6 Hal Istimewa yang Hanya Bisa Dipelajari di Makkah

0
407

Ini 6 Budaya Kota Makkah yang tidak ada di belahan bumi mana-pun

Makkah merupakan kota suci dan sangat bersejarah bagi umat muslim. Banyak budaya yang belum diketahui jemaah haji maupun umrah yang berada di Makkah. Jarak, waktu dan kondisi adalah salah satu faktor pembedanya. Negara Arab selalu di identikkan dengan kekayaan, kekerasan, kasar dan pemarah bagi penduduk Indonesia. Bagi penduduk Arab, Indonesia di identikkan dengan jumlah penduduk yang banyak, kemiskinan, TKI/TKW, dan selalu menerima. Bukan hanya beda negara saja yang berbeda budaya, di Indonesiapun berbeda pula budayanya hampir di setiap daerah.

Berikut adalah beberapa budaya negara Arab Saudi yang wajib diketahui oleh jemaah haji dan umrah, supaya tidak menimbulkan salah faham:

  1. Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa mayor di dunia yang dituturkan lebih dari 200 juta jiwa dan digunakan secara resmi di 22 negara. Secara umum, Bahasa Arab memiliki 2 versi atau jenis yakni bahasa Arab Fusha (bahasa Arab standar/baku) dan bahasa Arab ‘Amiyyah (bahasa Arab pasaran). Yang digunakan untuk berkomunikasi setiap harinya biasanya menggunakan bahasa Arab ‘Amiyyah sedangkan versi yang pertama, biasa digunakan di kora, majalah, kantor, seminar, sekolah, dan dokumen-dokumen resmi lainnya. Jadi, jangan salah menggunakan bahasa Arab dan hindari ksalahan dalam berbicara. Jika tidak mengetahui bahasa, lebih baik menggunakan isyarat yang jelas dan tidak menimbulkan beberapa makna yang berbeda.
  2. Gaya komunikasi dengan orang lain. setiap warga atau penduduk Arab memiliki cara berbicara bahkan logat yang berbeda. Bukan berarti orang Arab selalu memiliki etika atau perilaku yang sesuai dengan Al-Qur’an. Tetapi, banyak dari penduduk asli Arab yang memiliki watak atau perilaku yang berbeda-beda.
  3. Adanya pembelajaran terkait ekspresi perasaan. Orang Arab terbiasa bersuara keras, karena untuk mengekspresikan kekuatan dan ketulusan apalagi kepada orang yang disukainya. Maka banyak yang mengira bahwa orang Arab kasar dan senang berkata keras. Padahal, itulah kebiasaan orang Arab.
  4. Tidak menjadi hal yang biasa jika lawan jenis saling menyapa. Karena sudah menjadi kebiasaan bahwa perempuan di negara Arab adalah properti domestik. Selain menyapa, memberikan bingkisan kepada lawan jenis bukanlah hal yang biasa dilakukan seorang pria. Jadi disarankan, jangan tebar senyuman dengan lawan jenis. Selain tebar senyuman, berlama-lama memandang dan sok ramah juga tidak disarankan. Apalagi jika mengganggu maupun menggodanya.
  5. Aturan/rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di Arab Saudi berbeda 180º dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Di Indonesia, setiap pengguna jalan umum baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum semua wajib berada di jalur kiri jalan (dan letak roda kemudi mobil berada di bagian kanan). Demikian pula waktu menaikkan atau menurunkan penumpang semua berada di jalur kiri.
  6. Rumah sebagai bagian dari privasi sehingga tidak sembarang orang bisa bermain atau bersilaturahim. Design rumahnya pun berbeda dengan di Indonesia, bangunannya pagar tembok tinggi dan tertutup rapat. Karena itu disarankan untuk tidak tengak-tengok atau tolah-toleh mengamati pintu di depan rumah orang Saudi atau sekedar melihat-lihat bangunan bagian atas. Karena pada umumnya mereka sangat tidak respek dengan perilaku seperti ini, bisa jadi mereka mengira kalau orang itu adalah `harami` alias `maling` atau penculik yang sedang mengintai mangsa.