Lupa atau ragu dengan jumlah thawaf yang dilakukan? atasi dengan pandangan Islam ini.

Sahabat ihram, umrah merupakan ibadah sunnah yang sangat baik jika kita dapat melakukannya. Salam umrah, terdapat ritual-ritual yang sama dengan halnya haji, namun tidak ada wukuf di padang arafah. Umrah bisa dilakukan sendiri maupun ikut pada pemandu. Ketika melakukan umrah pada travel atau group, jelas saja keperluan kita telah dipenuhi dan semua ibadahpun bisa menganut pada pemandu. Tetapi, kita tetap saja tidak boleh bersantai dengan menyerahkan semua urusan kita kepada pembimbing umrah. Ingatlah, ketika umrah anda jauh dari anak maupun orang terdekat jika anda umrah sendiri. Namun, sangat disarankan bahwa anda umrah dengan mahram. Karena jika terjadi hal yang tidak di inginkan, anda bisa mendiskusikan dengan mahram anda.

Sifat lupa akan hitungan memang wajar bagi seorang manusia, karena manusia adalah tempatnya orang yang lupa dan berbuat kesalahan. Lupa juga sering dilakukan ketika melaksanakan ibadah sholat. Entah terlalu konsentrasinya ibadah dengan Allah maupun terlalu menikmati ibadah dengan maksud ridho kepada Allah dan tanpa meminta balasan. Lantas, bagaimana jika kita umrah sendiri dan lupa dengan hitungan thawaf?

Biasanya terjadi pada akhir thawaf, apakah ini jumlah thawaf yang terakhir maupun jumlah thawaf yang ke enam?. Sama halnya jika kita lupa dengan rakaat ketika melaksanakan sholat. Sebaiknya kita menambah satu putaran lagi kemudian melanjutkan untuk melakukan ibadah yang lain. dan ketika itu, kita harus meyakini hitungan thawaf saat itu, dan sebaiknya kita meyakini hitungan yang paling rendah yakni putaran ke enam dan melanjutkan putaran yang selanjutnya yakni putaran ke tujuh. Dan sebaiknya itu dilakukan karena untuk menghindarkan dari tdak terkenanya kafarat atau denda. Berikut adalah pendapat para Ulama terkait hitungan thawaf yang lupa:

An Nawawi rahimahullah berkata:

a�?Syaratnya thawaf harus dilakukan tujuh kali putaran, setiap satu kali putaran dimulai dari hajar aswad, kalau saja tersisa satu langkah dari thawafnya maka thawafnya tidak dianggap sempurna, baik masih tinggal di Makkah atau sudah kembali ke negaranya, dan tidak perlu membayar dam atau dengan yang lainnyaa�?. (Al Majmua��: 8/21)

Nabi SAW telah menjelaskan dengan perilakunya, beliau telah melaksanakan thawaf sebanyak tujuh kali, disertai sabda beliau:

( U�U?O?UZO?U�O�U?O�U?U?O� U�UZU�UZO�O?U?U?UZU?U?U�U�A� ,O�U?O�U� U�O?U�U� (2286

a�?Ambillah manasik (tata cara haji) kaliana�?. (HR. Muslim: 2286).

Disebutkan dalam Kasyful Qanaa�� (2/483):

a�?Jika thawafnya terpotong dengan dengan waktu yang lama menurut a�?urf (kebiasaan orang), meskipun dia lupa atau karena udzur maka thawafnya tidak sah; karena Nabi a��shallallahu a�?alaihi wa sallam- telah melakukan thawaf secara berurutan dan bersabda:

O�O�U?O� O?U�US U�U�O�O?U?U?U�

a�?Ambillah manasik kalian darikua�?.

Disebutkan dalam Fatawa Lajnah Daimah (11/253):

a�?Jika jamaah haji telah melaksanakan thawaf ifadhoh dan lupa salah satu putaran dengan jeda waktu yang lama, maka dia harus mengulangi thawafnya dari awal, namun jika jedanya tidak lama, maka dia hanya menambahkan putaran yang dia lupaa�?. Semoga bermanfaat.