Para jamaah haji harus mengetahui hal yang mengurangi pahala haji ini.

Syaikh Shalih Munajjid mengatakan, ada Haji yang sah. Namun hajinya tidak disebut mabrur. Pahala hajinya juga berkurang dengan sangat-sangat kurang.A�Sahabat ihram dan para jamaah haji ada dengan pernyataan ulama tersebut?

Dalam Ensiklopedia Fikih, Al-Mawsua��ah Al-Fiqhiyyah disebutkan bahwa berhaji dengan harta syubhat atau dengan harta hasil curian, tetap sah hajinya menurut pendapat para ulama yang ada. Namun yang berhaji dengan cara seperti itu disebut bermaksiat dan hajinya tidaklah mabrur.

Jamaah haji; Inilah pendapat dalam madzhab Imam Syafia��i dan Imam Malik. Studi kasusnya banyak para pejabat yang tersandung kasus korupsi bisa berangkat haji, atau artis dan penggelut dunia hiburan yang seringkali mengumbar aurat justru bisa dengan mudah melaksanakan ibadah ke tanah suci. Maka pelajaran yang dapat dipetik adalah meskipun kemampuan materi dan fisik memenuhi ada faktor lain yang menautkan hati dengan tanah suci dalam ibadah haji yakni niat dan nilai halal harta yang digunakan.jamaah haji

Jamaah haji; Dalam hadits shahih disebutkan bahwa Nabi SAW menyebutkan ada seseorang yang melakukan safar yang jauh, dalam keadaan badan berdebu, lantas ia menengadahkan tangannya ke langit dengan menyebut, a�?Wahai Rabbku, wahai Rabbku.a�? Padahal makanan dia dari yang haram, minumnya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram, dan ia diberi dari yang haram, bagaimana mungkin doa��anya bisa terkabul.

Sahabat ihra, pada dasarnya tanah suci adalah puncak ibadah yang dinanti dan idamkan oleh setiap muslim karena tak setiap mukallaf terpanggil namun akan menjadi sayang dan kerugian yang berat saat semua seakan tergerus pahalanya akibat harta haram dan cara yang tak dibenarkan syariah. Padahal kita tahu

  1. Haji mabrur adalah jihad yang paling afhdal

Dari a�?Aisyah-ummul Mukminin-radhiyallahu a�?anha, ia berkata;

USUZO� O�UZO?U?U?U�UZ O�U�U�UZU�U�U? O? U�UZO�UZU� O�U�U�O�U?U�UZO�O?UZ O?UZU?U�O�UZU�UZ O�U�U�O?UZU�UZU�U? O? O?UZU?UZU�O�UZ U�U?O�UZO�U�U?O?U? U�UZO�U�UZ A� U�O�UZ O? U�UZU?U?U�UZU� O?UZU?U�O�UZU�UZ O�U�U�O�U?U�UZO�O?U? O�UZO�U?U� U�UZO?U�O�U?U?O�U?

a�?Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?a�? a�?Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrura�?, jawab NabiA�shallallahu a�?alaihi wa sallam.a�? (HR. Bukhari)jemaah-haji-wukuf-di-arafah

2. Haji mabrur balasannya adalah surga

Dari Abu HurairahA�ra, RasulullahA�SAWA�bersabda;

U?UZO�U�U�O�UZO�U?U� O�U�U�U�UZO?U�O�U?U?O�U? U�UZUSU�O?UZ U�UZU�U? O�UZO?UZO�O?U? O?U?U�O�UZU� O�U�U�O�UZU�UZU�O�U?

a�?Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.a�? (HR. Bukhari Muslim). Imam NawawiA�rahimahullahA�menjelaskan, a�?Yang dimaksud, a�?tidak ada balasan yang pantas baginya selain surgaa��, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.a�? (Syarh Shahih Muslim)

Ingin sekedar berhaji, demi cari sahnya? Ataukah ingin haji mabrur yang balasannya surga?A�Namun bagaimana jika keadaannya tak mampu ?

Kalau tidak mampu dengan harta halal, tentu belum dikenakan wajib haji. Karena dalam ayat disebutkan;

U?UZU�U?U�U�UZU�U? O?UZU�UZU� O�U�U�U�UZO�O?U? O�U?O�U�U? O�U�U�O?UZUSU�O?U? U�UZU�U? O�O?U�O?UZO�UZO�O?UZ O?U?U�UZUSU�U�U? O?UZO?U?USU�U�O�

a�?Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.a�? (QS. Ali Imran: 97).labbaik-allahumma

Kata Ibnu a�?Abbas, yang dimaksud mampu di sini adalah punya kemampuan dari sisiA�zadA�(bekal) danA�al-baa��irA�(hewan tunggangan atau kendaraan).

Dalam perkataan lainnya, Ibnu a�?Abbas mengatakan bahwa siapa saja yang memiliki 300 dirham, berarti ia telah mampu menempuh perjalanan untuk berhaji.

Dan tak mungkin 300 dirham yang dimaksud Ibnu Abbas ini adalah dari haram riba, dari pinjaman bank atau dari harta haram secara umum.

Demikian point penting yang seharusnya diperhatikan oleh para muslim yang berkenan melaksanakan ibadah haji. Orientasi kemampuan kita adalah mampukah memabrurkan haji dengan niat dan harta yang halal. Bukan hanya soal gelar haji yang terselip di antara panggilan.