Menyusui Ketika Hamil, Bagaimana Hukumnya?

Banyak orang yang beranggapan bahwasanya wanita yang hamil tidak boleh menyusui. Bahkan biasanya terdapat perdebatan antara seorang anak dengan orang tua terkait hal itu hingga orang tua memaksa wanita hamil untuk menghentikan menyusui anak tersebut. Menyusui anaka adalah hal yang wajib dilakukan oleh seorang wanita, namun, apakah menyusui ketika dalam kondisi hamil diperbolehkan?.

Dari Judamah binti Wahb Al-AsadiyyahA�radhiyallahu a�?anha,A�beliau berkata, a�?Aku mendengar RasulullahA�shallallahu a�?alahi wa sallamA�bersabda;

U�UZU�UZO?U� U�UZU�UZU�U�O?U? O?UZU�U� O?UZU�U�U�UZU� O?UZU�U? O�U�U�O?U?USU�UZO�U?O? O�UZO?U�UZU� O�UZU?UZO�U�O?U? O?UZU�U�UZ O�U�O�U�U?U?U�UZ U?UZU?UZO�O�U?O?UZ USUZO�U�U�UZO?U?U?U�UZ O�UZU�U?U?UZO? U?UZU�UZO� USUZO�U?O�U�U? O?UZU?U�U�UZO�O?UZU�U?U�U�

a�?Sungguh aku berkeinginan untuk melarang kalian dari melakukan a�?al-ghilaha�� maka aku melihat (orang-orang) Ramawi dan Persia Mereka melakukan a�?al-ghilaha�� terhadap anak mereka, dan tidak membahayakan (anak-anak) mereka sedikit pun.a�? (HR. MUSLIM no. 1442)

An-Nawawi Asy-Syafia��i menjelaskan perbedaan pendapat ulama tentang maknaA�a�?al-ghilaha�?A�dalam hadits di atas. Sebagian ulama, di antaranya Imam MalikA�rahimahullah,A�berpendapat bahwaA�a�?al-ghilaha�?A�adalah seorang suami yang menyetubuhi istrinya ketika istrinya tersebut sedang berada dalam periode menyusui anaknya. Sebagian ulama lainnya menjelaskan bahwa yang dimaksud denganA�a�?al-ghilaha�?A�adalah seorang wanita yang menyusui ketika sedang hamil.

An-Nawawi Asy-Syafia��iA�rahimahullahA�mengatakan;

U�O�U� O�U�O?U�U�O�O? O?O?O? U�U�U� O�U�U� O�U�U�U� O?U�USU� U?O?U�U� O?O�U�U�U�US O?U�U�O� O?U�U� USO�O�U? U�U�U� O�O�O� O�U�U?U�O? O�U�O�O�USO? U�O�U�U?O� U?O�U�O?O�O?O�O? USU�U?U�U?U� O?U� O�U�U? O�U�U�O?U� O?O�O? U?O�U�O?O�O? O?U?O�U�U� U?O?O?U�USU� U?U?US O�U�O�O?USO� O�U?O�O? O�U�O?USU�O� U?O?U�U� O�U�U� O�U�U�U� O?U�USU� U?O?U�U� U�U� USU�U� O?U�U�O� U?O?USU� O?O?O? O?O�U? O�U�U�U�US U?U?USU� O�U?O�O?

a�?Para ulama berkata bahwa sebab munculnya keinginan Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam (untuk melarang a�?al-ghilaha��) adalah beliau khawatir bahwa tindakan itu akan menimbulkan bahaya bagi anak yang sedang menyusu (minum ASI dari ibunya). Para ulama mengatakan, a�?Para dokter (tabib) berkata (berdasarkan pengetahuan medis mereka ketika itu, pen.) bahwa (dengan sebab al-ghilah), maka ASI (berubah) menjadi penyakit. Dan orang Arab membenci dan menjauhinya.a��A�Di dalam hadits tersebut terdapat penjelasan bolehnya melakukan a�?al-ghilaha�� karena Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam tidak melarangnya dan menjelaskan sebab tidak dilarangnya hal tersebut. Maka hal itu dibolehkan.a�?

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid berkata;

O�O�O�O? O�U�O�U?U� O?O�U�O�O? U?O?O�O� O�U�O�U�U� USO�O�O? O?U�U� O�O?US O�U�O�O?USO? O�U�O�U�O� O�U�O�O�O�U� U?O?U� U�O�U� O?O?U� O?O�O�O�O? O�U�O�U?U� O?USO� U�O�O� O?O�U�O�U�USU� O? U?O�U�O�O�USO? U?U�O� U�O�U�O? U�U�U� O? U?U�U? O�O�O�O?.A�O?U�O� O?U� U?O�U� U�O�O�O�U� O?O�O�USO?U? O?U? O�U�USU�U? U?U�O� O?O�O�O?USU� . U?O�U�U�U� O?O?U�U�

a�?Masalah menyusui di tengah periode kehamilan dikembalikan kepada pendapat dokter ahli terpercaya. Jika dokter tersebut mengatakan bahwa menyusui bayi tidak membahayakan untuk janin dan bayi yang sedang menyusu, maka tidak ada larangan, alias boleh. Adapun jika membahayakan untuk bayi yang sedang menyusu dan untuk janin, maka jangan menyusui.A�Wallahu aa��lam.a�?

Sahabat ihram, dari beberapa penjelasan yang telah dijelaskan di atas bahwasanya, orang yang hamil boleh menyusui anaknya selama tidak ada kesehatan atau kondisi yang melarangnya. Dan ASI adalah makanan yang baik untuk seorang bayi. Namun, tetaplah berkonsultasi pada dokter anda terkait hal tersebut. Semoga bermanfaat.