Inilah Kondisi Makkah Sebelum Islam Masuk

0
104

Islam merubah Makkah menjadi lebih baik dan berkah dengan beberapa hal ini.

Sejak sebelum Islam, Kota Mekkah telah menjadi tempat peribadatan yang suci. Setiap tahun pada bulan-bualn tertentu suku Arab dari segala penjuru berkumpul di Ukaz. Daerah Ukaz terletak antara Thaib dan Mekkah. Daerah ini berhawa dingin dan kaya akan buah-buahan dan sayuran.

Pertemuan Ukaz sangat bermanfaat bagi orang-orang Quraisy dan orang-orang Arab yang lain. Dengan adanya pertemuan tersebut dapat digunakan untuk pertukaran perdagangan dan agama. Pada zaman Jahilliyah terdapat larangan permusuhan dan pertumpahan darah selama bulan-bulan suci berlangsung. Adanya larangan tersebut menambah kemajuan pada masa Jahiliyah.

Keramaian kota Mekkah disertai dengan upacara agama berturut-turut dari Ukaz ke Majanna. Setelah itu baru ke Dhual, kemudian ke Majaz. Sebagian tempat tersebut di atas terletak di kaki gunung Ka’bah, sebelah belakang Arafah. Keramaian upacara tersebut diakhiri dengan upacara besar yang diadakan besar yang diadakan di Arafah, Muzdalifah, dan Mekkah.

Mekkah merupakan sebuah kota yang sangat penting dan paling terkenal di antara kota-kota di Arab. Mekkah terletak di lembah yang membentang dari utara ke selatan. Batas sebelah barat adalah suatu deretan bukit. Sebelah timur adalah batuan granit. Adapun di tengah-tengah adalah Ka’bah.

Semula Ka’bah dijaga oleh anak cucu Nabi Ismail. Kemudian jatuh kepada Bani Jurhum. Kemudian pada permulaan abad ketiga Bani Jurhum dapat ditakhlukkan oleh Bani Khuza’ah. Bani Khuza’ah ini datang dari Yaman dan dapat menakhlukkan Mekkah dan daerah-daerah selatan Hijaz. Sejak berkuasanya Bani Khuza’ah di Mekkah, lama-kelamaan anak cucu Ismail mulai bangkit kembali untuk menjaga Ka’bah.

Mekkah terletak di Jazirah Arab yang cukup luas dan dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu Sebelah Utara, Daerah Hijaz, Daerah Selatan HIjaz, dan Asir ( di ujung Selatan dan berbatasan dengan Yaman).

Bangsa Arab yang terdiri dari orang kota dan penduduk padang pasir tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama mencintai kemerdekaan dan mempunyai harga diri yang tinggi. Bangsa Arab terdiri dari beberapa suku bangsa. Mereka memiliki asal-usul yang beranekaragam.

Pada zaman dahulu Mekkah adalah pusat perdagangan. Dari Mekkah kafilah-kafilah menyebar ke Yaman, daerah-daerah Bizantium dan Parsi. Karena orang-orang Arab telah banyak bergaul dengan orang-orang selain bangsa Arab, maka mereka banyak meniru kebiasaan-kebiasaan orang-orang di luar Arab sepertii berjudi, minum-minuman keras (khamar) dan perbuatan-perbuatan lain yang dikeji.

Adapun Ka’bah sebagai tempat ibadah tetap dihormati oleh orang-orang Arab. Tempat shalat Nabi Ibrahim as. dan Ismail tidak dikotori oleh pengaruh-pengaruh buruk dari orang-orang di luar Arab. Orang-orang Arab menjaga Ka’bah dengan niat yang sungguh-sungguh, bahkan kekuasaan menjaga Ka’bah di antara sesama orang Arab sering terjadi perselisihan.

Keadaan tersebut berlangsung lama. Kepercayaan dan agama yang diyakini oleh orang-orang Arab tidak dapat menolong orang Arab untuk menjadi kaum yang suci dan bersih. Ka’bah tetap dijadikan tempat atau pusat ibadah, apabila ada korban keagamaaan tetap dilaksanakan di sekitar Ka’bah.