3 Hal Rahasia Kenapa Tangan Kanan Digunakan Bertasbih

0
994

Muslim harus tau keistimewaan bertazbih dengan tangan kanan ini.

Sahabat ihram, banyak orang yang sering menggunakan tangan untuk berdzikir. Baik berdzikir menggunakan tangan kanan maupun tangan kiri. Berdzikir hanyalah kepada Allah SWT, boleh menggunakan tasbih atau tidak menggunakan alat apapun. Banyak manfaat yang dapat diambil dari berdzikir, diantaranya adalah

  • Kebahagiaan yang diperoleh setelah kematian.

Ketika seorang Muslim meninggal dunia, maka hak istri, anak dan kekuasaan akan meninggalkannya. Kecuali kekuatan dzikir hanya kepada Allah SWT.

“Sebenarnya ia tidak benar-benar lenyap, yang juga melenyapkan amalan dzikir. Ia hanya lenyap dari dunia dan alam syahadah, bukan dari alam malakut. Hal ini tertera dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 169-170.”

  • Senantiasa diingat oleh Allah SWT.

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman yang memiliki arti;

“Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (QS. Al-Baqarah [2]: 152).

Tsabit Al-Banani berkata, “Saya tahu kapan Allah mengingatku.” Orang-orang pun merasa khawatir dengan ucapannya sehingga mereka pun bertanya, “Bagaimana kamu mengetahuinya?” Tsabit menjawab, “Saat aku mengingat-Nya, maka Dia mengingatku.”

Dalam Hadits Qudsi juga disebutkan, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku akan bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak karena Aku.” (HR. Baihaqi & Hakim).

  • Diliputu kebaikan demi kebaikan

Rasulullah bersabda, “Tiada suatu kaum yang duduk sambil berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh malaikat, diselimuti oleh rahmat dan Allah akan mengingat mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Bukhari).

Banyak orang yang sellau menganggap bahwasanya berdzikir haruslah menggunakan alat pendukung untuk menghitung  jumlah bacaan tasbih, tahmid, takbir, maupun sholawat dan istighfar. Alat pendukung yang dimaksudkan adalah tasbih maupun alat yang sekarang ini sedang banyak digunakan adalah conter. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwasanya dzikir menggunakan tangan juga diperbolehkan, bahkan dzikir menggunakan tangan menjadi salah satu rutinitas yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Terdapat hadist yang menjelaskan bahwasanya Rasulullah berdzikir dengan menggunakan tangan:

“Saya melihat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghitung dzikir beliau dengan tangannya.” (HR. Ahmad 6498 dan dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth).

Kemudian dari seorang sahabat wanita, Yusairah ra, beliau mengatakan bahwasanya, Rasulullah SAW berpesan kepada kami (para sahabat wanita),

يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنَينَ، عَلَيْكُنَّ بِالتَّهْلِيلِ وَالتَّسْبِيحِ وَالتَّقْدِيسِ، وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ، وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ

“Wahai para wanita mukminah, kalian harus rajin bertasbih, bertahlil, mensucikan nama Allah. Janganlah kalian lalai, sehingga melupakan rahmat. Hitunglah dengan jari-jari kalian, karena semua jari itu akan ditanya dan diminta untuk bicara.” (HR. Ahmad 27089, Abu Daud 1501, Turmudzi 3583, dan sanadnya dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani).

Sahabat ihram, berdzikir menggunakan tangan atau menggunakan alat pendukung tetap boleh dilakukan, karenapada hakikatnya, bagaimana cara kita mengingat Allah, Allah tetap menghargai dan menerima dzikir kita. Asalkan, niat yang kita panjatkan hanya kepada Allah SWT.