Banyak pendaftar umroh dan haji percaya pada travel karena hal ini.

Banyak jemaah haji dan umrah mendaftarkan dirinya di travel haji maupun umrah yang bisa dipercaya. Karena dinilai travel dapat memberikan keuntungan yang lebih, mulai dari adanya bimbingan terlebih dari travel maupun perlakuan yang diberikan oleh panitia atau pihak travel Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan jamaah haji, ditambah adanya kenaikan PPN sebesar lima persen dari pemerintah Arab Saudi, membuat ongkos haji 2018, terancam naik. Mentri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajukan, usulan BPIH tahun ini naik sekitar Rp 900 ribu atau sekitar 2,58 persen.

Selain kenaikan PPN, terdapat dua hal menjadi dasar untuk kenaikan BPIH. Biaya transportasi maskapai penerbangan ini juga mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Kata dia, menjadi pertimbangan kenaikan ongkos haji. Selain itu rencana penambahan jumlah konsumsi dari 25 kali menjadi 40 kali juga menjadi salah satu alasan kenaikan BPIH.

Direktur Pembinaan Umrah dan Haji Khusus Dirjen PHU Kementrian Agama Arfi Hatim berharap, seluruh pihak terkait dapat berupaya semaksimal mungkin untuk menekan kenaikan harga haji tersebut. Mengingat kenaikan ongkos maskapai yang mencapai Rp 1.165.000.

Travel merupakan pihak terkait yang berhubungan langsung dengan calon jemaah haji, diharapkan pihak travel bisa memberikan penjelasan terkait kenaikan biaya haji pada tahun ini. pihak travel juga harus bisa menghitung berapa kisaran biaya haji untuk jemaah haji atau umrah pada tahun berikutnya. Menurut dia, pihak yang juga dapat membantu meringankan beban jamaah adalah agen perjalanan haji. Dia berharap, agen travel dapat bijaksana dan lebih cermat dalam menentukan harga, meskipun Arfi mengakui, jika kenaikan PPN Arab Saudi dan maskapai dapat berpengaruh besar.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Umrah dan Haji In-Bound Indonesia (Asphurindo) Syam Resfiadi juga mengakui, adanya imbas dari kenaikan tersebut, yang terpaksa harus disesuaikan dengan harga paket perjalanan. Namun, sebagai agen yang menyediakan Paket Ibadah Haji Khusus (PIHK), kebijakan pemerintah untuk menaikkan BPIH tidak akan berpengaruh, karena travel telah diizinkan untuk mengurus langsung keperluan jamaahnya.

Meskipun begitu, dimanapun jemaah haji mendaftarkan dirinya, tetap saja yang mengatur dari pihak Kemenag, tetapi juga ada campur tangan dari beberapa pihak travel. Kenaikan biaya haji tahun ini memang membuat panitia maupun pihak Kemenag kualahan dalam membagi biaya tersebut. Apakah digunakan untuk makan, transportasi atau yang lainnya. Tetapi semuanya tinggal menunggu hasil saja, pihak Kemenag dan yang terkait telah menyelesaikan beberapa permasalahan terkait akomodasi dan penginapan jemaah haji.

Pemerintah juga mengharapkan bahwasanya, walaupun biaya haji naik, tetaplah mengedepankan pelayanan kepada jemaah haji dan jangan sampai ada pelayanan yang membuat jemaah haji tidak nyaman dan tidak akan menggunakannya lagi. Menjaga nama baik dengan pelayanan adalah salah satu hal yang paling penting bagi biro perjalanan.