Jamaah Calon Haji 2018 Wajib Tahu Rencana Perjalanan Haji Ini

0
37

Wajib tahu; Inilah rencana perjalanan haji 2018 yang harus diketahui jamaah.

Tidak semua jemaah haji mengerti atau mengetahui apa yang akan dilaksanakan ketika akan di Makkah. Meskipun, telah melaksanakan manasik haji jauh sebelum keberangkatan haji. Tetap saja, terkadang jemaah haji ketika berada di Makkah bingung akan melakukan apa. Tetap saja, peran pemandu tetaplah menjadi penutan untuk jemaah haji. Pemandu harus mengerti akan melakukan apa ketika berada di sana, dan pemandu juga harus bersifat sabar dan terbuka ketika menghadapi jemaah haji.

Terdapat beberapa gelombang untuk berangkat haji. Setiap gelombang, memiliki waktu yang berbeda-beda dari masa operasional pemberangkatan dan pemulangan. Di gelombang pertama, masanya selama 13 hari, sedangkan di gelombang kedua, masanya selama 17 hari. Masa tinggal jemaah haji yang tinggal di Arab Saudi yang paling lama mencapai 41 hari.

Jadwal atau rencana pemberangkatan haji telah disiapkan oleh pemerintah dengan mempertimbangkan beberapa dampak dan konsekuensinya. Pertimbangan lainnya adalah waktu yang menyesuaikan dengan waktu di Madinah, Makkah dan Jeddah. Pemulangan maupun pemberangkatan jemaah haji harusnya sudah difahami oleh jemaah haji.

Terutama tempat pembatas bagi jemaah haji untuk memulai berihram disebut miqat. Tempat ini telah ditentukan sejak zaman nabi Muhammad Saw. Jika jemaah menggunakan pesawat terbang dan melintasi miqot, maka ihram dilakukan di dalam pesawat. Sesampainya di bandara, Saat berihram di miqat, hendaknya mengucapkan “labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umroh). Berihram tidak disertai dengan salat khusus. Namun, apabila ihram bertepatan dengan waktu salat wajib, maka dahulukan ibadah salat sebelum berihram. Peraturan tentang miqat telah dijelaskan di artikel sebelumnya. Untuk miqat dan ibadah lainnya telah diatur oleh pemerintah dari Kementerian Agama.

Persiapan yang dilakukan oleh pemerintah, tidak hanya dilakukan ketika berada di Indonesia saja, tetapi juga membutuhkan persiapan ketika berada di Makkah, Madinah dan juga Jeddah. Persiapan tersebut terdiri dari persiapan terhadap catering yang akan digunakan oleh jemaah Indonesia dan juga persiapan hotel yang digunakan untuk menginap dan beristirahat oleh jemaah Indonesia. Persiapan untuk pergi ke Makkah juga harus dilakukan oleh jemaah haji, yakni persiapan fisik dan persiapan mental.

Pada dasarnya, penyelenggaraan ibadah haji menganut prinsip yang mengutamakan kepentingan dan kebutuhan para jemaah, serta memberikan pelayanan yang adil, efektif, aman, dan profesional. Ibadah haji di Indonesia diselenggarakan berdasarkan dua kategori, yakni ibadah haji reguler yang dikelola langsung oleh pemerintah melalui Kementerian Agama, serta ibadah haji khusus yang pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada agen penyelenggara ibadah haji khusus. Perbedaan antara ibadah haji reguler dan khusus selain terletak pada penyelenggaranya juga dapat dilihat dari biaya dan fasilitas yang akan didapatkan di Tanah Suci.

Berikut adalah jadwal atau rencana yang akan dilaksanakan jemaah haji 2018 yang dilansir kutip dari website Kemenag: