Ini Alasannya Kenapa Lebih Baik Berkunjung ke Makam Baqi saat Umroh

0
246

Makam Baqi ternyata salah satu dari sekian makan bersejarah kenapa banyak dikunjungi.

Selain perubahan fisik, ternyata ada juga hal lain yang berubah. Dulu jangankan didalam, memotret dari luar masjid saja sudah akan didatangi askar. Kini, kita bisa dimana saja mengambil gambar, baik itu dengan kamera ataupun ponsel. Halaman, gerbang, dalam, raudah, makam Rasulullah, bahkan makam Baqi sekali pun. Bebas. Tapi, itu hanya berlaku untuk jamaah pria, karena entah kenapa, jamaah wanita tetap ketat penjagaannya.

Setiap masuk masjid pasti semua barang bawaan akan diperiksa, bila ada kamera atau ponsel berkamera maka diminta untuk ditinggal (peraturan ini hanya berlaku di Masjid Nabawi, sementara di masjidil Haram, semua jamaah pria maupun wanita bebas keluar masuk tanpa pemeriksaan). Begitu pula makam Baqi. Dulu para jamaah hanya bisa melihat dari balik jeruji pagar pembatas, kini jamaah (lelaki) diperbolehkan masuk kedalam komplek pemakaman.

Mungkin faktor jamaah wanita yang hobi berfooto dimana-mana membuat peraturan membawa ponsel atau kamera menjadi sangat terbatas. Kita sangat tau bahwa wanita memang lebih suka narsis di tempat-tempat yang bagi mereka menakjubkan. Karena tidak ingin ritual ibadah terganggu hanya karena untuk berfoto, dengan membatasi bawaan gadget nya bisa membuat jamaah lebih berkonsentrasi saat beribadah.

Masuk ke pemakaman Baqi? Sudahkah Anda mengunjunginya. Mungkin tidak banyak jamaah yang datang. Tapi sebagian jamaah juga ada yang menjadwalkan pergi ziarah ke makam Baqi.

Baru saja melewati gerbang pemakaman, Anda akan segera disambut oleh papan besi besar yang berisi pesan bagi para peziarah, sama seperti yang ada di Jabal Uhud. Anda bisa membaca dan mengangguk-angguk mengerti. Bukan karena Anda pandai berbahasa Arab, tapi karena pesan tersebut ditulis dalam beberapa bahasa, termasuk dalam bahasa Indonesia. Kalimatnya panjang, tapi intinya adalah mengingatkan agar kita semua berdoa hanya kepada Allah. Jadi jangan takut untuk jamaah Indonesia yang tidak bisaberbahasa Arab. Salah satunya adalah berbunyi seperti ini:

Ziarah kubur disyariatkan dengan tujuan mengingat akhirat. Nabi shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya dahulu aku melarang kalian dari berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kubur, karena ia akan mengingatkanmu akan akhirat”

Dilarang berdoa (memohon) kepada orang-orang yang telah mati dan memohon pertolongan kepada mereka serta meminta syafaat dan berbagi hajat, juga dilarang mengusap-usap kuburan mereka.

Ini agar kita terhindar dari musyrik. Tampaknya pihak kerajaan benar-benar menjaga adanya kemungkinan orang mengharap selain kepada-Nya. Bahkan tak hanya papan yang mengingatkan hal itu, tetapi juga para askar yang menjaga. Setiap orang menengadahkan tangan, seolah meminta berkah pada ahli kubur, askar dengan tegas akan meminta orang tersebut menurunkan tangan. Dengan bahasa arab, askar mengacungkan jari telunjuknya ke langit. Aku tidak mengerti bahasanya, tapi mendengar ada kata-kata ‘Allah’ ikut disebutkan, aku menduga bahwa ia mengingatkan agar kita hanya boleh meminta pada Allah SWT. Segala permintaan hendaknya ditujukan hanya kepada-Nya.

Didalam komplek makam Ustman bin Affan RA, Anda akan tertegun melihat luasnya areal ini. Warna pasir yang coklat muda begitu mendominasi. Sementara tampak tumpukan-tumpukan kecil batu yang berwarna yang lebih tua. Onggokan batu-batu itulah yang menjadi nisan. Tanpa nama, tanpa dibentuk secara khusus. Burung merpati yang jumlahnya sangat banyak terlihat santai mencari makan di antara bulir-bulir pasir. Ya, hanya ada itu yang terlihat. Hamparan pasir, batu dan merpati.

Anda bisa terus melangkah, hingga akhirnya berhenti disatu makam seseorang. Tidk ada bangunan, tidak ada nisan yang berarti. Juga tidak ada gundukan tanah yang berlebihan. Cenderung rata dengan permukaan bumi. Disana terbaring jasad Khalifah Ustman bin Affan RA. Semoga yang belum bisa berkunjung ke tanah suci Makkah, bisa disegerakan. Amin