Wajib di Baca! Awas Jangan Mmemanggil Pasangan dengan Panggilan Abi-Ummi

1
52813

Awas para pasangan muslim, jangan panggil pasanganmu dengan panggilan Abi-Ummi, karena panggilan itu dilarang alias haram!

Panggilan atau memanggil dalam Islam dianjurkan memakai atau memanggil dengan penuh kehormatan, kasih sayang dan kelembutan. Membiasakan diri memanggil pasangan dengan kata sayang (Humairaa) merupakan hal yang lumrah dan dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW karena beliau jika memanggil istrinya selalu dengan memakai kalimat ya humairaa yang artinya “sayangku”. Selain memberikan rasa senang pada pasangan, memanggil pasangan dengan kata sayang tentu akan membuat perasaan cinta dan kasih sayang semakin melekat dan utuh.

Jaman sekarang, telah banyak dijumpai berbagai macam panggilan diantara pasangan, bahkan sejak mereka belum halal(pacaran) telah berani memanggil lawan jenisnya dengan macam panggilan sebagai uangkapan saying mereka, tak terkecuali juga yang sudah bersatatus suami istri, yang saat ini banyak dijumpai dengan pangilan “abi-ummi, papa-mama, saying, ibu-bapak” dan sebagainya.

Namun ada beberapa hal yang harus diketahui oleh kita semua selaku ummat Islam, dimana dalam setiap perilaku dan ucapan kita terdapat aturannya yang sesuai dengan pri kemanusiaan dan terlebih sejalan dengan apa yang telah agama Islam ajarkan pada kita sekalian. Terdapat bahasan mengenai panggilan terhadap pasangan, yakni bagaimana jika kita memanggil pasangan kita dengan panggilan “abi-ummi”? berikut ulasannya;
panggilan abi ummi

Eh selain panggilan diatas, ada juga yang populer yang biasanya digunakan oleh pasangan suami istri muslim, yakni panggilannya “abi” dan “ummi” sangat akrab dalam lingkungan pasangan muslim di Indonesia. Tujuannya memang baik, namun tahukah Anda jika kita tidak memahami maknanya secara utuh, hal tersebut bisa menjadi fatal dan bisa saja diharamkan, Anda tidak percaya? Heran?

Panggilan abi atau ummi kepada pasangan merupakan Zihar. Zihar dalam hal ini menurut istilah adalam panggilan seorang suami yang mempersamakan istri dengan punggung ibunya. Seperti “Anti kazhahri ummi = Engkau bagiku laksana punggung ibuku”. Dalam agama Islam, Zhihar berdasarkan kesepakatan para ulama ialah haram. Ini dilandaskan pada firman Allah:

الَّذينَ يُظاهِرُونَ مِنْكُمْ مِنْ نِسائِهِمْ ما هُنَّ أُمَّهاتِهِمْ إِنْ أُمَّهاتُهُمْ إِلاَّ اللاَّئي‏ وَلَدْنَهُمْ وَ إِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنْكَراً مِنَ الْقَوْلِ وَ زُوراً وَ إِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ 

“Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, tidaklah isteri-isterinya itu jadi ibu-ibu mereka. Tidaklah ibu-ibu mereka melainkan yang menganakkan mereka. Dan sesungguhnya mereka telah benar-benar mengucapkan kata-kata yang munkar dan dosa. Dan sesungguhnya Allah adalah Maha Pemberi maaf lagi Pemberi ampun.” (Qs. Al-Mujadalah:2).muslim-couple

Kata “Dan sesungguhnya mereka telah benar-benar mengucapkan kata-kata yang munkar dan dosa” ialah yang mengindikasikan(qarinah) keharaman Zhihar. Turunnya ayat diatas menurut ibnu katsir turun pada saaat peristiwa yang menimpa Khuwailah binti Tsa’labah. dia berkata, demi Allah, karena peristiwa saya dan suami saya Aus bin Shamit, Allah menurunkan surat AL-Mujadalah.

Pada suatu waktu, Khuwailah bercerita; pada saat aku berada disisi suamiku, sedang dia adalah orang yang sudah tua renta. Kebiasaannya menjadi jelak dan suka membentak-bentak saya. Pada suatu saat dia masuk ketempat saya untuk memberikan sesuatu pada saya, lalu dia marah-marah dan berkata “engkau bagiku laksana punggung ibuku”. Kemudia is keluar, lalu duduk di kebun kurma beberapa lama. Kemudian dia masuk lagi kepada saya, maka tiba-tiba dia sangat menginginkan saya (untuk bersetubuh). Saya berkata padanya “jangan kau dekati saya. Demi Allah yang jiwa saya berada ditangan-NYA, jangan sekali-kali kamu menyentuh saya. karena kamu telah mengucapkan kata-kata itu (zhihar). Lalu Allah memutuskan perselisihan keduanya” (HR. Imam Ahmad dan Abu Daud).

Zhihar sejak dahulu telah lazim dikenal sebagai penyerupaan istri dengan ibu. Dan dalam ayat al-Quran juga dalam Hadis diatas Zhihar diidentikkan dengan punggung ibu, yang artinya segala sesuatu yang bisa menyerupai ibu, karena Zhihar merupakan ungkapan sebagian dengan maksud keseluruhannya. Sehingga menyamakan anggota tubuh seperti tangan, rambut, muka, tangan dan anggota tubuh lainnya dari ibu merupakan bentuk Zhihar. Hal ini merupakan pendapat mayoritas ulama Malikiyah, Hanafiyah, Syafi’iyah, dan Hambaliyah.mesra

Sedangkan untuk Zhihar yang dikatakan dengan kakak, adik/ menzhihar istri dengan mahram selain dari ibu, ulama masih pandangan yang berbeda pendapat. Semoga kita semua dijauhkan dari segala hal yang tidak baik dan ditunjukkan pada setiap hal yang baik untuk kehidupan dan kekuatan iman serta keagamaan kita. Amin….

Melihat kembali pada fenomena saat ini, dimana para pasangan sangat banyak yang menggunakan panggilan yang entah mereka paham atau tidak dan terkhusus dalam rumah-tangga orang Islam yang juga banyak kita jumpai memanggil dengan kalimat yang dilarang tersebut, maka saat inilah kita harus belajar dengan seutuhnya tentang panggilannya tersebut, bertanyalah pada para kiyai, ustadz atau orang yang mengerti tentang hal tersebut sehingga kita terhindar dari pemakaian kalimat yang diharamkan tadi. Semoga bermanfaat sahabat ihrom. Jangan lupa baca juga nih tentang panggilan yang dibolehkan ileh Rasulullah.