Inilah Hukum Mencium Kepala dan Tangan Selain Orang Tua

0
767

Wajib Tahu; Hukum Mencium Kepala Dan Tangan Selain Kepada Orang Tua

Mencium tangan merupakan sebuah penghormatan kepada orang yang lebih tua. Mencium tangan paling sering dilakukan kepada orang tua ketika akan pergi atau keluar dari rumah. Selain kepada orang tua, mencium tangan juga biasa dilakukan kepada guru maupun saudara yang lebih tua. Namun, pada kenyataannya ketika bersekolah di madrasah terdapat beberapa guru lawan jenis yang enggan untuk bersalaman. Dengan alasan menjaga wudhunya dan bukan muhrim.

Sebenarnya, mencium kepala (kening) atau tangan sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan adalah diperbolehkan. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Aisya ra;

وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَآهَا قَدْ أَقْبَلَتْ رَحَّبَ بِهَا ثُمَّ قَامَ إِلَيْهَا فَقَبَّلَهَا ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِهَا فَجَاءَ بِهَا حَتَّى يُجْلِسَهَا فِي مَكَانِهِ. وَكَانَتْ إِذَا أَتَاهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحَّبَتْ بِهِ ثُمَّ قَامَتْ إِلَيْهِ فَقَبَّلَتْهُ وأَنَّهَا دَخَلَتْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ فَرَحَّبَ وَقَبَّلَهَا

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika melihat putri Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yaitu Fathimah) mendatangi Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyambut kedatangannya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri lalu berjalan menyambut, menciumnya, menggandeng tangannya lalu mendudukkannya di tempat Beliau duduk. (Begitu juga sebaliknya-red) Jika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi Fathimah Radhiyallahu anhuma, maka Fathimah menyambut kedatanga Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia bangkit dan berjalan kearah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mencium Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Dan Fathimah Radhiyallahu anhuma pernah mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang menderita sakit menjelang wafat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyambut kedatangannya dan menciumnya.”

Hadist yang diriwayatkan oleh Anas bahwa Rasulullah pernah menggendong Ibrahim (putra beliau) kemudian menciumnya. Hadist dari ‘Aisyah ra bahwa Abu Bakr ra ketika Rasulullah  wafat , Abu Bakar menyingkap kain penutup wajah Rasulullah kemudian mencium wajah Nabi SAW yaitu di antara dua mata (kening) Rasulullah.

Sahabat ihram, meskipun mencium tangan atau kepala itu boleh, namun tidak sepantasnya dilakukan secara terus menerus. Karena dikhawatirkan dapat menghilangkan sunnah berjabat tangan yang telah dijelaskan dengan perkataan dan perbuatan Rasulullah dan juga perbuatan para Sahabat Radhiyallahu anhum . Ketika para sahabat bertemu, mereka berjabat tangan dan ketika mereka datang dari bepergian jauh, mereka saling berpelukan.

Keutamaan dari berjabat tangan yaitu bisa terhapusnya dosa-dosa orang-orang yang berjabat tangan. Orang yang memiliki antusiasme tinggi tentu tidak ingin kehilangan momentum untuk mewujudkan kebaikan dan pahala yang diterimanya. Sedangkan untuk mengecup atau mencium mulut, merupakan perbuatan yang dimakruhkan. Karena tidak ada hadist yang meriwayatkan hadist seperti ini dan lebih baik dihindari.

LEAVE A REPLY