Anjuran Untuk Tinggal 8 Hari Di Kota Madinah, Benarkah?

0
404

Jamaah harus tau tentang tinggal selama 8 hari di madinah ini.

Sahabat ihram, Perlu diketahui maksud dari 8 hari tinggal di kota Madinah adalah sholat di masjid madinah sebanyak 40 kali. Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, no: 12173, dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى فِي مَسْجِدِي أَرْبَعِينَ صَلاةً لا يَفُوتُهُ صَلاةٌ كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ ، وَنَجَاةٌ مِنْ الْعَذَابِ ، وَبَرِئَ مِنْ النِّفَاقِ

“Barangsiapa yang sholat di masjidKu sebanyak 40 kali sholat, artinya ia tidak ketinggalan sholat maka niscaya dituliskan baginya kelepasan dari api neraka dan keselamatan dari adzab dan terlepas dari kemunafikan.”

Hadist tersebut termasuk dalam hadist yang lemah, karena di dalamnya ada seorang perawi yang bernama Nubaith. Dan dia adalah seorang perawi yang majhul, majhul ‘ain  (tidak diketahui orangnya) dan juga majhul hal (keadaannya). Al Albani mengatakan di dalam kitab beliau “Hajjatun Nabiyyi shallallahu ‘alaihi wasallam”, hal: 185:

أن من بدع زيارة المدينة النبوية التزام زوار المدينة الإقامة فيها أسبوعا حتى يتمكنوا من الصلاة في المسجد النبوي أربعين صلاة ، لتكتب لهم براءة من النفاق وبراءة من النار

Termasuk perbuatan bid’ah saat ziarah ke kota Madinah Nabawiyyah adalah keharusan para penziarah untuk menetap di sana selama seminggu sehingga  memungkinkan bagi mereka untuk shalat di masjid Nabawi 40 kali shalat, agar dituliskan bagi mereka keterlepasan dari sifat munafik dan siksa neraka.

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata: “Adapun apa yang tersebar di masyarakat bahwa seorang penziarah (kota Madinah) hendaklah ia berdiam (maksudnya di kota Madinah-pent) selama 8 hari sehingga dapat shalat 40 kali, maka seperti ini meskipun diriwayatkan di dalamnya sebagian hadits: “Barangsiapa yang shalat didalamnya sebanyak 40 kali shalat, maka niscaya dituliskan baginya lepas dari api neraka dan keselamatan dari adzab dan terlepas dari kemunafikan”, akan tetapi hadits ini adalah hadits yang lemah menurut para pakar peneliti hadits, tidak bisa dijadikan sandaran, karena di dalam hadits ini telah menyendiri seorang perawi yang tidak dikenal dengan hadits dan periwayatan, dan telah dikuatkan oleh orang yang tidak disandarkan penguatannya jika ia menyendiri periwayatannya, jadi yang jelas bahwa hadits yang di dalamnya ada keutamaan 40 shalat di dalam masjid nabawi adalah hadits yang lemah tidak bisa dijadikan sandaran, dan berziarah tidak mempunyai batasan yang tertentu dan jika menziarahinya selama 1 jam atau dua jam atau sehari atau dua hari atau lebih banyak daripada itu maka tidak mengapa”. Lihat Majmu’ Fatawa  Ibnu Baz, juz 17/hal:406.

Sahabat ihram, banyak jemaah haji yang beranggapan bahwasanya, setelah selesai melakukan sholat sebanyak 40 kali di Masjid Nabawi, dan dia tidak mau lagi menghadiri sholat berjamaah di Masjid Nabawi . Padahal sholat di Masjid Nabawi mendapatkan pahala 1000 sholat di bandingkan sholat dimasjid lain. Maka jangan jadikan hadist atau anggapan tersebut sebagai acuan untuk melaksanakan atau tinggal di Madinah. Sudah selayaknya, dimanapun kita berada kita harus tetap beribadah ikhlas kepada Allah. semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY