Kisah Nyata; Adzab Seorang Yang Tidak Memakai Jilbab

0
526

Muslimah wajib baca ksah ini agar lebih bisa mawas.

Kisah ini saya ambil dari seorang oemandu yang ketika itu memandu seseorang yang tidak pernah menutup jilbab dan mematuhi apa yang dilarang leh Allah SWT. Ketika itu, terdapat sepasang suami istri yang selalu melanggar larangan dari Allah SWT. Sepasang suami istri tersebut, tidak menjadikan rumah dan tidak mendidik anak sebagai mana yang diperintahkan oleh Allah SWT. Suami berasal dari agama lain, yang diajak masuk oleh istri tetapi istri tersebut tidak pernah mengajarkan apa itu Islam dan tidak mengajarkan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Bisa dikatakan, sepasang suami istri tersebut islam hanya di KTP saja. Tidak hanya membuka jilbab saja, wanita dan suaminya juga meminum minuman keras, berjudi dan memakan barang haram atau barang yang dilarang untuk dimakan.

Ketika hati wanita tersebut diketuk oleh Allah, maka berangkatlah dia ke Makkah Al-Munawwarah, tetapi tidak di dampingi suaminya. Dia berangkat sendiri, dengan bekal yang Cuma pas-pasan, dengan berbekal mengikuti pemandu, dia nekat untuk berangkat. Setelah sampai di bandara, jemaah kemudian menaiki bus untuk menuju ke Madinah. Kemudian, dengan tiba-tiba, wanita itu pingsan dengan seketika ketika kakinya hendak turun dari bus. Akhirnya, pemandu dengan dibantu jemaah lain, membawakannya ke rumah sakit yang berada di Madinah. Setelah itu, dia mendapat perawatan dan masih dengan kondisi yang tidak sadarkan diri. Setelah itu, pemandu pergi meninggalkan dia untuk mengurus jemaah lainnya yang harus dibawa ke hotel.

Pemandu yang khawatir, kemudian menengok dan memantaunya lewat telepon yang tersambung dengan rumah sakit Madinah. Setelah 2 hari berada di rumah sakit Madinah, kondisi wanita tersebut tetap tidak ada perubahan apapun. Hingga akhirnya, wanita tersebut dilarikan ke rumah sakit Jeddah yang ketika itu perawatannya lebih lengkap di bandingkan dengan rumah sakit Madinah. Seteah di larikan ke rumah sakit Jeddah, dengan pulang pergi, pemandu juga mengurus jemaah haji yang lainnya.

Setelah 2 hari berada di rumah sakit Jeddah, akhirnya wanita itu sadar dari koma yang menimpa dirinya. Ketika itu, pemandu berada di sampingnya. Dengan wajah yang sedih dan takut, wanita itu memeluk pemandu sambil menangis dengan histeris. Singkat cerita, ketika beliau koma dia di tampakkan keadaan yang sangat menyedihkan. Ketika itu, dia ingin makan, tetapi makanan yang tersedia hanyalah bara api yang sangat panas. Kemudian ketika beliau haus, yang tersedia hanyalah nanah.

Dengan terpaksa, wanita tersebut meminumnya. Kemudian, dia juga ditampakkan oleh keadaan rambut yang dijambak hingga terlepas sampai kulitnya. Setelah itu, dia juga melihat bahwa buah dada di seret ke kanan dan ke kiri hingga dia menangis kesakitan. Buah dada tidak hanya di seret, tetapi sampai putus dan jatuh berkeping-keping ke dalam lautan yang berisi bara api. Wanita itu bercerita kepada pemandu dengan diiringi tangisan. Perawat yang ketika itu berada di ruangan juga mendengarkan cerita dari wanita tersebut.

Hingga akhirnya, wanita itu berkata kepada pemandunya, “saya taubat ustadzah…, saya taubatan nasuha ustadzah..”. dengan lembut, ustadzah itu mengucapkan “Allah Maha Pengampun, mintalah pertolongan dan pengampunan hanya kepada Allah SWT.”

Setelah dinyatakan sehat, wanita tersebut selalu berada di Masjidil Haram. Ketika di tanya [pemandu, wanita tersebut berkata “ Saya mau taubatan Nasuha ustadzah.., saya harus bisa menghapus dosa saya.”

Sahabat ihram, sudah selayaknya kita menjaga aurat kita dan menjauhi larang Allah SWT. Semoga bermanfaat.