Inilah Amalan Mustajab Setelah Thawaf untuk Para Jamaah

0
753

Amalan mustajabah ini jangan sampai ditinggalkan setelah melakukan Tawaf.

Sahabat ihram pernahkah mendengar tempat bernama hijr ismail?  Hijir Ismail adalah lokasi sebelah utara Ka’bah yang dibatasi tembok yang berbentuk setengah lingkaran. Disitulah Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya dan kemudian menjadi kuburan beliau dan juga ibunya.

Ketika suku Quraisy memugar Ka’bah (606 M), mereka kekurangan dana untuk dapat membangun seukuran Ka’bah yang asli. Mereka mengurangi panjang tembok ke bagian utara sehingga Hijir Ismail semakin luas.

Oleh sebab itu, sebagian Hijir Ismail termasuk Ka’bah. Dalam sebuah riwayat disebutkan, Aisyah ingin shalat di dalam Ka’bah. Ia lalu menarik Rasulullah dengan kedua tangannya agar diajak masuk ke dalam Baitullah. Lalu Nabi SAW bersabda, “Shalatlah di dalam hijir jika memang engkau ingin memasuki Baitullah, sebab dia adalah bagian Baitullah.’’

Biasanya setelah menunaikan shalat sunah, jamaah haji dari berbagai negara memanjatkan doa di tempat itu. Mereka duduk bersimpuh. Tak sedikit dari mereka yang berdoa sembari menangis bahkan ada pula yang histeris, terutama  jamaah asal Turki, Pakistan, dan India.

Sahabat ihram, melaksanakan shalat di Hijr Ismail adalah mustahab (sunnah), karena tempat itu merupakan bagian dari Ka’bah, dan ada riwayat shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Bahwa beliau memasuki Ka’bah pada hari penaklukan kota Makkah dan mengerjakan shalat dua rakaat di tempat itu.” Muttafaqun ‘alaih dari shahabat Ibnu ra. dari Bilal ra.

Adapun shalat fardhu, maka yang lebih selamat adalah tidak mengerjakannya di dalam Ka’bah atau di Al-Hijr, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah melakukan hal itu, dan sebagian ulama mengatakan shalat fardhu tidak sah jika dilakukan di dalam Ka’bah atau di Al-Hijr, karena itu merupakan bagian dari Ka’bah.

Dengan demikian diketahui bahwa yang disyariatkan adalah mengerjakan shalat fardhu di luar Ka’bah dan di luar Al-Hijr dalam rangka mengikuti Nabi Muhammad SAW dan juga upaya keluar dari perselisihan para ulama yang mengatakan tidak sahnya shalat di dalam Ka’bah atau di dalam Al-Hijr. Semoga Allah memberikan taufik-Nya.

Doa Setelah Shalat Sunat di Hijir Ismail

Shalat sunat di Hijir Ismail dilakukan setelah shalat sunat Thawaf, bacaan surat pendek yang dianjurkan sama dengan shalat sunat thawaf, sesudah itu dianjurkan berdoa:

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لآَ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ أَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ.

Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta khalaqtanii anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu ubidzambii faghfir lii fa innahuu laa yaghfirudzdzunuuba illaa anta.

Allahumma innii as aluka min khairi maa sa alaka bihi ‘ibaadukash shaalihuuna wa a’uudzubika min syarri masta’aadzaka minhu ‘ibaadukash shaalihuun.

“Ya Allah, Engkaulah pemeliharaku, tiada Tuhan selain Engkau yang menjadikan daku. Aku ini hambaMu, memenuhi janji dan ikatan padaMu sejauh kemampuanku, sedapat mungkin aku berlindung kepadaMu dari kejahatan yang telah aku perbuat, aku kembali padaMu membawa nikmatMu dan membawa dosa-dosaku, maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain dari Engkau.”

“Ya Allah, aku mohon padaMu kebaikan yang diminta oleh hamba-hambaMu yang shaleh kepadaMu, dan aku berlindung pula padaMu seperti hamba-hambaMu yang shaleh.”

Demikianlah amalan mustajab daripada amalan seusai thawaf di hijr ismail, semoga bermanfaat untuk diamalkan. Amiiinnn y robb