Ternyata Inilah yang Ada Di Balik Angka Rukun Ihram Itu

0
572

Wajib Tahu; Inilah Filosofi Angka Rukun Ihram

Haji selalu diidentikkan dengan pakaian putih bersih. Guna dari pakaian itu adalah cerminan dari orang suci yang selalu bersih hatinya. Ihram merupakan rukun haji yang harus dilakukan, jika tidak dilakukan, maka hajinya tidak sah. Tahukah anda bagaimana filosofi mengapa baju ihram sebelah kanan dibiarkan terbuka?. Mengapa demikian?.

Berikut adalah penjelasan yang dikemukakan oleh KH. Muhammad Sholikhin dari buku yang berjudul tentang keajaiban haji dan umrah. Kita sering tidak mengetahui alasan apa yang mengharuskan pakaian haji tidak boleh berjahit, harus terbuka disebelah pundak kanan bagi pria. Di buku tersebut, menjelaskan bahwasanya pusaran energi Ilahi berpusat dan darinya memancar ke seluruh dunia. Masjidil Haram dengan ka’bahnya yang berdiri dengan kokoh di tengah kota yang selalu melakukan pembenahan.

Menurut metode struktur Al-qur’an, terdapat tiga struktur yang menjadi dasar, yakni struktur ‘ain, abjad dan halaman. Berdasarkan struktur abjad, pundak memiliki huruf, yaitu alif dan ta’. Pundak kanan hurufnya alif, sedangkan pundak kiri hurufnya ta’. Alif adalah huruf yang pertama. Jika dikorelasikan menjadi ‘ain ke-1, berarti otak atau pribadi. Sedangkan ta’ adalah huruf ketiga. Jika dikorelasikan, maka menjadi ain ke 3 yang memiliki arti THT.

Dari hal atas, mungkin sudah mendapatkan pemahaman terkait pundak yang dibiarkan untuk terbuka. Sebelum kita melakukan ibadah haji, sebaiknya kita jernihkan otak, hati dan pikiran kita, jujr dan mencerminkan perilaku yang positif. Maka sebaiknya, sebelum melaksanakan haji, kita harus melakukan ihram terlebih dahulu. Kemudian, mengapa pundak sebelah kiri ditutup?.

Pundak kiri ditutup yang memiliki makna, selama menjalankan ibadah haji kita harus menjaga ucapan atau lisan dan berhati-hati dalam mengucapkan kata-kata. Karena lidah kita tajam bagaikan pedang. Untuk jemaaah laki-laki berihram dengan memakai dua kain ihram, dan diutamakan berwarna putih karena dia adalah warna sebaik-baik pakaian.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما, قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم: « وَلْيُحْرِمْ أَحَدُكُمْ فِى إِزَارٍ وَرِدَاءٍ وَنَعْلَيْنِ

Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Hendaknya salah seorang dari kalian berihram di dalam (memakai) kain sarung, surban dan dua sandal”. HR. Ahmad.

Sedangkan untuk wanita diperbolehkan memakai pakaian apa saja yang diperbolehkan oleh syari’at ketika keluar rumah.

 عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتِ : الْمُحْرِمَةُ تَلْبَسُ مِنَ الثِّيَابِ مَا شَاءَتْ إِلاَّ ثَوْبًا مَسَّهُ وَرْسٌ أَوْ زَعْفَرَانٌ وَلاَ تَتَبَرْقَعُ وَلاَ تَلَثَّمُ وَتَسْدُلُ الثَّوْبَ عَلَى وَجْهِهَا إِنْ شَاءَتْ.

Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wanita muhrim memakai dari pakaian apa saja yang dia kehendaki kecuali pakaian yang terkena wars (tanaman kuning yang dipakai untuk mewarnai kain) atau za’faran, dan tidak boleh memakai burqu’ (sesuatu yang dipakai menutupi wajah sehingga hampir menutup mata), tidak menutup mulut, dan menjulurkan kain di atas wajahnya jika dia menginginkan”. HR. Al Baihaqi dan dishahihkan di dalam kitab Irwa Al Ghalil, 4/212.

Sahabat ihram, sebaiknya kita lakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul, karena di balik perintahnya, pasti mengandung manfaat yang banyak bagi manusia. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY