Harus Dibaca; Hukum Wanita Yang Haji Tanpa Seizin Suami

0
240

Untuk para jamaah perempuan, perlu tahu tentang hal ini.

Salah satu tanda bukti berbaktinya seorang wanita adalah ketika menuruti semua perkataan suaminya. Namun, tidak semua perkataan suami bisa dijadikan pedoman seorang istri. Banyak istri yang tidak mematuhi perkataan suami hanya karena pengaruh dari sahabat maupun teman dan keadaan di sekitarnya. Suami merupakan pemimpin di dalam rumah tangga, dan seharusnya bisa menjadi pelindung serta panutan bagi istrinya. Dalam firman Allah di sebutkan bahwa:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (isteri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya.” [An-Nisaa’ : 34]

Terdapat juga dalam hadist Rasulullah SAW:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.”

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang sifat wanita penghuni Surga;

وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ: اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا؛ اَلَّتِي إِذَا غَضِبَ جَائَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِيْ يَدِ زَوْجِهَا وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى

“Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni Surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya yang apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata, ‘Aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha.”

Lantas, bagaimana jika terdapat seorang istri yang berhaji tanpa izinnya suami, apakah hajinya sah atau tidak?.

Jawabannya adalah meskipun istri harus manut atau nurut kepada suami, tidak ada hukumnya jika istri menurut perkataan suami yang tidka baik atau mengarah kepada kejelekan. Menurut kepada suami dibolehkan jika tidak ada hal yang mencelakakan dirinya maupun suaminya. Haji merupakan kewajiban semua umat muslim tanpa terkecuali seorang istri. Jika terdapat seorang suami yang melarang istrinya untuk berhaji, lebih baik jangan dituruti perkataannya. Karena kewajiban yang pertama adalah kewajiban kepada Allah, bukan kewajiban kepada manusia. Haji merupakan rukun islam dan harus dijalankan jika manusia sudah memiliki cukup uang. Haji tetap dijalankan walaupun tanpa seizin suami. Karena kewajiban kita yang pertama hanya kepada Allah bukan kepada manusia.

Dicegahnya seorang istri untuk haji, mungkin terdapat beberapa kemungkinan seperti takut terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan atau istri berpindah hati. Berfikiran seperti itu hanyalah kepada seseorang yang kurang memberikan kepercayaan kepada istrinya, lebih baik diniatkan dan di ikhlaskan seorang wanita yang sedang pergi haji, karena haji termasuk ibadah dan bukan tamasya atau jalan-jalan. Akankah lebih baik jika istri ditemani suami jika akan pergi kemana-mana. karena suami adalah mahramnya. Semoga bermanfaaat.