Jika Ingin Mendapatkan Pahala Besar, Batulah Saudaranya Agar Naik Haji!

0
437

Haji Berkali-kali atau Membantu Saudara?

Sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh orang yang mampu untuk beribadah dan menyempurnakan rukun islam yang kelima, yakni ibadah haji. Ibadah haji bagi umat islam adalah menjalankan sunnah Rasulullah, karena tidak semua umat muslim di dunia bisa melakukan ibadah tersebut. Menurut pengalaman beberapa orang, ibadah haji merupakan ibadah yang paling berat, disamping ibadah yang dilakukan di negara orang, karakter yang dihadapinya pun dari berbagai negara, dan iklim yang dihadapinya pun berbeda bahkan lebih ekstri dari negara kita.

Banyak calon jemaah haji yang masih mempertimbangkan terkait keberangkatannya, baik memikirkan keluarganya, saudaranya dan tetangganya. Namun, itu semua tidak terjadi di semua jemaah haji hanya beberapa jemaah haji yang tetap berangkat dengan tidak memikirkan saudara bahkan keluarganya. Orang yang berhaji diibaratkan orang yang meninggal, karena lama meninggalkan kampung halaman dan tidak tahu apakah nanti kembali dengan nyawa yang masih utuh atau sudah tidak bernyawa lagi bahkan jenazahnya tidak dibawa ke kampung halaman.

Berhaji bagi orang yang mampu, bisa dilakukan pada setiap tahunnya. Namun, apakah tidak ada yang lebih utama dari berhaji dsetiap tahunnya?. Terdapat kisah dari salah satu Muwaffa : “Sudah lama aku ingin berhaji, tetapi selalu kesulitan dana. Suatu saat aku mendapat untung besar dan aku pun berencana naik haji. Tetapi, saat hendak berangkat, aku mendapati anak-anak yatim di sekitar rumahku kelaparan hingga harus memakan bangkai keledai selama tiga hari. Akhirnya aku batalkan rencana pergi haji dan kuberikan ongkos hajiku itu untuk menolong mereka,” jawab Muwaffaq.

Haji dapat menjadi ibadah yang paling diidamkan semua umat muslim di dunia. Namun, sembari menunggu giliran untuk berangkat haji alangkah lebih baiknya jika kita membantu orang disekitar kita dan yang pastinya dengan tidak menyakiti perasaannya. Membantu bukanlah hanya materi saja, tetapi juga tenaga. Misalkan terdapat tetangga kita yang sudah sakit-sakitan dan tidak mampu berjalan lagi. Maka kita yang masih bisa berjalan bahkan bisa dikatakan sehat, kita bantu beliau untuk berobat kedokter atau membantunya untuk mengambil air wudhu atau melakukan aktivitas yang lainnya. Membantu sesama juga termasuk ibadah yang paling utama.

Terdapat dalil yang menguatkan pendapat bahwa berhaji hanya cukup sekali saja: “…..Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah..” (QS. Ali Imran : 97). Dan dikuatkan dengan dalil: “Barang siapa ingin menambah atau mengulangi ibadah haji itu hukumnya sunnah”.

Sahabat ihram, tentunya kita sebagai seorang muslim sangat menginginkan ibadah haji dan bisa bermuwajahah dihadapan Baitullah. Namun, marilah kita melihat keadaan disekitar kita. Saudara kita, tetangga kita, keluarga bahkan anak yatim di sekitar kita, apakah kehidupan mereka sudah layak?. Lebih baik, kita tidak melulu menuntut untuk pergi haji berulang kali dan lebih baik kita membantu orang lain. Karena dalam bahagianya kita terdapat bahagianya orang lain.

LEAVE A REPLY