutang tidak boleh mengambil keuntungan atau manfaat daripada orang yang berhutang.

3) Si penerima hutang hendaklah berazam untuk melunaskan hutangnya.

4) Jika berlaku kelewatan, si penerima hutang hendaklah memaklumkan kepada si pemberi hutang.

5) Menggunakan duit yang dipinjam untuk tujuan yang baik, bukan untuk berfoya-foya atau berjudi.

6) Si penerima hutang boleh meminta ehsan pemberi hutang untuk mengurangkan hutangnya. Pengurangan ini hendaklah tanpa syarat.

7) Si penerima hutang hendaklah melunaskan hutangnya sesegera yang mungkin

8) Memberi penangguhan kepada penerima hutang jika dia memang dalam kesulitan untuk membayar hutangnya.

Setiap orang yang meninggal baginya adalah segala yang pernah dikerjakannya. Dia akan menemukan balasan atas setiap perbuatannya, jika dia berbuat baik, maka balasannya akan baik, dan jika buruk, maka balasannya ialah keburukan. Bagi mereka yang ditinggalkan harus terus mendoakan almarhum dan bersedekah atas namanya dengan harapan agar Allah mengasihani almarhum.

Semoga kelak setalah dalam kehidupan dunia kita tergolong menjadi ahli kubur yang segera menemui Allah, dengan roh yang berseri. Amin