Berkunjunglah Ke Makam Nabi Muhammad SAW Jika Ingin Dekat dengan Hal Berikut

0
131

Ternyata Makam Nabi Muhammad SAW, Menjadikan Umat Lebih Dekat

Saat sedang merindu, obat yang paling mujarab memang bertemu. Lantas bagaimana jika kita merindu dengan orang yang fisiknya saja tidak pernah kita tau, kita hanya mendengar teladannya yang luar biasa dan kecintaannya kepada umatnya. Obat yang paling mujarab untuk meluapkan rindu pada orang yang jasadnya sudah tidak lagi hidup adalah dengan datang ziarah ke makamnya.

Barisan panjang tampak di depan area Raudah, mengantre dengan tertib. Mereka semua hendak berziarah ke maqam Nabi Muhammad SAW. Walaupun cukup panjang, tapi ternyata tidak butuh waktu lama untuk bisa berada di depan pintu makam yang terbuat dari jeruji besi berwarna keemasan. Mengapa bisa cepat? Karena para askar yang menjaga tak akan membiarkan seseorang berhenti terlalu lama di depan maqam. Sama seperti di bukit Uhud maupun maqam Baqi, setiap ada yang menengadahkan tangan di depan makam, askar akan segera memperingatkannya.

Hati Anda mungkin agak berdebar saat mendekat ke pintu makam. Selalu ucapkan salam serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Manusia paling mulia yang pernah ada, bahkan orang-orang non muslim mengakui kemuliaannya. Seseorang yang bisa kita jadikan tauladan dalam segala aspek kehidupan. Beliau sukses memberi contoh bagaimana menjadi pemimpin yang benar, ahli diplomasi yang benar, panglima yang benar, pedagang dan cara bisnis yang benar, ayah yang benar, suami yang benar, kerabat yang benar, anak yang benar. Segalanya! Segala peran yang juga akan bisa kita alami, beliau sukses menjalaninya.

Tepat di bawah kubah hijau terletak makam Rosulullah SAW. Bahkan tidk cuma peran, tapi juga cara bersikap, cara menjalani roda kehidupan. Beliau tidak hanya berteori indah belaka, tapi langsung memberi contoh melalui pengalamannya sendiri. Kita bisa mengetahui bagaimana beliau bersikap saat tertindas, bagaimana bersikap saat kemenangan ditangan. Bagaimana saat fitnah menghujam, bagaimana saat pujian merayu. Bagaimana saat batu melayang dan kotoran ditumpahkan, bagaimana saat hadiah-hadiah dipersembahkan. Bagaimana saat terusir dari kampung halamannya, bagaimana saat menguasai segalanya. Bagaimana saat perang berkecamuk, bagaimana saat damai memeluk.

Bagaimana saat penghianatan terungkap, bagaimana saat penyesalan terucap. Semua beliau contohkan. Nabi Muhammad adalah guru kita, teladan kita, panutan kita, idola kita. Tak hanya manusia, jin, malaikat, bahkan alam semesta pun berlomba-lomba memuliakannya. Namun begitu mulianya beliau, sehingga justru beliau paling tidak suka saat ada orang yang berdiri untuk menyambut kedatangannya. Indah, pribadi yang indah, ahlak yang indah. Dan makam orang mulia itu kini ada di hadapan Anda. Anda bisa meluapkan segala rindu dan sesak di dada. Pertemuan apa lagi yang lebih indah selain bisa lebih dekat dengan kekasih Allah.

Di sana Anda bisa mengintip ke balik jeruji, gelap tidak ada penerangan didalam, sehingga secara samar-samar, Anda hanya dapat melihat pusara Nabi dan kedua sahabatnya, yaitu Umar bin Khatab dan Abu Bakar as Shidiq. Hanya sebentar, karena aliran antrean harus terus berjalan. Allahuma shali alla Muhammad, Ya Rabbi shali allaihi washalim . Semoga sebagai muslim kita bisa meneladani kebaikan yang dicontohkan Rosulullah, dan kelak di hari kiamat mendapatkan syafaatnya. Amin