Ternyata ini pasar paling tua kebanggaan masyarakat Arab.

Jika orang-orang modern mengenal pasar hanya sebagai tempat transaksi jual-beli, maka orang-orang Arab klasik tidak mengenal fungsi pasar hanya sebatas itu saja. Jika orang-orang abad modern ini memahami bahwa pasar itu dibuka setiap hari, maka beda lagi dengan orang-orang Arab kuno, pasar itu bisa jadi hanya berlangsung satu tahun sekali. Dan pasar yang paling terkenal bagi bangsa Arab kuno adalah Pasar Ukaz.

Pasar Ukaz adalah pasar dimana para pedagang dan pebisnis mengadakan transaksi jual-beli. Para politisi mengadakan lobi-lobi penting. Mereka merundingkan perdamaian, persekutuan, atau bahkan membicarakan rencana peperangan. Dan di Pasar Ukaz pula para penyair dan orator unjuk kemampuan, membacakan untaian kalimat indah yang mereka susun sekaligus mengungkapkan isu-isu hangat yang sedang terjadi.

Ukaz merupakan pasar kuno yang paling terkenal di Semenanjung Arabia. Nama tersebut diambil dari apa yang dikerjakan orang Arab di tempat tersebut, mereka memamerkan prestasi dan nenek moyang mereka, unjuk kekuatan, kedermawanan, dan kepandaian melobi serta adu argumentasi. Semua aktivitas tersebut adalah makna dari Ukaz. Ia merupakan tempat orang-orang Arab berbangga-bangga dengan apa yang mereka miliki. Oleh karena itu, disebutkan at-Taa��akazha maknanya at-Tafakhara (Arab: O�U�O?O?O�U?O? O?U�O?U�U� O�U�O?U?O�O�O�), saling berbangga (Aswaq al-Arab fi al-Jahiliyati wa al-Islam, Said bin Muhammad al-Afghani, Hal: 286-289). Saat Islam tersebar, kebiasaan berbangga di Ukaz ini pun hilang (Akhbar Makkah oleh al-Azraqi, Hal: 195).

Pasar ini diprediksi pertama kali diadakan sebelum tahun 500 M.

Pasar Ukaz terletak di al-Atsdia, yakni sebuah daerah antara Makkah dan Thaif; satu malam dari Thaif dan tiga malam dari Makkah. Disebutkan, di Ukaz juga terdapat sebuah monumen yang dibuat oleh orang-orang Jahiliyah yang berfungsi sebagai tempat tawaf mereka. Letaknya di sebuah tanah lapang yang terdapat aliran air irigasi untuk perkebunan kurma. Dalam perang Fijar, orang-orang Quraisy minum di daerah Ukaz.

Pasar ini diselenggarakan pada Dzu al-Qaa��dah, yakni berlangsung sekitar 15 sampai 20 hari. Biasanya para pedagang membawa barang dagangannya menggunakan onta atau keledai menuju Pasar Ukaz. Barang dagangan yang dijual oleh pedagang Badui selain rempah-rempah terdapat permadani, bulu domba, tembikar, perhiasan, parfum, hasil bumi, peralatan, dan tenda.