Tatacara Mendapatkan Ijabah Do’a di Tempat Mustajab di Makkah

0
728

Para jamaah harus tau adab berdoa di tempat mustajab ini agar doanya di ijabah

Sahabat ihram, bukankah sering kali kita dengar tentang deretan tempat-tempat mustajab untuk berdoa di kota makkah saat ibadah haji? Sangat manusiawi jika seorang muslim tidak ingin menyia-nyiakan momentum haji atau umrah untuk mendapatkan keberkahan atas doa-doa dan pengharapannya. Diantara deretan tempat-tempat mustajab untuk berdoa yang paling sering kita dengar adalah multazam. Apa gerangan multazam itu dan mengapa menjadi salah satu tempat mustajab dalam berdoa saat di makkah?

Hadist inilah yang menjadi jawabannya:

Dari Amr bin Syu’aib yang mendapatkan ini dari ayahnya, ia berkata : “ saya thawaf bersama Abdullah ketika sampai dibelakang ka’bah, saya berkata : “apakah kita tidak berlindung? Abdullah berkata: “kita berlindung kepada Allah dari neraka. Ketika telah lewat, saya menyentuh hajar dan berdiri diantara rukun (hajar aswad) dan pintu (Ka’bah) maka (beliau) menaruh dada, wajah, lengan, dan kedua tangannya begini dan membentangkan lebar keduanya. Kemudian berkata “beginilah saya melihat Rasulullah SAW melakukannya “ (HR Abu Dawud dan Ibn Majah).

Multazam adalah salah satu bagian di dinding Ka’bah yang menjadi tempat di ijabahnya do’a. terletak diantara Hajar Aswas dengan pintu Ka’bah. Ia bersal dari kata Iltazamuhu yang artinya merapatkan. Hadist tersebut memaknai kebiasaan Rasulullah yang senantiasa merapatkan tubuhnya ke dinding diantara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad tersebut.

Namun hal ini tidak anjurkan oleh ulama mengingat saat ibadah haji tidak semua jamaah bisa melakukannya, dan bukan pula merupakan rukun ibadah haji dan umrah.

Lalu bagaimana doa kita kemudian dianggap menjadi harapan mustajab yang diijabah oleh Allah, ini beberapa tatacara berdoa di multazam. Meskipun ada beberapa anjuran, namun yang perlu diketahui segala atas kehendak Allah yang maha mengetahui apa yang terbaik bagi hamba Nya. Meski begitu sebagai seorang hamba ikhtiar yang tidak lekang adalah bentuk usaha yang maksimal.

  1. Mengawali dengan niatan baik dan bismillah serta memuji Allah.
  2. Membaca sholawat kepada rasulullah sebagaimana di riwayatkan oleh Anas bin Malik. “Tidaklah seseorang berdoa kecuali antara dia dan langit ada hijab, sampai dia bersholawat kepada Nabi”. Selanjutnya adalah dengan menyebut asma Allah atau sifat-sifat Allah yang baik karena dengannya maka kedekatan dengan Allah tercipta
  3. Menyampaikan doa yang diinginkan, dengan bahasa sendiri dan tidak mengharuskan dengan bahasa Arab.

Salah satu do’a yang pernah di panjatkan oleh Rasulullah adalah:

“Ya allah aku ini hamba Mu dan anak hamba Mu yang sedang berdiri dibawah rumah Mu di Multazam, aku menghadap dan bersimpuh diihadapan Mu. Aku mengharapkan rahmat Mu, takut akan siksa Mu, wahai pemberi kebajikan. Ya Allah aku memohon kepada Mu terimalah dzikirku, hilangkan dosaku, lancarkan urusanku, sucikanlah jhatiku, sinarilah kuburku, ampunilah dosaku dan aku mohon pada Mu berikanlah derajat tinggi di surga“. (HR Ahmad dan Hanbal).

Sejatinya Allah maha berkehendak atas apa yang di upayakan hamba dan memang jalan terbaik bagi hamba tersebut, tugas sebagai manusia hanyalah berikhtiar, usaha dan berdoa serta mengakhiri dengan prasangka baik kepada Allah atas upayanya. Tentunya dengan menjauhi perbuatan buruk dan amalan yang terlarang.