Wajib Tahu; Inilah Kiswah yang Berawal dari Nabi Ismail

0
151

Ternyata kiswah mempunyai berkah untuk para jamaah haji.

Sahabat ihram, Kiswah merupakan kain yang bertuliskan ayat Al-qur’an yang berhubungan dengan ibadah haji dan kisah nabi-nabi sejak zaman Nabi Adam as yang menyelimuti ka’bah. Kiswah berhiaskan tulisan kaligrafi yang sangat cantik, indah dan megah. Benang yang digunakan untuk menuliskan ayat Al-qur’an atau asma-asma Allah terbuat dari emas dan perak. Kiswah biasanya diganti pada setiap musim haji, tepatnya pada tanggal 9 Dzulhijjah ketika jemaah haji melakukan wukuf di padang Arafah sehingga suasana masjidil haram tidaklah sesak dan ramai, melainkan sangat lengang.

Kiswah yang sudah tidak dipakai lagi, biasanya menjadi cinderamata bagi jemaah haji. Bukanlah kiswah yang masih utuh, melainkan kiswah yang sudah berupa potongan-potongan. Selain diburu jemaah haji, kiswah biasanya juga di berikan kepada negara maupun organisasi-organisasi terpilih. Misalnya, kiswah diberikan kepada PBB dan Masjid Istiqlal.

Ka’bah mulai berkerudung kiswah sejak zaman Nabi ismail as, kiswah yang digunakan berbeda dengan sekarang. kiswah yang dikenakan dulu berupa kain beludru yang terbuat dari kulit unta. Namun, ketika pada zamannya Nabi Muhammad, kiswah diperintahkan terbuat darikain Yaman. Berbeda lagi pada zaman khulafaur rasyidin, kain kiswah terbuat dari kain benang kapas.

Banyak yang mengetahui bahwa kiswah berwarna selalu memakai warna hitam legam, namun dalam sejarah perjalanannya yang panjang, kiswah tidak selalu berwarna hitam. Kain penutup Ka’bah ini pernah berwarna putih, kuning, hijau, bahkan merah berlajur-lajur. Kiswah merah berlajur-lajur itu merupakan kiswah pertama yang dibuat dari kain tenun Yaman. Sedangkan, kiswah putih dibuat pada zaman Khalifah Ma’mun ar-Rasyid. Lain halnya dengan kiswah warna hijau yang dibuat atas perintah Khalifah an-Nasir dari Bani Abbasiyah.

Sebelum di buat di makkah, kiswah biasanya dibuat di negeri di luar Arab Saudi. Kiswah kemudian diberikan kepada pemerintah arab sebagai bentuk hadiah. Kiswah juga pernah dibuat di Mesir. Namun, untuk saat ini kiswah di produksi di salah satu pabrik yang terletak di Makkah.

Kiswah pada era Sultan Sulaiman I itu, kini dimiliki oleh Ahmed Al- Mansoori yang kemudian memajangnya di museum peradaban miliknya di Dubai, Uni Emirat Arab. “Kiswah ini adalah penghormatan terbesar yang dianugerahkan setiap pemimpin Muslim terhadap Ka’bah,” ujarnya.

Untuk membuat kiswah itu, Sultan Sulaiman menugaskan penenun dan seniman terbaik dari seluruh penjuru negeri. Sultan Sulaiman ingin menunjukkan pesona kiswah kepada puluhan ribu jama’ah haji kala itu.

Jika berkesempatan untuk mengunjungi lokasi pembuatan kiswah di Makkah, Anda akan tahu bahwa kiswah merupakan hasil kerja massal sekaligus mahal. Ratusan pekerja dikerahkan untuk membuatnya. Pekerja terdiri dari tenaga kasar, staf, seniman, dan administrasi. Merek terbagi ke dalam enam bagian, yakni bagian pembuatan sabuk, tenunan tangan, tenunan mekanik, pencelupan, pencetakan, dan tutup dalam Ka’bah.
Rym Ghazal menulis, tak kurang dari 200 kaligrafer ikut andil menghias kiswah dengan kaligrafi berbahan emas dan perak. Untuk itu, dibutuhkan sekitar 120 kg emas dan 25 kg perak. “Bobot kiswah yang sudah jadi bisa mencapai 650 kg,” katanya.

Pada masa lalu, kiswah cadangan selalu disediakan demi mengantisipasi kejadian tak terduga pada kiswah yang pertama. Sebab, ada kemungkinan terjadinya kebakaran, banjir, atau risiko rusak ketika kiswah dibawa ke Makkah.