Muslimah Harus Baca; Perempuan Menyusui Saat Hamil, Boleh Kah?

0
441

Menyusui Ketika Hamil, Bagaimana Hukumnya?

Banyak orang yang beranggapan bahwasanya wanita yang hamil tidak boleh menyusui. Bahkan biasanya terdapat perdebatan antara seorang anak dengan orang tua terkait hal itu hingga orang tua memaksa wanita hamil untuk menghentikan menyusui anak tersebut. Menyusui anaka adalah hal yang wajib dilakukan oleh seorang wanita, namun, apakah menyusui ketika dalam kondisi hamil diperbolehkan?.

Dari Judamah binti Wahb Al-Asadiyyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, ”Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda;

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنِ الْغِيلَةِ، حَتَّى ذَكَرْتُ أَنَّ الرُّومَ وَفَارِسَ يَصْنَعُونَ ذَلِكَ، فَلَا يَضُرُّ أَوْلَادَهُمْ

“Sungguh aku berkeinginan untuk melarang kalian dari melakukan ‘al-ghilah’ maka aku melihat (orang-orang) Ramawi dan Persia Mereka melakukan ‘al-ghilah’ terhadap anak mereka, dan tidak membahayakan (anak-anak) mereka sedikit pun.” (HR. MUSLIM no. 1442)

An-Nawawi Asy-Syafi’i menjelaskan perbedaan pendapat ulama tentang makna “al-ghilah” dalam hadits di atas. Sebagian ulama, di antaranya Imam Malik rahimahullah, berpendapat bahwa “al-ghilah” adalah seorang suami yang menyetubuhi istrinya ketika istrinya tersebut sedang berada dalam periode menyusui anaknya. Sebagian ulama lainnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “al-ghilah” adalah seorang wanita yang menyusui ketika sedang hamil.

An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan;

قال العلماء سبب همه صلى الله عليه وسلم بالنهي عنها أنه يخاف منه ضرر الولد الرضيع قالوا والأطباء يقولون إن ذلك اللبن داء والعرب تكرهه وتتقيه وفي الحديث جواز الغيلة فإنه صلى الله عليه وسلم لم ينه عنها وبين سبب ترك النهي وفيه جواز

“Para ulama berkata bahwa sebab munculnya keinginan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (untuk melarang ‘al-ghilah’) adalah beliau khawatir bahwa tindakan itu akan menimbulkan bahaya bagi anak yang sedang menyusu (minum ASI dari ibunya). Para ulama mengatakan, ‘Para dokter (tabib) berkata (berdasarkan pengetahuan medis mereka ketika itu, pen.) bahwa (dengan sebab al-ghilah), maka ASI (berubah) menjadi penyakit. Dan orang Arab membenci dan menjauhinya.’ Di dalam hadits tersebut terdapat penjelasan bolehnya melakukan ‘al-ghilah’ karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarangnya dan menjelaskan sebab tidak dilarangnya hal tersebut. Maka hal itu dibolehkan.

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid berkata;

رضاع الطفل أثناء فترة الحمل يرجع إلى رأي الطبيب الثقة الحاذق فإن قال بأن إرضاع الطفل غير مضر بالجنين ، والرضيع فلا مانع منه ، وهو جائزأما إن كان مضراً برضيعك أو جنينك فلا ترضعيه . والله أعلم

“Masalah menyusui di tengah periode kehamilan dikembalikan kepada pendapat dokter ahli terpercaya. Jika dokter tersebut mengatakan bahwa menyusui bayi tidak membahayakan untuk janin dan bayi yang sedang menyusu, maka tidak ada larangan, alias boleh. Adapun jika membahayakan untuk bayi yang sedang menyusu dan untuk janin, maka jangan menyusui. Wallahu a’lam.”

Sahabat ihram, dari beberapa penjelasan yang telah dijelaskan di atas bahwasanya, orang yang hamil boleh menyusui anaknya selama tidak ada kesehatan atau kondisi yang melarangnya. Dan ASI adalah makanan yang baik untuk seorang bayi. Namun, tetaplah berkonsultasi pada dokter anda terkait hal tersebut. Semoga bermanfaat.