Kisah Nyata; Pasangan Ini Pulang Haji Semakin Romantis

0
213

Haji ternyata banyak hikmahnya, salah satunya untuk pasangan ini.

Pergi haji mendatangkan beberapa manfaat dan dampak yang positif terhadap semua jemaah yang ikhlas menjalankannya. Sebelum menjalankan ibadah haji, semua jemaah haji akan disatukan untuk mendapatkan wejangan atau sambutan dari pemerintah. Acara pelepasan jemaah haji selalu menjadi momentum yang paling menggembirakan untuk calon jemaah haji. Setelah itu, jemaah haji diberangkatkan ke Makkah sesuai dengan gelombangnya.

Setelah selesai melaksanakan haji, jemaah haji tidak langsung pergi ke rumahnya terlebih dahulu, tetapi harus mengikuti acara pelepasan jemaah ke daerah masing-masing. Ketika pulang dari melaksanakan haji, tentunya masyarakat atau panitia haji mengetahui manakah jemaah haji yang memperoleh dampak positif. Kisah ini terjadi pada kloter 27 Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 27) tiba di asrama haji pada Rabu, 19 September 2017, malam. Lebih dari 400 jemaah turun dari bus dan menuju  ruang  Serba Guna 2 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta untuk mengikuti seremonial pelepasan.

Dari banyaknya jemaah, tampak sepasang kakek dan nenek yang berjalan ke dalam ruangan sambil bergandengan dan tangan kanan sang kakek memegang erat lengan nenek di sampingnya dan tangan kirinya memegang tongkat kayu yang berguna menjadi tumpuan berjalan. Sering kali kakek menoleh dan merangkul nenek, untuk memastikan sang istri tidak kesulitan mengikuti langkahnya. Dia bernama engkong Madinah dan nenek kunyil. Meski telah menempuh perjalanan panjang,  tak tersirat kelelahan di wajahnya. Sebaliknya, matanya berbinar ketika bercerita pengalamannya berhaji. Ia mengaku amat bersyukur karena dapat beribadah haji dengan istri tercinta, Nek Kunyil. Berhaji berdua adalah kebahagiaan tersendiri bagi umat muslim. Karena disanalah tepat orang meminta pertolongan dan suami istri akan menyemangati dalam hal ibadah.

“Alhamdulillah berkah banget, bisa pergi haji berdua,” tambah Engkong Madinah sambil merangkul penuh kasih Nek Kunyil, seakan tak ingin terpisah dengan belahan jiwanya tersebut.

Kakek dan nenek ini telah mempunyai 20 cucu dan 5 cicit yang menyatakan bahwasanya, pengalaman pergi haji menjadi kebahagiaan terbesar yang beliau rasakan selama hidupnya. Selain berhaji, beliau telah berkali-kali ppergi ke Makkah untuk melaksanakan Umrah.

Matanya makin berbinar ketika bercerita bagaimana ia mampu  mendaki Jabal Nur untuk melihat Gua Hira. Perjalanan menuju Gua Hira, menurutnya ditempuh sejak pukul 02.00 WAS. Bersama rombongannya, beliau  mendaki Jabal Nur yang memiliki ketinggian sekira 300 meter dengan jarak tempuh mencapai 650 meter. Tongkat yang dipakainya pun dia beli ketika berada di wilayah Jabal Nur. Dia merasakan kebahagiaan ketika menyaksikan Gua Hira, tempat Baginda Rasul menerima wahyu yang pertama. Di Jabal Nur, mereka melaksanakan Salat Subuh berjamaah.

Ketika seorang bertanya kepada beliau terkait kemesraan yang diperlihatkan, beliau berkata;

“Iya, kangen. Pulang haji perasaan  kaya balik muda lagi,” tuturnya sambil terkekeh.

“Gak tau, rasanya makin cinta. Perasaan nih, kaya balik muda lagi. Ingat waktu kita pertama ngelancong tahun 59 dulu,” sahut Engkong Madinah menutup perbincangan.

Sahabat ihram, banyak pelajaran yang dapat diambil ketika melaksanakan haji. Lakukan haji dengan ikhlas tanpa adanya rasa pamer kepada sesama manusia. Semoga bermanfaat.