Inilah Alasannya Kenapa Doa Lama Dikabulkan

0
617

Doamu lama dikabulkan? Coba lihat beberapa hal ini.

Manusia adalah makhluk peminta memanglah benar. Yang paling penting manusia tidak salah meminta kepada siapa. Hanya Allah tempat meminta segala sesuatu. Tidak jarang manusia meminta ini itu tanpa melihat sejauh mana dia sudah menghamba dengan baik kepada Allah SWT.

Muslim meyakini kekuatan dari doa. Doa menjadi hal yang sering dilakukan oleh muslim dalam memohon segala kebaikan yang ada di dunia ini dan akhirat nanti. Lantas tidak cukup hanya berdoa, ikhtiar pun harus dilakukan sebagai bentuk usaha untuk merubah atau memperbaiki.

Jika doa manusia tak segera dikabulkan Allah, mungkin ada baiknya manusia mengingat sosok Ibrahim Alaihis Salam yang doanya baru dikabulkan Tuhan 3000 tahun kemudian. Nabi Ibrahim pun tak menyaksikan wujud doanya itu. Alkisah, suatu waktu Nabi Ibrahim mengajak Ismail memperbaiki Ka’bah yang tiang-tiangnya sudah banyak yang payah. Selesai merenovasi Ka’bah, Ibrahim berdoa:

“Ya Allah, utuslah di antara anak keturunan kami ini seorang Rasul yang akan membacakan ayat-ayat-Mu, mengajarkan Kitab dan Hikmah dan menyucikan umatnya”.

Dengan penuh khusyu’, lama sekali doa itu dipanjatkan Ibrahim. Air matanya tumpah. Ia berharap dari anak keturunan Ismail kelak ada yang menjadi Nabi-Rasul Allah. Seiring waktu, anak keturunan Ismail terus berkembang, tapi belum ada tanda-tanda kenabian akan datang. Hingga kemudian lahirlah seorang bayi, anak keturunan Ismail bernama Muhammad ibn Abdillah.

Dialah yang dalam usia 40 tahun diangkat menjadi Nabi. Bahkan, ia menjadi Nabi pamungkas; khatam al-nabiyyin wa al-mursalin. Melalui kisah ini, manusia diajarkan agar bersabar menunggu dikabulkannya sebuah doa. Mungkin berbulan-bulan, puluhan tahun, ratusan tahun bahkan ribuan tahun, baru doa itu dikabulkan.

Doa Ibrahim agar dari anak keturunan Ismail ada yang diangkat jadi nabi, baru dikabulkan Allah ribuan tahun setelahnya. Suatu waktu Nabi SAW ditanya, mengapa kenabian jatuh pada dirinya.

Nabi SAW bersabda, “Ini karena doanya Nabi Ibrahim, kabar gembira yang dibawa Nabi Isa, dan mimpi indah ibunda Aminah yang menyaksikan cahaya keluar dari tubuhnya hingga cahaya itu menyinari jagat raya”.

Doa seorang Nabi pun dikabulkan setelah sekian ribuan tahun. Lantas bagaimaan dengan kita yang hanya manusia biasa. Akankah kita terus menyalahkan Allah atas apa yang kita pinta tidak kunjung dikabulkan. Bahkan yang lebih  parah lagi kita menuduh Allah tidak adil karena doa yang tidak kunjung di kabulkan. Na’udzubillah.

Sebagai muslim kita tidak boleh mempunyai prasangka pada Allah. Dalam berdoa pun kita punya adab, sama halnya dengan meminta sesuatu pada orang tua kita misalnya. Harus dengan bahasa yang sopan dan akhlak yang baik.

Saat meminta pada Allah pun kita harus dalam keadaan suci hati dan pikiran. Meminta dengan baik. Rayu Allah dengan ikhtiar sungguh. Yang terakhir tentu kita harus ikhlas bersabar atas apa yang sudah Allah beri untuk kita. Karena Allah maha mengetahui apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Sebab keinginan manusia tidak ada batasnya.

Mungkin contoh seperti meminta pergi haji atau umroh. Jika kita meminta saja tanpa ada usaha untuk menuju ke Baitullah. Lantas bagaimana Allah bisa mengabulkan doa kita. Maka doalah dengan tulus hanya mengharapkan ridho Allah. Dan biarlah Allah yang menentukan.