Jika Makam Orang Islam dan Non Islam Digabungkan

0
141

Hukum Menggabungkan Makam Muslim dan Non Muslim

Pemakaman sering di kaitkan dengan rumah abadi bagi manusia atau bisa di katakan sebagai tempat tinggal terakhir. Saat ini, banyak kita jumpai pemakaman kaum muslim dan non musim yang digabungkan. Lalu bagaimana jika makam muslim di gabung dengan makamnya orang non muslim?. Di sebutkan dalam hadist dari Basyir yang ketika itu menjadi pembantu Rasulullah SAW, bercerita yang memiliki arti;

“Ketika saya sedang berjalan bersama Rasulullah SAW, kami melewati kuburan orang musyrikin. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Mereka tertinggal untuk mendapatkan kebaikan yang banyak.” Kalimat itu beliau ucapkan sebanyak 3 kali. Kemudian beliau melewati kuburan kaum muslimin, kemudian beliau mengatakan, “Mereka telah mendapatkan kebaikan yang banyak.”” (HR. Ahmad 20787, Abu Daud 3230 dan dishahihkan Syuaib al-Amauth).

Berdasarkan hadist tersebut, ulama berpendapat bahwasanya pemakaman kaum muslimin dan non muslim harus dipisahkan, kecuali jika ada kondisi darurat. Bahkan banyak diantara mereka yang menyatakan bahwa menggabungkan pemakaman muslim dengan non muslim. Beberapa pendapat ulama terkait hal tersebut adalah sebagai berikut;

  1. Keterangan dari Ibnu Hazm yang memiliki arti;

“Kaum muslimin sejak zaman Rasulullah SAW mereka tidak memakamkan muslim bersama orang musyrik.” Dan pendapat ini didasarkan dari hadist Rasulullah yang dibawakan oleh Bayir dan telah di sebutkan diatas.

  1. Imam Nawawi mengatakan bahwasanya, ulama Syafi’iyah sepakat bahwa makam orang islam tidak boleh digabungkan dengan makam orang musyrik atau selain orang islam dan makam orang kafir tidak boleh digabung dengan makam orang kafir.
  2. Keterangan dari ensiklopedia fiqih yang menyatkan bahwa; ulama sepakat, haram memakamkan muslim di kuburan orang kafir maupun sebaliknya kecuali dengan keadaan darurat.

Namun, di masyarakat Indonesia, penanganan dan wawasan terkait jenazah masih sangat rentan di campuri dengan budaya dan tradisi. Sehingga jika ada keluarga yang memilih untuk menangani jenazah keluarganya dengan cara sunnah, maka sering di anggap aneh bagi masyarakat lain. tanpa terkecuali masalah pemakaman. Di masyarakat Indonesia sering kita jumpai pemakaman orang muslim dan non muslim yang dibiarkan menjadi satu. Inilah yang harus kita rubah dari tradisi buruk dan bukan merupakan kebaikan maupun sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. dan inilah yang menjadi tanggung jawab pemerintah desa terkait pmbuatan makam yang dipisah. Harusnya, pemerintah mengetahui bahwasanya, pemakaman orang muslim dan non muslim harus dipisah, bukan di biarkan bercampur.

Sahabat ihram, jika kita berada dekat dengan pemerintah desa, atau ingin memisahkan pemakaman kaum muslim dan non muslim, sebaiknya itu dilakukan. Karena sudah terdapat dalil hadist yang menyatakan bahwasanya pemakaman kaum muslimin dan orang musyrik atau kafir harus dipisah. Dan mulai membuka kesadaran kepada masyarakat bahwasanya pemakaman wajib di pisahkan.