Kisah Umroh; 7 Hal ini Akan Membuat Jamaah Indonesia Ingin Kembali Ke Tanah Suci

0
771

Inilah 7 hal yang membuat jamaah umroh terus ingin ke tanah suci.

Jika bicara soal perjalanan, maka yang terpikir dalam fikiran kita biasanya adalah melakukan serangkaian petualangan dengan tujuan bersenang-senang ke suatu wilayah baru yang belum pernah dijelajahi selama beberapa hari bersama orang terkasih entah itu teman, sahabat, keluarga, rekan kantor, dan sebagainya. Bisa dalam cakupan lokal (dalam negeri) maupun luar negeri. Mungkin itu memang hanya mimpi kecil sebagian hamba, hanya mimpi. Tapi siapa sangka perlahan-lahan Tuhan maha menghendaki sebuah do’a. inilah kisah seorang wanita muda yang telah terpanggil jiwa dan hatinya menuju baitullah.

Perjalanan satu ini memang sungguh di luar mimpi wanita muda ini, diluar impian jalan-jalan atau melanjutkan stud di luar negeri yang di sebut sebelumnya. Karena Tuhan sungguh memberi ia bonus. Bonus apakah itu? Bonus ibadah! Ya, perjalanan ini disebutnya perjalanan spiritual atau wisata religi. Karena perjalanan ini tidak hanya sekedar perjalanan biasa tapi juga bernilai ibadah. Tepat desember pada akhir tahun 2013 ia melakukan perjalanan untuk ibadah umroh ke Arab Saudi. Yang pada awalnya tidak terpikir untuk umroh. Tapi kemudian hati tersebut berbelok. Allah telah memanggilnya ke sana. Ini adalah hidayah dari-Nya

Setelah bertemu rombongan umrah di bandara Soekarno Hatta, terkejut adalah hal yang sangat wajar karena hseluruh jamaah umrah rombongan saat itu hampir selutruhnya orang tua. sempat bertanya-tanya di Mana anak mudanya? Dan ia termasuk golongan paling muda. Anak mudanya masih bisa kuhitung dengan jari.

Pengalaman ini semakin menarik saat seorang bapak tua mendekatiku dan melihat keherananku kemusian berucap

“Dari kejauhan Bapak kira dari pesantren. Anak pesantren yang mendapat juara lalu dapat hadiah umroh.”

Entah kenapa itu lucu, akhirnya terbalas dengan senyum sambil menjawab bahwa ia bukan dari pesantren. “Jarang anak muda terpikir untuk umroh. Biasanya kan anak muda senangnya jalan-jalan ke luar negeri atau menghabiskan uang untuk bersenang-senang.”
subhanallah, Benar sekali. Tidak jarang kita lihat peserta rombongan sudah uzur. Sehingga muncul perasaan merasa beruntung dan bersyukur dalam hati.

Hal yang membuat rindu ke makkah atas pengalaman umrah wanita muda tersebut adalah:

Masjid Nabawi

Saat sampai di makkah seorang pemandu memberitahukan di tengah kegelapan malam itu bahwa di sisi kanan dari penglihatan adalah Masjid Nabawi. Subhanallah meskipun tengah terkantuk-kantuk itu melek seketika karena penasaran seperti apakah Masjid Nabi Muhammad yang sering kudengar itu.

Setelah check in, pukul 2 malam hampir seluruh jamaah siap-siap menuju Masjid Nabawi.  berjalan beriringan. Begitu mulai memasuki halaman masjid, bacaan terucap doa khusus masuk Masjid Nabawi. Dalam suasana yang hening serta kilauan lampu, megahnya Masjid Nabawi. Tak pelak suasana haru merasuki kalbu. Mata pun pasti berkaca-kaca seketika. Subhanallah. Yang wajib adalah ritual tahajud, tobat, hajad, zikir, berdoa, tilawah hingga subuh tiba yang rupanya adalah pukul 5.45 waktu Arab Saudi. Istimewanya, adzan shubuh dua kali dan selalu ada sholat ghoib setelah sholat wajib berjama’ah.

Raudhah

Raudhah adalah tempat mustajab untuk berdoa di dalam Masjid Nabawi yang letaknya di dekat makam Rosulullah. Tempat tersebut ditandai dengan karpet warna hijau. Namun saat kesana mengantri dan berdesak-desakan dengan jamaah seluruh dunia yang hendak berdoa juga di sana merupakan keharusan. Ketika sampai giliran, maka menginjak karpet hijau aku langsung sholat mutlak dua rakaat dan berdoa pantang dilewatkan. menangis sambil bersujud dan berdoa. Dan ketika bangkit, maka gambaran sekitar dialami setiap jamaah

Masjid Kuba

Tempat lain yang dikunjungi selama di Madinah adalah Masjid Kuba, masjid pertama yang dibangun Rosulullah, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud. Masjid ini adalah saksi perjalana dakwah Rasulullah dalam megakkan syiar islam kala itu.

Masjidil Harom

Tempat yang sangat ramai sekali orang dengan pakaian ihrom yang sama-sama menunaikan rukun umroh. Ketika memasuki Masjidil Haram, tampaklah batu besar berwarna hitam berbentuk segiempat yang tak lain adalah ka’bah. Ketika terus memandangnya, entah mengapa tiba-tiba aka nada perasaaan haru juga dan mata jadi berkaca-kaca.

Sahabat ihram, ketika wanita sudah berniat ihram maka ia tidak boleh memperlihatkan aurat kepada siapa pun termasuk wanita. Hanya muka dan telapak tangan yang boleh kelihatan. Sungguh susah sekali untuk menjaga ini. jika sampai melanggar akan kena denda. Jadi kita harus menyiapkan sarung tangan khusus umroh dan ikat pergelangannya dengan karet bila perlu. 

Multazam

Multazam, setengah lingkaran di samping ka’bah yang merupakan tempat mustajab untuk berdoa. Setelah tawaf 7 putaran mengaantri masuk ke dalam. Lalu sholat mutlak 2 rakaat, minum air zamzam dan berdoa. Disnilah semua keinginan di adukan.

Jabal Rahmah

Jabal Rahmah (tempat berdoa bagi yang ingin mendapatkan pasangan), Jabal Nur lanjut ke Miqot untuk umroh sunah.

Oleh-oleh

Tempat oleh-oleh. Ada banyak sekali jenis kurma rupanya. Tapi ada kurma yang apabila memakannya sekian butir sehari maka terhindar dari sihir. Itu namanya kurma ajwa (kurma nabi). Dan kalau ingin berbelanja di sana tidak perlu khawatir tidak bisa bahasa Arab karena para pedagangnya bisa bahasa Indonesia. Pokoknya kalau kita tawar dan orangnya bilang ‘halal’ maka artinya boleh.

Selama di Madinah tepat di pintu keluar 1 Masjid Nabawi banyak penjual Al Qur’an, maka belilah Al Qur’an untuk diwakafkan di Masjid Nabawi. Maka insha Allah pahalanya akan terus mengalir sampai kita mati apabila ada yang terus membacanya karena itu termasuk amal jariyah. Di Masjidil Harom juga ada para penjual Al Qur’an. Selain itu juga banyak pengemis. Siapkan uang receh untuk sedekah.

Sahabat ihram siapa pun yang pernah dipanggil Allah ke sana maka akan rindu untuk kembali ke sana, karena kerinduan kepada makkah dan baitullah tak pernah lekang bagi mereka yang hatinya terpaut keimanan.