Para Calon Jamaah Haji 2018 akan Mendapatkan Fasilitas Gedung Baru Ini

0
33

Gedung Baru, Upaya Untuk Memberikan Pelayanan Terbaik Bagi Jemaah Haji

Mempersiapkan haji adalah salah satu hal yang diharuskan oleh semua pihak tanpa terkecuali dari pihak kementerian agama. Kementerian agama adalah salah satu pihak yang mengupayakan dan mengatur keberangkatan haji dan umrah. Selain itu, kementerian agama juga mengadakan manasik haji untuk pelatihan para jemaah sebelum melaksanakan haji di Makkah dan Madinah. Sebelum melaksanakan haji, jemaah haji menetap terlebih dahulu di asrama haji yang terletak di daerah setempat. Di asrama haji, jemaah haji di ajari terkait tata cara dan larangan tentang pelaksanaan haji dan apa yang dilarang ketika berada di Makkah dan Madinah.

Menteri Agama telah meresmikan dua gedung yang berada di asrama haji embarkasi Jakarta-Bekasi, Kota Bekasi. Dua gedung tersebut adalah revitalisasi Mina D dan Muzdalifah. Gedung ini diresmikan dengan di barengkan acara Pembukaan Rapat Kerja Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat pada tahun 2018.

Kini Kemenag semakin berbenah dan berupaya untuk memberikan pelayanan yang paling utama demi kenyamanan jemaah haji. Jika tidak ada pelayanan yang baik dan cenderung tidak memuaskan jemaah haji, maka ibadah jemaah haji pun ikut terhambat dan cenderung malas jika pelayanannya kurang maksimal dan fasilitasnya tidak lengkap. Kenyamanan dan keamanan jemaah haji tidak hanya diberikan ketika di asrama haji saja, tetapi juga ketika jemaah haji berada di Makkah dan Madinah.

“Kemenag serius membenahi kualitas asrama haji, baik dari segi fisik maupun pelayanan. Kita telah membangun 21 gedung agar asrama haji benar-benar mampu memberikan pelayanan terbaik,” terang Menag di Bekasi, Rabu (07/02).

“Seluruh hotel untuk jamaah haji yang kita sewa, baik di Makkah maupun Madinah, juga minimal berstandard bintang 3. Insya Allah bisa lebih baik, namun tidak lebih buruk,” imbuh Menag.

Kakanwil Kemenag Jawa Barat,  A Buchori mengatakan, biaya revitalisasi Gedung Muzdalifah menghabiskan anggaran sebesar Rp26 miliar, sedang Gedung Mina D sebesar Rp17 miliar.

“Dua gedung ini berisi masing-masing 41 kamar dengan kualitas hotel bintang 3, disertai beberapa aula dan ruang serba guna yang bisa dipakai untuk beberapa macam kegiatan, termasuk bisnis,” terang Buchori.

“Pembangunan 2 gedung ini merupakan penambahan fasilitas penginapan bagi calon jemaah haji, dengan daya tampung pada gedung Musdhalifah 192 orang dan gedung Mina D 160 orang. Diharapkan dengan daya tampung yang memadai ini calon jemaah haji mendapatkan kenyamanan dan ketertiban, sehingga ibadah haji pun dapat dilaksanakan dengan lancar dan khusyuk,” jelasnya.

Informasi tambahan lainnya adalah, pembangunan 2 gedung asrama haji ini berasal dari anggaran SBSN yang telah direncanakan dan akan dilanjutkan pada tahun 2019 akan datang dengan pengajuan anggaran sebesar Rp 146 miliar yang digunakan untuk revitalisasi gedung utama, Mina A, B, C, dan Auditorium.