Segera Berumroh Jika Ingin Imanmu Tambah Kuat

0
88

Melatih keimanan dengan pergi umroh dan menemukan hal ini.

Thawaf disekeliling Ka’bah merupakan rangkaian ibadah khusus yang memilliki daya tarik yang luar biasa. Ketika kita mengucapkan “Labbaik Allahumma labbaik..” Maka orang yang tengah menjalankan ibadah  tersebut diharamkan  untuk melakukan berbagai hal yang  merupakan sebuah ujian Ilahi”.

Dalam hal ini kita dapat melihat bagaimana bentuk ujian Ilahi seperti hal nya pelarangan untuk berburu (bagi orang yang dalam keadaan berihram). Disatu sisi, kita juga dilarang berburu dipadang pasir, seperti dalam firman Allah SWT:

قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةُ طَعَامِ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَلِكَ صِيَامًا لِّيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ عَفَا اللهُ عَمَّا سَلَفَ وَمَنْ عَادَ فَيَنتَقِمُ اللهُ مِنْهُ وَاللهُ عَزِيزُُ ذُو انْتِقَامٍ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa diantara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-ya yang dibawa sampai ke Ka’bah, atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. Allah telah mema’afkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. (QS. 5:95)”

Semua hal tersebut merupakan ujian dari Nya. Apakah kita akan patuh dan lulus dalam melaksanakan ujian tersebut? ataukah akan melanggarnya?

 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَيَبْلُوَنَّكُمُ اللهُ بِشَيْءٍ مِّنَ الصَّيْدِ تَنَالُهُ أَيْدِيكُمْ وَرِمَاحُكُمْ لِيَعْلَمَ اللهُ مَن يَخَافُهُ بِالْغَيْبِ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمُ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barangsiapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih. (QS. 5:94)

Nampaknya, upaya pembinaan yang dilakukan pada masa jahiliyah tersebut berhasil. Mereka yang mulanya saling berlomba dan berebut buruan serta mengkonsumsi kadal, namun pada masa Islam untuk mematuhi  larangan Ilahi, bahkan mereka tidak menghiraukan rusa dan kijang di depan mata mereka dan mereka juga berhasil menundukkan hasrat dirinya. Saat ihram, dapat  disaksikan dengan jelas pengaruh yang cukup besar dalam upaya membangun dan membina manusia sempurna.

Semua hal yang mencemari jiwa, diharakan ketika mengenakan pakaian ihram menjadi jiwa yang suci dan bersih. Dan orang yang layak berthawaf disekeliling Ka’bah adalah orang yang suci dan bersih dari berbagai kotoran yang melekat dalam tubuh dan jiwanya.

Ka’bah merupakan poros kemerdekaan dan kebebasan. Ketika kita sudah melakukan ihram, kita sudah berada dalam rambu-rambu larangan saat berada ditanah haram. Semua itu bertentangan dengan jiwa kebebasan dan kemerdekaan. Selama manusia masih belum benar-benar bebas dan merdeka, kita tidak layak berthawaf di sekeliling bangunan kebebasan dan kemerdekaan.

Kain ihram, memiliki peran untuk membebaskan jiwa manusia dari belenggu hawa nafsu, meyucikan pikiran dari hal-hal yang tercela, serta menjuhkan hati dari harapan-harapan hampa. Mengenakan kain ihram dan mengucapakan Labbaik Allahumma labbaik… merupakan sambutan dan jawaban atas panggilan dan seruan Ilahi. Biasanya, tatkala kita mengucap kalimat talbiyah tersebut, tubuhnya akan gemetar dan kulitnya akan menjadi pusat pasi. Karena, mereka khawatir  akan mendapat jawaban: La labbaik wa la sa’daik (engkau tidak menjawab seruan dengan benar dan engkau tidak termasuk (orang) yang bahagia).