Pergi Haji; Doa untuk Orang yang Hendak Pergi Haji dan Umroh

0
3591

Ternyata inilah doa untuk orang yang akan pergi haji.

Jawabannya pasti ada. Dalam islam kita mengenal istilah Qiyas atau penyandaran hukum tersirat  kepada hukum-hukum yang tersurat sehingga dalam konteks ini tentu kita harus merujuk pada dalil. Pergi haji sama dengan bentuk safar lainnya. Tidak ada pengharapan seorang yang berhaji ke tanah Suci Makkah selain kembali menjadi Haji yang Mabrur. Kembali ditengah masyarakat, keluarga dengan selamat. Sehingga yang lebih tepat dalam masalah ini adalah membacakan seperti halnya do’a saat safar. Berikut ada do’a yang bisa diamalkan.

1- Do’a orang yang hendak pergi haji pada orang yang ditinggalkan

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu

(Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).”

Sumber dalilnya sendiri adalah sebuha hadist dari Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi meninggalkanku dan beliau mengucapkan, “Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya)” (HR. Ibnu Majah no. 2825 dan Ahmad 2: 358. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).pergi haji

2– Do’a orang yang ditinggalkan pada orang yang hendak pergi haji

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

Astawdi’ullaha diinaka, wa  amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik

(Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”.

Hal ini sungguh ada dalam sunnahnya , “Sesungguhnya Ibnu ‘Umar pernah mengatakan pada seseorang yang hendak bersafar, “Mendekatlah padaku, aku akan menitipkan engkau sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menitipkan kami, lalu beliau berkata: “Astawdi’ullaha diinaka, wa  amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”.(HR. Tirmidzi no. 3443 dan Ahmad 2: 7)

Selain do’a keselamatan bisa membaca do’a pada orang yang pergi berhaji;pergi haji

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ  وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallahut taqwa wa ghofaro dzanbaka wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta (Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada).”

Kisah inilah yang menjadi sandaran bahwasanya Dari Anas, ia berkata, “Seseorang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata pada beliau, “Wahai Rasulullah, aku ingin bersafar, bekalilah aku.” Beliau bersabda, “Zawwadakallahut taqwa (moga Allah membekalimu dengan ketakwaan).” “Tambahkan lagi padaku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa ghofaro dzanbaka (moga Allah ampuni dosamu).” “Tambahkan lagi padaku, demi ayah dan ibuku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta (moga Allah memudahkanmu di mana saja engkau berada).”

Sahabat ihram Bersederhana dalam amalan yang ada tuntunan dari Rasul tentu lebih baik daripada banyak amalan namun mengada-ada, jika do’a sebagai hal yang sederhana saja sudah mewakili mengapa harus berlebihan.