Nyata; Hal ini Akan Mendatangi Manusia yang Menangisi Jenazah

0
249

Sudah tau bagaimana hukumnya jika menagisi jenazah ini?

Hidup dan mati adalah taqdir Allah dan telah digariskan sejak kita berada di dalam kandungan. Banyak orang tua yang menangisi jenazah anaknya, maupun sebaliknya. Bakti seorang anak kepada orang tua salah satunya bisa dilakukan ketika orang tua mencapai usia tuanya. Membantu serta merawatnya adalah salah satunya. Orang tua tidak pernah meminta harta anaknya, orang tua hanyalah meminta bukti berbaktinya seorang anak.

Selamanya anak tidak dapat mengganti atau membelas budi jasa orang tua. Hingga terdapat pepatah yang berbunyi “kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang gala”. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan tercela dan tidak berbakti kepada orang tua. Lantas, bagaimana hukumnya menangisi orang yang sudah meninggal?, baik saudara maupun keluarga atau bahkan sahabat kita?.

Al-Faqih Abu Laits mengatakan: “Hukumnya haram apabila menangis dan meratapi terhadap mayat, akan tetapi hukumnya boleh apabila hanya menangis secara wajar dan bersabar karena yang demikian itu adalah yang lebih baik.”

Telah disebutkan dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya pahala bagi orang-orang yang bersabar ditepati dan tanpa hisab.”

Dan Nabi Muhammad saw juga bersabda:
“Orang yang menangis dan meratapi sedangkan orang yang ada disekitarnya yang mendengarkan tangisnya, maka mereka semua  mendapat laknat  dari Allah SWT, para malaikat dan semua manusia.”

Orang ditinggal meninggal seseorang yang disayangnya, pasti tidak terima dengan takdir yang menimpanya. Kematian memang datang tanpa diundang dan cenderung menjadikan orang bersikap merenung, berdiam diri bahkan sampai tidak sadarkan diri. menangis sebenarnya boleh, tetapi yang diharamkan Rasulullah adalah ketika menangis dengan cara yang berlebihan sampai merobekl baju bahkan mencakar wajahnya. Menangis juga berdampak kepada jenazah. Karena ketika itu, jenazah mendapatkan siksa atas tangisannya saudara atau keluarganya.

Rasulullah juga pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mengazab berdasarkan air mata atau hati yang sedih. Namun, Dia mengazab atau mengasihi berdasarkan ini,” beliau menunjuk lidanya dan melanjutkan sabdanya, “Sesungguhnya seorang mayat akan disiksa disebabkan tangisan keluargnya untuknya”

Ketika putra Nabi Muhammad saw yang bernama Ibrahim telah meninggal dunia. Air mata beliau mengalir. Melihat itu Abdurrahman bin Auf yang berada disebelah beliau bertanya: “wahai  Rasulullah, bukankah engkau telah mencegah kami untuk menangis.” Maka Rasulullah saw menjawab: “Sesungguhnya aku mencegahmu dari dua suara yang sangat keterlaluan itu, yaitu suara tangis yang meratap dan suara nyanyian, dengan mencakari wajah dan merobek saku bajunya. Akan tetapi, mengalirnya air mataku ini adalah rahmat yang dijadikan oleh Allah Swt dalam hati setiap insani yang penuh dengan kasih sayang.” Lalu beliau bersabda: “Apabila hati sedang kesusahan, maka air mata itu akan mengalir.”

Sahabat ihram, bukanlah perbuatan yang baik dilakukan jika menangisi jenazah. Akankah lebih baik jika kita mendoakan jenazah dan tidak meratapinya. Mendoakan supaya dilapangkan kuburnya dan berada di sisi Allah SWT. Menangisi dan meratapi jenazah bukanlah satu-satunya contoh perbuatan yang di sunnahkan Rasulullah. Semoga bermanfaat.