Layanan Kesehatan Plus Untuk Menunjang Ibadah Haji Jemaah Indonesia

Setiap orang pasti bisa jatuh sakit, dimana saja dan kapan saja. Meski kita sudah berusaha menjaga kondisi tetap fit, tetap aja kita tidak bisa menolak jika Allah memberikan kita sakit. Rasa sakit bisa jadi ujian, bisa juga peringatan agar kita ingat pada Allah. Karena itulah saat sakit kita diminta untuk lebih mendekatkan diri pada Allah.

Saat melangsungkan ibadah haji, doa dan harapan kita adalah diberi kesahatan dan kekuatan supaya lancar menjalani proses ibadah haji sampai akhir. Karena kita tidak tau kapan datangnya sakit. Maka Petugas Layanan Bimbingan Ibadah memaksimalkan pelayanan medis bagi jemaah haji yang jatuh sakit.

Sikap sigap untuk menangani jemaah yang jatuh sakit ini menjadi prioritas. Sebab saat jemaah terdeteksi penyakitnya sejak dini, penananganpun akan jauh lebih ringan daripada tim medis menapatkan jemaah yang sudah mengalami penyakit kronis.

Jemaah haji Indonesia yang sakit mendapatkan layanan kesehatan plus adalah bentuk ikhtiar dari Petugas Layanan Bimbingan Ibadah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah asal Indonesia. Selain layanan medis, pasien juga mendapatkan pendampingan psikologis dan spiritual.A�Sehingga jemaah yang sekiranya merasa mentalnya terganggung karena mengalami kejadian spiritual yang tidak bisa dicerna dengan akal, maka tim medis pun sigap menangani permasalahan spiritual ini.

Petugas Layanan Bimbingan Ibadah PPIH Daker Madinah Bambang Hari berharap, layanan ini akan dapat mempercepat proses penyembuhan pasien. Sehingga, jemaah bisa kembali ke hotelnya dan melanjutkan proses ibadah dengan khusuk.

a�?Kami (hadir) di sini dalam rangka mendampingi para pasien agar bisa ibadah walaupun dalam keadaan sakit,a�? tegas Bambang Hari, di KKHI, pada rabu tanggal 18 agustus 2017.

Setiap hari, Bambang dan pembimbing ibadah lainnya, Balqis, mengunjungi KKHI. Mereka berdua menyapa satu per satu pasien dengan bertandang ke setiap kamar rawat inap. a�?Assalamua��alaikum bapak? Apa kabar, Pak? Sehat ya? Gimana ibadahnya?,a�? sapanya.

Seluruh pasien yang terbaring sakit, tidak didampingi oleh keluarganya. a�?Maka kita yang mendampingi mereka, sekaligus meyakinkan atau memberikan ketenangan, motivasi, sehingga tidak merasa sendiri,a�? urai Hari dalam wawancara dengan MCH Daker Madinah setelah melaksanakan kegiatan bimbingan ibadah.

a�?Ketika kita hadir, secara psikologis ada timbul percaya diri (pasien) untuk kembali melaksanakan proses ibadah haji,a�? lanjutnya.

Menyinggung soal kelancaran kegiatan layanan bimbingan ibadah, Hari sangat berterima kasih kepada dokter dan perawat, khususnya di KKHI. Menurutnya, petugas kesehatan yang ada di KKHI memiliki pemahaman yang sangat baik tentang ibadah, misalnya tentang tayamum dan shalat dalam keadaan darurat.

a�?Sehingga kami sangat terbantu dan insya Allah seluruh pasien di sini tetap melaksanakan shalat lima waktu, meskipun dalam keadaan sakit,a�? tandasnya.

Jadi jemaah tidak perlu khawatir untuk menunaikan ibadah. Karena Petugas Layanan Bimbingan Ibadah akan setia mendampingi jemaah sakit hingga sembuh kembali.