Kisah Nyata; Manusia Mendapatkan Siksa Kubur Karena Hal Sepele Ini

0
191

Hal Sepele Ini Penyebab Kelak Kita Dapatkan Siksa Kubur

Sahabat ihram, Islam adalah agama yang sempurna. Semua perkara yang dibutuhkan manusia di dunia ini dan di akhirat nanti telah dijelaskan. Begitu pula dengan tujuan untuk mencapai falah atau kemenangan, diantara kemenangan yang di maksud adalah buah dari menjaga diri dari kemungkaran atau larangan agama dan menjalankan perintah ibadah tingkatan tertinggi hingga hal sepele semacam bersuci. Termasuk masalah menjaganya. Banyak ayat  al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan atau menganjurkan kebersihan. Firman Allah:

Dan pakaianmu bersihkanlah. (Al-Mudatsir/74: 4)

Dan menjaga diri dari perkara satu ini ternyata tidak banyak di sadari oleh umat muslim dapat menjadi kuci selamat siksa kubur.

Apakah perkara tersebut?

Menjaga kesucian saar membuang hajat kecil dengan menyadari bahwa air Kencing Itu Najis

Air kencing manusia termasuk najis, maka badan, pakaian, atau tempat yang terkena air kencing harus dibersihkan.  Jika tidak dibersihkan, maka itu bisa menjadi penyebab siksa kubur. Dari Anas Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersihkanlah diri dari air kencing. Karena sesungguhnya kebanyakan siksa kubur berasal darinya.” (HR. Ad-Dȃruquthnȋ dalam Sunannya, no. 459.)

Bahkan pada zaman dahulu di kalangan Bani Israil, jika baju mereka atau bahkan kulit mereka terkena air kencing, maka mereka mengguntingnya.

Dari Abdurrahman bin Hasanah ra , dia berkata: Rasulullah SAW  keluar menemui kami, Beliau membawa tameng kulit  di tangannya, lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkannya. Kemudian Beliau duduk lalu buang air menghadap kepadanya (yakni menggunakan tameng itu sebagai penutup-pen). Sebagian orang berkata (mencela Nabi) “Lihat orang ini, dia buang air seperti wanita buang air (yakni Beliau, Rasulullah sangat menjaga aurat ketika buang air-pen)”. Nabi mendengarnya, maka Beliau bersabda, “Kasihan engkau, tidakkah engkau tahu siksa yang menimpa seorang lelaki Bani Israil? Jika air kencing mengenai mereka, mereka biasa mengguntingnya dengan gunting. Lalu lelaki itu melarang mereka, sehingga dia disiksa di dalam kuburnya”. (HR. Ibnu Majah, no. 346. Dishahȋhkan oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth)

Menyepelekan najisnya menjadi penyebab Siksa Kubur.

Hadits Abdullah bin ’Abbâs ra dia berkata:

Nabi Muhammad melewati dua kuburan, lalu Beliau bersabda: “Sesungguhnya keduanya ini disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa dalam perkara yang berat (untuk ditinggalkan). Yang pertama, dia dahulu tidak menutupi dari buang air kecil. Adapun yang lain, dia dahulu berjalan melakukan namimah (adu domba)”. Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil sebuah pelepah kurma yang basah, lalu membaginya menjadi dua, kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menancapkan satu pelepah pada setiap kubur itu. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasûlullâh, kenapa anda melakukannya”. Beliau menjawab: “Semoga Allah meringankan siksa keduanya selama (pelepah kurma ini) belum kering”. (HR. Bukhari, no. 218; Muslim, no. 292)

Di dalam hadits lain Nabi juga menjelaskan penyebab keringanan siksa kubur itu adalah syafa’at Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau bersabda;

Aku melewati dua kuburan yang (penghuninya) sedang disiksa, maka Aku suka agar siksa keduanya diringankan selama kedua pelepah kurma itu masih basah. (HR. Muslim, no. 3012; dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu anhu)

Hadits di atas juga memberikan faedah agar menutupi diri ketika buang air, baik dengan masuk kamar kecil, atau jika berada di tempat terbuka dengan menjauh dari pandangan orang. Itu adalah sunnah Nabi

Maka Sahabat ihram, termasuk perbuatan kurang adab ketika sebagian orang, baik orang tua atau anak-anak, laki-laki atau perempuan, buang air di pinggir jalan. Bau kencing tersebut juga akan mengganggu orang lain, sehingga menyebabkan cacian kepada pelakunya. Alangkah agungnya agama Islam, yang memberikan pengajaran adab dan tidak merusak atau menodai fasilitas-fasilitas umum yang dibutuhkan oleh masyarakat. Semoga Allah selalu membimbing kita di atas kebaikan dan menjauhkan dari segala keburukan. Aamiin.